Jumat, 20 Mei 2022

Panduan Setting EMA Terbaik Untuk Scalping

Strategi EMA untuk scalping buy

 

Menggunakan strategi EMA terbaik untuk scalping bisa memudahkan Anda saat mencari posisi buy maupun sell. Artikel ini membahas penggunaan 3 EMA beda periode yang bisa Anda manfaatkan.DI

EMA atau Exponential Moving Average merupakan salah satu indikator teknikal yang paling populer di kalangan trader. Sama seperti indikator Moving Average lainnya, EMA merupakan lagging indikator. Maksudnya, sinyal yang dikirimkan oleh EMA bergantung pada harga sebelumnya untuk bisa memprediksi arah trend yang akan datang. Meskipun memiliki sifat yang lagging, EMA bisa membantu trader untuk memahami pergerakan harga sehingga mereka dapat membuat strategi trading yang solid.

Karena kesederhanaanya, EMA juga bisa dimanfaatkan untuk scalping. Lalu seperti apakah setting EMA terbaik untuk scalping?

3 EMA Untuk Scalping

Agar scalping semakin sukses, Anda bisa menggunakan 3 macam EMA. Dengan demikian, sinyal yang muncul juga akan semakin akurat. Lalu, EMA apa saja yang dibutuhkan?

  1. EMA 9: Moving Average ini berfungsi sebagai indikator jangka pendek. Jika garis EMA 9 melintas ke atas garis EMA 21, tetapi masih berada di atas EMA 55, itu berarti pasar akan uptrend dan ada kesempatan untuk buy. Sebaliknya, jika EMA 9 melintas ke bawah EMA 21 dan EMA 55, maka pasar akan downtrend dan Anda bisa sell.
  2. EMA 21: Ini adalah indikator jangka menengah. Apabila garis EMA 21 berada di bawah EMA 9 dan di atas EMA 55, maka pasar akan uptrend. Sebaliknya, jika EMA 21 berada di atas EMA 9 dan 55, maka pasar akan downtrend.
  3. EMA 55: Sebagai indikator jangka panjang, EMA 55 menunjukkan sinyal downtrend apabila posisinya berada di bawah EMA 9 dan 21. Tetapi, jika posisinya berada di atas EMA yang lain, maka tren akan berubah menjadi bearish.

Sebelum mempelajari cara menggunakan strategi EMA untuk scalping, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Ketika EMA terkecil mulai menjauh dari yang lain, itu berarti ada kesempatan untuk memasuki pasar.
  • Saat semua indikator saling berjajar, itu berarti sedang ada tren yang sangat kuat.

Setelah Anda memahami kondisi pasar, akan lebih mudah untuk menganalisis pergerakan harga menggunakan strategi 3 EMA di bawah ini:

 

1. Untuk Buy

  • Tunggu hingga EMA 9 menyilang di atas EMA 55, lalu EMA 9 dan EMA 21 berada di atas EMA 55.
  • Perhatikan swing high yang muncul sebelumnya, beli hanya jika candlestick lebih tinggi dari swing high tersebut.

Contoh di atas menggunakan pair XAU/USD dengan time frame 30 menit. Awalnya terjadi crossing EMA 9 (garis biru gelap) terhadap EMA 55 (garis kuning). Kemudian tunggu hingga EMA 9 dan EMA 21 (garis biru muda) berada di atas EMA 55. Setelahnya tinggal menunggu kemunculan candlestick yang posisinya lebih tinggi dari swing high sebelumnya.

Baca juga: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat, Tak Perlu Hafalan

 

2. Untuk Sell

  • Pastikan bahwa EMA 9 telah menyilang di bawah EMA 55. Tunggu sampai EMA 9 dan EMA 21 berada di bawah EMA 55.
  • Anda bisa sell pada candlestick yang muncul setelah persilangan. Namun, posisinya harus berada di bawah swing low.

Strategi EMA untuk Scalping sell

Setelah kemunculan crossing EMA 9 ke bawah EMA 55, tunggu sampai EMA 9 dan EMA 21 berada di bawah EMA 55. Sell pada candlestick yang muncul usai terjadi crossing, namun posisinya harus menembus batas bawah dari swing low yang muncul sebelumnya.

Jangan Lupa Pasang Stop Loss

Sebetulnya, ada banyak cara untuk menempatkan stop loss dalam strategi ini. Tetapi, Anda harus memastikan agar jarak stop loss tidak terlalu sempit, sehingga harga masih memiliki ruang untuk bergerak. Anda juga harus konsisten saat menentukan stop loss.

Saat buy, Anda bisa menempatkan stop loss setidaknya 2-5 pips di bawah Low candlestick yang menembus titik swing high. Anda juga dapat meletakkan stop loss beberapa pips di bawah garis support terdekat (jika ada). Sedangkan untuk sell, Anda bisa memasangnya 5 pips di atas titik high candlestick entry.

 

Tips Penting Tentang Scalping

Selain menggunakan strategi EMA untuk scalping, ada beberapa hal yang berperan penting dalam memastikan kesuksean trading Anda. Faktor-faktor berikut ini mungkin terkesan remeh, tetapi memiliki peran yang cukup besar pada kegiatan scalping yang Anda lakukan.

 

1. Memilih Broker

Perlu diingat bahwa tidak semua broker memperbolehkan kegiatan scalping. Beberapa broker melarang scalping karena dapat berpengaruh pada kelancaran server. Semakin banyak trader yang melakukan scalping, semakin besar pula kemungkinan server terganggu. Broker juga bisa kewalahan mengantisipasi order klien. Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk scalping, sebaiknya cari broker yang memperbolehkan atau bahkan mendukung strategi tersebut.

Baca juga: 5 Broker Lokal Untuk Scalping Yang Wajib Anda Ketahui

 

2. Kecepatan Platform

Scalping sangat bergantung pada kecepatan eksekusi order, karena hal ini menentukan apakah posisi Anda bisa dieksekusi dengan tepat atau tidak. Oleh karena itu, kecepatan eksekusi yang dimiliki oleh platform trading Anda sangat menentukan kesuksesan scalping.

 

3. Pilih Waktu yang Tepat

Harga sering bergejolak ketika ada rilis berita high impact. Jika Anda ingin scalping, sebaiknya hindari melakukannya saat sedang ada berita berdampak tinggi terhadap aset yang diperdagangkan. Selain itu, Anda juga wajib memilih waktu trading yang tepat agar profit yang didapatkan bisa semakin maksimal. Kebanyakan scalper lebih memilih trading pada saat sesi Asia, tetapi ada juga yang mengincar waktu menjelang dibukanya sesi Eropa (sekitar pukul 12:00 s/d 15:00 WIB) dan Amerika (sekitar pukul 20:00 s/d 22:00 WIB).

Akhir Kata

Seperti halnya strategi trading yang lain, memanfaatkan strategi EMA untuk scalping tak bisa menjamin bahwa semua posisi trading Anda akan langsung sukses. EMA juga memiliki beberapa kekurangan, tetapi karena strategi ini sangat sederhana, penggunaannya sangat cocok untuk trader pemula. Selain itu, memanfaatkan strategi EMA untuk scalping bisa menjadi sangat efektif jika diaplikasikan secara tepat.

Jadi selain menerapkan aturan-aturan strategi di atas dengan disiplin, pastikan Anda juga menerapkan stop loss untuk mengantisipasi kerugian, memilih broker yang tepat, trading di platform yang dapat diandalkan, serta menyesuaikan waktu trading dengan baik. Apabila sudah memahami kunci strategi ini, Anda bisa mencoba kombinasi 3 EMA dengan periode lain dan menguji efektivitasnya di akun demo terlebih dulu.

 

 Sumber : https://www.inbizia.com/panduan-setting-ema-terbaik-untuk-scalping-288714

 

 

 

 

 

Rabu, 11 Mei 2022

Strategi Day Trading Dengan Indikator Moving Average

Moving Average dapat menjadi indikator yang powerfull jika dapat menggunakannya dengan tepat.
 

Dari sekian banyak indikator yang tersedia, Moving Average (MA) adalah indikator trend yang paling populer. Banyak kesalahan pada penggunaan indikator ini, terutama bagi trader pemula. Baca lebih lengkap tentang fungsi Moving Average.

Berikut adalah strategi menggunakan indikator Moving Average (MA)

Strategi Moving Average Untuk Day Trading

1. Pengaturan metatrader insert->indicators->trend->Moving Average

- Periode 8

- Method Exponential

- Warna Biru

2. Pengaturan metatrader insert->indicators->trend->Moving Average

- Periode 21

- Method Exponential

- Warna Hijau

3. Pengaturan metatrader insert->indicators->trend->Moving Average

- Periode 125

- Method Exponential

- Warna Kuning

Aturan Buy & Sell 

Aturan Sell :

- EMA 8 Memotong ke bawah EMA 21

- EMA 8 & 21 Berada di bawah EMA 125

- EMA 125 mengarah turun 

Aturan Buy:

- EMA 8 Memotong ke atas EMA 21

- EMA 8 & 21 Berada di atas EMA 125

- EMA 125 mengarah naik

Silahkan Baca Juga :

Strategi ini juga dapat digunakan pada timeframe yang lebih tinggi. Untuk meningkatkan akurasi pada penggunaan strategi EMA (8,21,125) dapat ditambahkan indikator lainny.
 
 
Sumber : https://asiaprofx.com/strategi-day-trading-dengan-indikator-moving-average

Senin, 09 Mei 2022

Kegunaan dan cara menggunakan Indikator MACD

 MACD adalah indikator yang sangat populer digunakan oleh para trader. MACD adalah indikator yang sudah disediakan pada platform trading MT4. Apa sih kegunaan indikator MACD dan cara menggunakannya?.
Sebelum kita bahas, apa sih arti dari kata MACD?,,.MACD adalah singkatan dari Moving Averages Convergence Divergence. MACD berguna untuk mengidentifikasi Moving Averages, dimana  yang mengindikasikan akan dimulainya sebuah trend baru.Untuk membaca Trend dan support resistense, kita bisa menggunakan Indikator Bolinger Bands.

Dengan MACD kita sudah dapat melihat tiga buah fungsi indikator, yaitu garis MA periode pendek (fast),  garis MA periode panjang (slow) dan susunan histogram yaitu garis yang menggambarkan ukuran jarak antara kedua MA tersebut.

 

Sifat sifat , kegunaan dan cara menganalisa menggunakan Indikator MACD

MACD Crossover

Kegunaan dan cara menggunakan Indikator MACDKedua Moving Average (MA) memiliki kecepatan yang berbeda, MA fast lebih cepat bereaksi terhadap perubahan harga, sedangkan  MA slow lebih lambat bereaksinya.

Jika MA fast mulai menyilang (cross) MA slow, maka hal ini mengindikasikan jika trend baru mulai terbentuk. Dan jika sudah terjadi crossover , maka ini menandakan bahwa trend baru mulai terjadi. Signal kedua terjadi yaitu ketika  MA pada MACD telah menembus garis centerline MACD.

 

Kelebihan dan kekurangan indikator MACD

Kelemahan indikator MACD: MACD lambat dalam memberikan signal. Karena walau bagaimanapun, MACD terbentuk dari ratarata harga yang sudah terjadi sebelumnya.

Kelebihannya indikator MACD: MACD  jarang memberikan false signal,  karena lebih halus pergerakannya. MACD tidak menunjukan signal pada kondisi oversold atau overbought.

Prinsip dasar dari Indikator MACD yang penting untuk diperhatikan:

1. MACD akan bergerak dan membentuk puncak tertinggi hingga mencapai lembah terendah, dan begitu juga sebaliknya.

2. Ada tiga kemungkinan pergerakan harga terhadap MACD :

  • Harga akan bergerak sesuai MACD
  • Harga bergerak berlawanan MACD, akan tetapi kemudian akan mengikuti sesuai MACD. Ini yang disebut Divergent Covergent.
  • Harga akan bergerak sideway hingga akhir trend MACD. 

Dengan memperhatikan prinsip ini, kita akan berpeluang besar untuk mendapatkan profit yang maksimal dan kemungkinan loss yang kecil.

Sebagai indikator untuk mendukung MACD, kita dapat menggunakan indikator Stochastic dengan Slow 8,3,3. Ini bertujuan untuk menentukan puncak & lembah MACD atau area oversold-overbought. Happy Trading!

Sumber : https://www.spiderbeat.com/kegunaan-dan-cara-menggunakan-indikator-macd/

Minggu, 08 Mei 2022

Cara Membaca Candlestick Chart dengan Lebih Simpel dan Akurat

Bagi yang terjun ke dunia trading, pasti tidak asing lagi dengan chart atau grafik yang menyajikan informasi harga. Apa pun platform trading yang digunakan, pergerakan harga akan tampil dalam bentuk naik-turunnya grafik. Data historis tersebut menjadi media untuk melakukan analisis secara teknikal.

Ada berbagai jenis grafik yang kerap diandalkan para trader. Masing-masing memiliki karakteristik dan keunggulannya sendiri. Salah satu grafik favorit para trader adalah Candlestick.

Candlestick dikenal dengan bentuknya yang menyerupai batang lilin. Media ini umum dipakai untuk menganalisis pergerakan saham, forex, hingga komoditas. Namun, tidak jarang trader terbelit dengan pola-pola yang rumit saat mencoba membacanya. Padahal, ada cara membaca Candlestick yang lebih simpel dan akurat.

 

Mengenal Candlestick Chart

Sebelum belajar cara membaca Candlestick, Anda harus mengenali karakteristiknya terlebih dahulu. Anatomi yang menyerupai batang lilin bukan tanpa makna, melainkan citra dari elemen-elemen penting dalam saham. Anda bisa memperhatikan gambar di bawah ini.

Gambar di atas menunjukkan dinamika Open High Low Close (OHLC) dalam kurun waktu satu minggu. Garis yang ada di atas batang lilin merepresentasikan harga tertinggi (high) dan dijuluki upper shadow. Sebaliknya, garis di bawah batang lilin mewakili harga terendah (low), sehingga disebut lower shadow

Bodi atau batang lilin merupakan perwujudan dari harga pembukaan dan harga penutupan. Apabila lilin berwarna merah, artinya harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan. Namun, jika lilin berwarna hijau, maka harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan.

Sejarah Candlestick Chart

Munehisa Honma adalah sosok di balik eksistensi Candlestick. Pria berkebangsaan Jepang ini merupakan trader komoditas beras pada abad ke-18. Setiap hari, ia mencatat pergerakan harga beras di atas perkamen padi. Lambat laun, ia menemukan pola berulang dari balok-balok harga yang ia gambar. 

Honma kerap menulis tentang hukum-hukum trading. Metode yang ia kembangkan berevolusi menjadi grafik Candlestick yang dikenal hingga sekarang.

Candlestick terkenal sampai ke dunia barat berkat peran Steve Nison. Ia menemukan metode tersebut saat berkenalan dengan pialang berkebangsaan Jepang, pada tahun 1987. Tak lama kemudian, ia menuliskan buku yang berjudul Japanese Candlestick Charting Techniques. Karya tersebut dikenal luas di seluruh dunia.

Keunggulan Candlestick Chart

Apa saja keunggulan grafik berbentuk lilin ini?

  • Visual Candlestick tampak impresif sehingga nyaman dipandang. Hal ini membuat orang-orang lebih betah menganalisis pergerakannya.
  • Candlestick tidak hanya menunjukkan fluktuasi harga saham, tetapi juga memberikan sinyal terkait perubahan harga di masa depan.
  • Pada dasarnya, cara membaca Candlestick cukup mudah. Tidak harus mempelajari puluhan pola, cukup dengan mengenali elemen-elemennya.
  • Candlestick mampu menampilkan psikologi pasar secara jelas. Artinya, trader bisa mengidentifikasi pihak mana yang mendominasi, apakah pembeli atau penjual. Hal ini bisa diamati melalui ukuran body dan shadow

Baca juga: Inilah Indikator Forex yang Paling Sering Dipilih Oleh Trader

Cara Membaca Candlestick dengan Mudah dan Akurat

Asumsikan dinamika harga terjadi akibat pertempuran antara penjual dan pembeli. Setiap elemen lilin menunjukkan pihak mana yang unggul, siapa yang mengalah, siapa yang memegang kendali, dan pihak mana yang memiliki peluang besar untuk memenangkan pertempuran selanjutnya.

Lalu, bagaimana cara membaca Candlestick dengan lebih simpel dan akurat. Lakukan analisis pada empat elemen berikut ini:

  • Ukuran badan 

Melalui ukuran badan Candlestick, Anda bisa mendapatkan informasi mengenai kekuatan masing-masing pihak. Jika badan memanjang, berarti momentum sedang menguat. Namun, jika badan mengecil, maka momentum juga makin pelan.

  • Panjang sumbu 

Panjang sumbu atau ekor Candlestick berkaitan dengan volatilitas harga. Sumbu panjang menandakan harga yang bergerak cepat selama durasi Candlestick, tetapi mendapat penolakan akibat adanya perlawanan.

cara membaca candlestick

  • Rasio antara panjang badan dan sumbu

Perhatikan rasio ukuran badan dan sumbu. Ketika pasar mengalami tren dengan momentum tinggi, Anda akan sering menemukan Candlestick berukuran panjang tetapi dengan sumbu yang lebih kecil. 

Saat kondisi pasar tidak pasti, volatilitas akan meningkat. Di sini, badan Candlestick akan mengecil, tetapi sumbunya justru lebih panjang.

  • Posisi badan Candlestick

Bila Anda mendapati batang lilin bersumbu panjang dengan posisi badan yang berada di salah satu ujungnya, berarti mengindikasikan perlawanan.  Sementara itu, posisi batang lilin yang berada di tengah sumbu bawah dan sumbu atas menunjukkan ketidakpastian di pasar. 

Anda boleh saja membaca referensi mengenai macam-macam pola Candlestick. Namun, wawasan terhadap elemennya tetap harus diprioritaskan. Jika Anda mengenal masing-masing elemen dengan baik, maka Anda bisa menguasai cara membaca Candlestick yang lebih simpel dan akurat.

 

Sumber : https://www.akseleran.co.id/blog/cara-membaca-candlestick/

 

Sabtu, 07 Mei 2022

Spread dan pengaruhnya terhadap Take Profit / Stop Loss

 

Apa itu spread dalam trading forex?

Spread dalam trading forex adalah biaya yang dibebankan oleh broker untuk mengantarkan transaksi yang Anda lakukan. Dalam platform MT4 Anda, spread dibedakan menjadi “Bid” dan “Ask”.

Bid adalah harga jual dan Ask adalah harga beli.

 

Apa itu spread Bid / Ask ?

Analogi simple dari spread Bid / Ask ini adalah kurs / nilai tukar mata uang. Mari kita ambil pair EURUSD sebagai contoh :

Bid : 1.2400
Ask : 1.2402

Perbedaan antara Bid (harga jual) dan Ask (harga beli) adalah spread dari pair EURUSD, dimana spreadnya (selisih) adalah 2 pips.

Ketika Anda melakukan trading forex di MT4, Anda akan memulainya dengan -2 pips. Dimana spread ini merupakan nilai yang diambil broker atas transaksi yang Anda lakukan. Karena ketika Anda melakukan transaksi tersebut, broker juga harus membayar nilai spread ini ke pasar mata uang internasional.

 

Floating spread

Broker yang menjadi partner di Traders Family menggunakan model eksekusi STP. Dimana dalam model ini, spread akan berubah-ubah sesuai dengan kekuatan supply dan demand yang ada di pasar uang international.

Sebagai contoh, EURUSD mempunyai spread normal sebesar 0.8 sampai 2 pips. Namun pada kondisi tertentu (jarang terjadi) seperti pengumuman suku bunga dari Bank Sentral ataupun berita NFP (tingkat pengangguran), spread dapat melebar lebih besar dari normal, dimana ini bukanlah kesalahan sistem, melainkan murni disebabkan oleh volatilitas pasar yang terjadi sebagai akibat pengumuman berita besar tersebut.

 

Bagaimana spread mempengaruhi Take Profit / Stop Loss Anda

Mari kita ambil contoh,

Transaksi BUY :
EURUSD buy di harga 1.2700
Take Profit : 1.2800
Stop Loss : 1.2650

Harga yang akan digunakan untuk memicu take profit / stop loss Anda adalah harga Bid. Harga yang Anda lihat di chart adalah harga Bid. Jadi ketika EURUSD mencapai 1.2800 (titik take profit), transaksi Anda akan ditutup (close position). Hal yang sama akan terjadi untuk Stop Loss Anda.

Ketika Anda melakukan BUY EURUSD, artinya Anda menjual US dollar untuk membeli EURO. Ketika Anda close position, Anda menukarkan EURO yang Anda beli menjadi US dollar kembali.

Harap diperhatikan!
Ketika Anda melakukan SELL, harga Ask akan digunakan sebagai pemicu bagi Take Profit / Stop Loss Anda.
Mari kita lihat ilustrasi dibawah,

Transaksi SELL :
EURUSD sell di harga 1.2700
Take Profit : 1.2600
Stop Loss : 1.2750

Jika Anda melihat chart EURUSD telah mencapai harga 1.2600 (titik take profit) namun transaksi Anda tidak close position secara otomatis, ingatlah bahwa hal ini disebabkan oleh nilai spread yang terjadi di market pada saat itu.

Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya, harga Ask adalah acuan yang akan digunakan sistem untuk memicu titik take profit / stop loss Anda.

Harga yang Anda lihat di chart adalah harga Bid, bukan harga Ask. Dalam usaha memicu titik take profit di 1.2600, harga EURUSD harus mencapai 1.2600 + spread saat itu. Untuk stop loss, harga harus mencapai 1.2750 + spread saat itu.

Jika spread saat itu adalah 2 pips, maka take profit dari transaksi SELL EURUSD ini berada di titik 1.2602 dan stop loss akan berada di titik 1.2752.

Sekarang, apa yang akan terjadi jika spread saat itu melebar sebanyak +10 pips?
Anda membutuhkan EURUSD mencapai harga 1.2590 untuk memicu titik take profit, dan 1.2760 sebagai pemicu stop loss, dimana bernilai 10 pips diatas stop loss yang telah diatur sebelumnya.

 

Sumber :  https://tradersfamily.co.id/spread-dan-pengaruhnya-terhadap-take-profit-stop-loss/

Jumat, 06 Mei 2022

Broker Penipu Mencurangi Anda Dengan Legal?

 Ada banyak iklan dagang di berbagai media untuk menarik perhatian potensial customer mereka dengan berbagai iming – iming. Fitur dan produk atau harga yang kompetitif yang mereka tawarkan sayangnya masih menunjukan iklan hanyalah sebatas iklan, beserta syarat dan ketentuan berlaku.

Tidak berbeda jauh dari perumpamaan diatas, banyak broker berlomba – lomba menarik perhatian para investor / trader untuk memilih jasa mereka dengan berbagai iming – iming iklan. Begitu banyak daya tarik yang mereka berikan kepada anda yang terkadang tidak lagi rasional.

Banyak trader yang mengeluh akibat transaksi yang mereka lakukan pada broker tertentu tidak berjalan dengan semestinya. Penulis mengalami secara langsung hal ini dan menemukan keluhan serupa di media- media online seperti forum.

Apakah masalah tersebut murni keteledoran kita para trader atau memang ada kesalahan yang disengaja untuk mempermainkan para trader ?

Well, in the investment world,  “If something sounds too good to be true, it definitely is.” – Washington Times 3 June 97

Broker vs Trader

Broker berfungsi sebagai perantara yang menjembatani trader untuk melakukan transaksi di pasar finansial. Di dalamnya pihak broker maupun trader sama – sama mencari keuntungan. Broker mendapatkan pendapatan dari layanan yang mereka berikan dan trader mendapatkan keuntungan dari akses dan layanan yang mereka terima.

Ketika trader melakukan order beli atau jual,  broker mendapatkan komisi atau biaya lainnya yang dibebankan atas layanan dan sistem dari broker.

Kembali ke pembahasan mengenai iklan dari broker, jika anda menemukan broker yang memberikan iming iming dengan nilai spread yang kecil, leverage yang tinggi, termasuk dengan fasilitas free swap serta welcome bonus yang lumayan wah, maka ada baiknya anda mempertanyakan hal tersebut.

Mengapa broker mau mengurangi hak- hak yang layaknya mereka terima dan mengembalikannya ke trader ?

Broker seperti itu tidak memberikan trader akses langsung ke market yang sesungguhnya. Broker tersbut adalah market marker, dimana mereka menciptakan transaksi pasar sendiri (dealing desk/ bandar/ bucket shop). Kemungkinan broker jenis ini untuk melakukan kecurangan kepada trader sangatlah besar. Disini trader akan bertrading melawan broker tempat dimana trader tersebut trading. Kekalahan trader berarti keuntungan bagi broker. Dan sebaliknya, membayar dari kas mereka sendiri bila trader mereka mendapatkan profit.

Jadi bisa dipastikan dengan alasan apapun broker seperti ini akan berusaha mengalahkan trader mereka bahkan dengan cara terburuk dengan melakukan kecurangan ataupun manipulasi.

Broker Penipu

Bagaimana Broker Penipu Mencurangi Anda?

Broker berjenis bandar/ dealing desk rata- rata jarang ada yang memiliki izin dan berada dibawah regulasi resmi, meskipun memiliki izin hanya sebatas izin perusahaan biasa hingga mereka bebas menawarkan apapun agar bisa lebih banyak menggaet nasabah didalamnya.

Leverage yang tinggi, spread yang rendah dan bonus- bonus lainnya adalah kemudahan yang ditawarkan diluar batas kondisi normal, yang tidak bisa diberikan broker resmi pada umumnya. Beberapa hal terlihat begitu mudah namun sebenarnya berbahaya karena tidak sesuai dengan standar keamanan semestinya. Nilai bonus yang anda dapatkan sebagai kabut pengabur kerugian yang akan anda derita.

Berikut beberapa hal curang yang dapat dilakukan oleh broker penipu untuk mengakali dan memanipulasi transaksi para trader mereka:

Adanya Requote ataupun Slippage

Memperlambat eksekusi orderan adalah salah satu trik yang biasa dilakukan oleh para broker penipu. Slippage ketika anda memasang pending order ataupun dengan terjadinya requote ketika anda langsung mengakusisi posisi yang anda inginkan.

Pada situasi seperti itu biasanya broker penipu akan mengatakan ketidaksediaan harga yang mengakibatkan pesanan meleset (karena kehabisan stock) ataupun karena konektivitas jaringan internet anda yang mengalami masalah / lamban.

Meski sebenarnya requote ataupun slippage adalah hal yang wajar di perdagangan bursa, namun terkadang ini dimanfaatkan oleh broker penipu untuk:

  • Pelebaran Spread: Hal ini merupakan bagian terfavorit bagi para broker penipu. Pada beberapa kasus volatilitas pasar yang tinggi memang dapat menyebabkan pelebaran spread. Namun pada beberapa broker penipu yang menggunakan variable spread terkadang mereka juga ikut melebarkan nilai spread mereka diluar batas toleransi.
  • Memanipulasi Chart: Dalam hal ini biasanya para broker penipu menutup peluang bagi para trader mereka untuk mendapatkan posisi yang menguntungkan. Bisa dengan membuat para trader mereka tidak bisa melakukan closing profit atau dengan memanipulasi agar chart tidak berjalan dengan semestinya (chart yang terlihat melompat lompat). Misalkan trader memasang pending order di harga 110 namun broker tempat dimana mereka bermain menjalankan order yang dipesan oleh para trader tersebut diharga 115. Dengan alasan karena ketidaktersedian harga maka posisi yang didapatkan adalah yang ditentukan oleh broker penipu ini. Hal seperti ini biasanya dilakukan oleh broker penipu untuk memburu stop loss para trader mereka.

Proses WD yang Sulit

Ada banyak kasus dimana para trader dipersulit untuk melakukan penarikan dana mereka (withdrawal) dengan berbagai alasan, dan mungkin tidak bisa dilakukan dengan alasan tertentu yang tidak masuk diakal hingga anda harus kembali trading yang sebenarnya tidak perlu.

Menghapus Posisi Secara Sepihak.

Berdalih bahwa trader mereka telah melakukan transaksi yang terlarang alias tidak sah, banyak broker penipu yang berjenis dealing desk sering membatalkan transaksi trader mereka yang berada dalam posisi profit secara sepihak. Biasanya hal ini dilakukan karena adanya penggunaan teknik trading tertentu yang dilarang oleh para broker penipu tersebut.

“They said I was a valued customer, now they send me hate mail.” – Sophie Kinsella

Memilih Broker dengan Cerdas dan Teliti.

Mencari broker yang dapat diandalkan adalah faktor penting pertama yang harus diperhatikan sebelum memulai trading. Sebaiknya para trader mengetahui terlebih dahulu bagaimana dan seperti apa broker tempat dimana mereka menanamkan modal.

Apakah broker tersebut termasuk broker yang berkompetent, teregulasi secara resmi dan legal atau hanya broker – broker penipu (scam) sama seperti janji palsu dalam mempromosikan nama mereka. Banyak promosi menarik bukan berarti sepadan dengan kualitas yang akan didapatkan.

“Discounts always attract too many attention but it doesn’t always worthy”- Repentance Shopaholic

 

Sumber : https://tradersfamily.co.id/broker-penipu/

Kamis, 05 Mei 2022

Forex Factory: cawan suci bagi para trader Forex

Trader lama mengetahui sumber utama analitik dan berita Forex – Forex Factory. Ini adalah salah satu situs terbesar tentang Forex dan trading dengan komunitas trader terbesar di seluruh dunia. Misi utamanya adalah untuk menyatukan para trader dan membantu mereka dengan ide-ide trading dan mendapatkan lebih banyak pengetahuan. Hal baik lainnya tentang Forex Factory adalah mereka berjuang untuk melawan informasi yang menyesatkan dan tidak tepercaya. Fakta dan kejujuran adalah nilai utama yang penting bagi Fair Economy Inc., pencipta portal tersebut.

Fitur apa saja yang dimiliki Forex Factory?

Situs web Forex Factory dibagi menjadi tujuh bagian: Forum Forex, Trade Forex, Berita Forex, Kalender Forex, Pasar Forex, Broker Forex, dan Trade Explorer.

Di Forum Forex, Anda dapat bergabung dalam diskusi tentang berbagai topik trading. Di sini, Anda dapat menemukan berbagai strategi trading yang cocok untuk semua jenis trader, mendiskusikan kegiatan trading Anda, serta berbagi pengalaman. Meskipun ada banyak utas di sana, Anda dapat menemukan apa pun yang Anda minati. Komunitas trader yang ramah saling berkonsultasi dan membimbing para pemula dalam membuat langkah pertama mereka dalam trading.

1.png

Jendela Trade Forex menampilkan akun broker secara langsung dari banyak trader. Di sini Anda bisa mendapatkan ide trading yang bagus untuk aset tertentu. Selain itu, ada feed streaming tentang kegiatan trading para anggota dan bahkan papan peringkat untuk melacak pengembalian terbaik bulan ini! Dengan menggunakan sumber yang luar biasa ini, Anda tidak hanya dapat melatih trading Anda tetapi juga dapat memeriksa apakah prediksi Anda benar.

2.png

Di bagian Berita Forex, Anda dapat menemukan laporan terbaru terkini yang diperlukan untuk membuat keputusan trading. Perhatikan bahwa semua laporan terus dipantau dan diperiksa faktanya oleh tim Forex Factory.

3.png

Pasar Forex berisi informasi tentang berbagai instrumen yang dilacak secara langsung dari berbagai sumber data. Bagian tersebut memberikan akses untuk menganalisis berbagai mata uang dengan logam, (contohnya Emas/GBP), energi (contohnya WTI/EUR), dan mata uang kripto (contohnya BTC/JPY).

4.png

Bagian dari situs web tentang Broker Forex memiliki daftar broker forex teregulasi teratas yang diyakinkan tidak terlibat dalam penipuan forex. Di sini, Anda dapat membandingkan broker berdasarkan kantor pusat, regulator, ketentuan trading, spread secara waktu nyata, dan deposit minimal.

5.png

Lihat apa yang ada di sini!

Kalender Forex adalah bagian situs web paling favorit oleh para trader. Dengan bantuan alat yang luar biasa ini, Anda dapat menemukan rilis ekonomi utama, melihat dampaknya terhadap pasar, dan prediksi para analis. Selain itu, bagian ini menunjukkan data paling relevan yang diperbarui secara instan.

6.png

Terakhir, ada Trade Explorer yang memberikan akses bagi para trader untuk menganalisis kinerja trading mereka. Produk ini berguna untuk memeriksa kinerja historis dan menyinkronkan data dengan akun broker yang terhubung.

Apa keuntungan dan kerugian utama dari Forex Factory?

Seperti halnya platform yang didedikasikan untuk trader, Forex Factory memiliki pro dan kontra.

Di antara keuntungan utama, kami dapat menyebutkan berbagai alat untuk menganalisis pasar, komunitas unik trader yang berbagi strategi dan memberikan ide trading, dan salah satu kalender Forex terbaik yang dapat Anda temukan di internet.

Adapun kekurangannya, kami dapat menyebutkan desain kuno dan tidak adanya informasi yang relevan pada beberapa broker.

Secara keseluruhan, Forex Factory adalah sumber informasi yang layak bagi seorang trader dan harus dikunjungi oleh setiap analis keuangan.

 

Sumber : https://fbsbrokerind.com/analytics/tips/forex-factory-the-holy-grail-for-forex-traders-33199
Penulis : Ekaterina Gorbatenko

Panduan Setting EMA Terbaik Untuk Scalping

  Menggunakan strategi EMA terbaik untuk scalping bisa memudahkan Anda saat mencari posisi buy maupun sell. Artikel ini membahas penggunaa...