Menggunakan strategi EMA terbaik untuk
scalping bisa memudahkan Anda saat mencari posisi buy maupun sell.
Artikel ini membahas penggunaan 3 EMA beda periode yang bisa Anda
manfaatkan.DI
EMA
atau Exponential Moving Average merupakan salah satu indikator teknikal
yang paling populer di kalangan trader. Sama seperti indikator Moving
Average lainnya, EMA merupakan lagging indikator. Maksudnya, sinyal yang
dikirimkan oleh EMA bergantung pada harga sebelumnya untuk bisa
memprediksi arah trend yang akan datang. Meskipun memiliki sifat yang
lagging, EMA bisa membantu trader untuk memahami pergerakan harga
sehingga mereka dapat membuat strategi trading yang solid.
Karena kesederhanaanya, EMA juga bisa dimanfaatkan untuk scalping. Lalu seperti apakah setting EMA terbaik untuk scalping?
3 EMA Untuk Scalping
Agar scalping semakin sukses, Anda bisa menggunakan 3 macam EMA. Dengan demikian, sinyal yang muncul juga akan semakin akurat. Lalu, EMA apa saja yang dibutuhkan?
EMA 9:
Moving Average ini berfungsi sebagai indikator jangka pendek. Jika
garis EMA 9 melintas ke atas garis EMA 21, tetapi masih berada di atas
EMA 55, itu berarti pasar akan uptrend dan ada kesempatan untuk buy.
Sebaliknya, jika EMA 9 melintas ke bawah EMA 21 dan EMA 55, maka pasar
akan downtrend dan Anda bisa sell.
EMA 21: Ini
adalah indikator jangka menengah. Apabila garis EMA 21 berada di bawah
EMA 9 dan di atas EMA 55, maka pasar akan uptrend. Sebaliknya, jika EMA
21 berada di atas EMA 9 dan 55, maka pasar akan downtrend.
EMA 55:
Sebagai indikator jangka panjang, EMA 55 menunjukkan sinyal downtrend
apabila posisinya berada di bawah EMA 9 dan 21. Tetapi, jika posisinya
berada di atas EMA yang lain, maka tren akan berubah menjadi bearish.
Sebelum mempelajari cara menggunakan strategi EMA untuk scalping, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
Ketika EMA terkecil mulai menjauh dari yang lain, itu berarti ada kesempatan untuk memasuki pasar.
Saat semua indikator saling berjajar, itu berarti sedang ada tren yang sangat kuat.
Setelah
Anda memahami kondisi pasar, akan lebih mudah untuk menganalisis
pergerakan harga menggunakan strategi 3 EMA di bawah ini:
1. Untuk Buy
Tunggu hingga EMA 9 menyilang di atas EMA 55, lalu EMA 9 dan EMA 21 berada di atas EMA 55.
Perhatikan swing high yang muncul sebelumnya, beli hanya jika candlestick lebih tinggi dari swing high tersebut.
Contoh di atas menggunakan pair XAU/USD dengan time frame
30 menit. Awalnya terjadi crossing EMA 9 (garis biru gelap) terhadap
EMA 55 (garis kuning). Kemudian tunggu hingga EMA 9 dan EMA 21 (garis
biru muda) berada di atas EMA 55. Setelahnya tinggal menunggu kemunculan
candlestick yang posisinya lebih tinggi dari swing high sebelumnya.
Pastikan bahwa EMA 9 telah menyilang di bawah EMA 55. Tunggu sampai EMA 9 dan EMA 21 berada di bawah EMA 55.
Anda bisa sell pada candlestick yang muncul setelah persilangan. Namun, posisinya harus berada di bawah swing low.
Setelah
kemunculan crossing EMA 9 ke bawah EMA 55, tunggu sampai EMA 9 dan EMA
21 berada di bawah EMA 55. Sell pada candlestick yang muncul usai
terjadi crossing, namun posisinya harus menembus batas bawah dari swing
low yang muncul sebelumnya.
Jangan Lupa Pasang Stop Loss
Sebetulnya,
ada banyak cara untuk menempatkan stop loss dalam strategi ini. Tetapi,
Anda harus memastikan agar jarak stop loss tidak terlalu sempit,
sehingga harga masih memiliki ruang untuk bergerak. Anda juga harus
konsisten saat menentukan stop loss.
Saat buy, Anda bisa menempatkan stop loss
setidaknya 2-5 pips di bawah Low candlestick yang menembus titik swing
high. Anda juga dapat meletakkan stop loss beberapa pips di bawah garis
support terdekat (jika ada). Sedangkan untuk sell, Anda bisa memasangnya
5 pips di atas titik high candlestick entry.
Tips Penting Tentang Scalping
Selain
menggunakan strategi EMA untuk scalping, ada beberapa hal yang berperan
penting dalam memastikan kesuksean trading Anda. Faktor-faktor berikut
ini mungkin terkesan remeh, tetapi memiliki peran yang cukup besar pada
kegiatan scalping yang Anda lakukan.
1. Memilih Broker
Perlu
diingat bahwa tidak semua broker memperbolehkan kegiatan scalping.
Beberapa broker melarang scalping karena dapat berpengaruh pada
kelancaran server. Semakin banyak trader yang melakukan scalping,
semakin besar pula kemungkinan server terganggu. Broker juga bisa
kewalahan mengantisipasi order klien. Jadi, sebelum Anda memutuskan
untuk scalping, sebaiknya cari broker yang memperbolehkan atau bahkan mendukung strategi tersebut.
Scalping sangat bergantung pada kecepatan eksekusi order, karena hal ini menentukan apakah posisi Anda bisa dieksekusi dengan tepat atau tidak. Oleh karena itu, kecepatan eksekusi yang dimiliki oleh platform trading Anda sangat menentukan kesuksesan scalping.
3. Pilih Waktu yang Tepat
Harga sering bergejolak ketika ada rilis berita high impact. Jika Anda ingin scalping, sebaiknya hindari melakukannya saat sedang ada berita berdampak tinggi terhadap aset yang diperdagangkan.
Selain itu, Anda juga wajib memilih waktu trading yang tepat agar
profit yang didapatkan bisa semakin maksimal. Kebanyakan scalper lebih
memilih trading pada saat sesi Asia, tetapi ada juga yang mengincar
waktu menjelang dibukanya sesi Eropa (sekitar pukul 12:00 s/d 15:00 WIB)
dan Amerika (sekitar pukul 20:00 s/d 22:00 WIB).
Akhir Kata
Seperti halnya strategi
trading yang lain, memanfaatkan strategi EMA untuk scalping tak bisa
menjamin bahwa semua posisi trading Anda akan langsung sukses. EMA juga
memiliki beberapa kekurangan, tetapi karena strategi ini sangat
sederhana, penggunaannya sangat cocok untuk trader pemula. Selain itu,
memanfaatkan strategi EMA untuk scalping bisa menjadi sangat efektif
jika diaplikasikan secara tepat.
Jadi selain menerapkan
aturan-aturan strategi di atas dengan disiplin, pastikan Anda juga
menerapkan stop loss untuk mengantisipasi kerugian, memilih broker yang
tepat, trading di platform yang dapat diandalkan, serta menyesuaikan
waktu trading dengan baik. Apabila sudah memahami kunci strategi ini,
Anda bisa mencoba kombinasi 3 EMA dengan periode lain dan menguji efektivitasnya di akun demo terlebih dulu.
Sumber : https://www.inbizia.com/panduan-setting-ema-terbaik-untuk-scalping-288714
Moving Average dapat menjadi indikator yang powerfull jika dapat menggunakannya dengan tepat.
Dari sekian banyak indikator yang tersedia, Moving Average (MA)
adalah indikator trend yang paling populer. Banyak kesalahan pada
penggunaan indikator ini, terutama bagi trader pemula. Baca lebih
lengkap tentang fungsi Moving Average.
Berikut adalah strategi menggunakan indikator Moving Average (MA)
Strategi Moving Average Untuk Day Trading
1. Pengaturan metatrader insert->indicators->trend->Moving Average
- Periode 8
- Method Exponential
- Warna Biru
2. Pengaturan metatrader insert->indicators->trend->Moving Average
- Periode 21
- Method Exponential
- Warna Hijau
3. Pengaturan metatrader insert->indicators->trend->Moving Average
Strategi ini juga dapat digunakan pada timeframe yang lebih tinggi.
Untuk meningkatkan akurasi pada penggunaan strategi EMA (8,21,125) dapat
ditambahkan indikator lainny.
Sumber : https://asiaprofx.com/strategi-day-trading-dengan-indikator-moving-average
MACD adalah indikator yang sangat populer digunakan oleh para trader.
MACD adalah indikator yang sudah disediakan pada platform trading MT4.
Apa sih kegunaan indikator MACD dan cara menggunakannya?.
Sebelum kita bahas, apa sih arti dari kata MACD?,,.MACD adalah singkatan
dari Moving Averages Convergence Divergence. MACD berguna untuk
mengidentifikasi Moving Averages, dimana yang mengindikasikan akan
dimulainya sebuah trend baru.Untuk membaca Trend dan support resistense,
kita bisa menggunakan Indikator Bolinger Bands.
Dengan MACD kita sudah dapat melihat tiga buah fungsi indikator,
yaitu garis MA periode pendek (fast), garis MA periode panjang (slow)
dan susunan histogram yaitu garis yang menggambarkan ukuran jarak antara
kedua MA tersebut.
Sifat sifat , kegunaan dan cara menganalisa menggunakan Indikator MACD
MACD Crossover
Kedua
Moving Average (MA) memiliki kecepatan yang berbeda, MA fast lebih
cepat bereaksi terhadap perubahan harga, sedangkan MA slow lebih lambat
bereaksinya.
Jika MA fast mulai menyilang (cross) MA slow, maka hal ini
mengindikasikan jika trend baru mulai terbentuk. Dan jika sudah terjadi
crossover , maka ini menandakan bahwa trend baru mulai terjadi. Signal
kedua terjadi yaitu ketika MA pada MACD telah menembus garis centerline
MACD.
Kelebihan dan kekurangan indikator MACD
Kelemahan indikator MACD: MACD lambat dalam memberikan signal. Karena
walau bagaimanapun, MACD terbentuk dari ratarata harga yang sudah
terjadi sebelumnya.
Kelebihannya indikator MACD: MACD jarang memberikan false signal,
karena lebih halus pergerakannya. MACD tidak menunjukan signal pada
kondisi oversold atau overbought.
Prinsip dasar dari Indikator MACD yang penting untuk diperhatikan:
1. MACD akan bergerak dan membentuk puncak tertinggi hingga mencapai lembah terendah, dan begitu juga sebaliknya.
2. Ada tiga kemungkinan pergerakan harga terhadap MACD :
Harga akan bergerak sesuai MACD
Harga bergerak berlawanan MACD, akan tetapi kemudian akan mengikuti sesuai MACD. Ini yang disebut Divergent Covergent.
Harga akan bergerak sideway hingga akhir trend MACD.
Dengan memperhatikan prinsip ini, kita akan berpeluang besar untuk
mendapatkan profit yang maksimal dan kemungkinan loss yang kecil.
Sebagai indikator untuk mendukung MACD, kita dapat menggunakan
indikator Stochastic dengan Slow 8,3,3. Ini bertujuan untuk menentukan
puncak & lembah MACD atau area oversold-overbought. Happy Trading!
Sumber : https://www.spiderbeat.com/kegunaan-dan-cara-menggunakan-indikator-macd/
Bagi yang terjun ke dunia trading, pasti tidak asing lagi dengan chart
atau grafik yang menyajikan informasi harga. Apa pun platform trading
yang digunakan, pergerakan harga akan tampil dalam bentuk naik-turunnya
grafik. Data historis tersebut menjadi media untuk melakukan analisis
secara teknikal.
Ada
berbagai jenis grafik yang kerap diandalkan para trader. Masing-masing
memiliki karakteristik dan keunggulannya sendiri. Salah satu grafik
favorit para trader adalah Candlestick.
Candlestick
dikenal dengan bentuknya yang menyerupai batang lilin. Media ini umum
dipakai untuk menganalisis pergerakan saham, forex, hingga komoditas.
Namun, tidak jarang trader terbelit dengan pola-pola yang rumit saat
mencoba membacanya. Padahal, ada cara membaca Candlestick yang lebih simpel dan akurat.
Mengenal Candlestick Chart
Sebelum belajar cara membaca Candlestick,
Anda harus mengenali karakteristiknya terlebih dahulu. Anatomi yang
menyerupai batang lilin bukan tanpa makna, melainkan citra dari
elemen-elemen penting dalam saham. Anda bisa memperhatikan gambar di
bawah ini.
Gambar di
atas menunjukkan dinamika Open High Low Close (OHLC) dalam kurun waktu
satu minggu. Garis yang ada di atas batang lilin merepresentasikan harga
tertinggi (high) dan dijuluki upper shadow. Sebaliknya, garis di bawah batang lilin mewakili harga terendah (low), sehingga disebut lower shadow.
Bodi atau
batang lilin merupakan perwujudan dari harga pembukaan dan harga
penutupan. Apabila lilin berwarna merah, artinya harga penutupan lebih
rendah dari harga pembukaan. Namun, jika lilin berwarna hijau, maka
harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan.
Sejarah Candlestick Chart
Munehisa
Honma adalah sosok di balik eksistensi Candlestick. Pria berkebangsaan
Jepang ini merupakan trader komoditas beras pada abad ke-18. Setiap
hari, ia mencatat pergerakan harga beras di atas perkamen padi. Lambat
laun, ia menemukan pola berulang dari balok-balok harga yang ia gambar.
Honma
kerap menulis tentang hukum-hukum trading. Metode yang ia kembangkan
berevolusi menjadi grafik Candlestick yang dikenal hingga sekarang.
Candlestick
terkenal sampai ke dunia barat berkat peran Steve Nison. Ia menemukan
metode tersebut saat berkenalan dengan pialang berkebangsaan Jepang,
pada tahun 1987. Tak lama kemudian, ia menuliskan buku yang berjudul Japanese Candlestick Charting Techniques. Karya tersebut dikenal luas di seluruh dunia.
Keunggulan Candlestick Chart
Apa saja keunggulan grafik berbentuk lilin ini?
Visual
Candlestick tampak impresif sehingga nyaman dipandang. Hal ini membuat
orang-orang lebih betah menganalisis pergerakannya.
Candlestick tidak hanya menunjukkan fluktuasi harga saham, tetapi juga memberikan sinyal terkait perubahan harga di masa depan.
Pada dasarnya, cara membaca Candlestick cukup mudah. Tidak harus mempelajari puluhan pola, cukup dengan mengenali elemen-elemennya.
Candlestick
mampu menampilkan psikologi pasar secara jelas. Artinya, trader bisa
mengidentifikasi pihak mana yang mendominasi, apakah pembeli atau
penjual. Hal ini bisa diamati melalui ukuran body dan shadow.
Asumsikan
dinamika harga terjadi akibat pertempuran antara penjual dan pembeli.
Setiap elemen lilin menunjukkan pihak mana yang unggul, siapa yang
mengalah, siapa yang memegang kendali, dan pihak mana yang memiliki
peluang besar untuk memenangkan pertempuran selanjutnya.
Lalu, bagaimana cara membaca Candlestick dengan lebih simpel dan akurat. Lakukan analisis pada empat elemen berikut ini:
Ukuran badan
Melalui
ukuran badan Candlestick, Anda bisa mendapatkan informasi mengenai
kekuatan masing-masing pihak. Jika badan memanjang, berarti momentum
sedang menguat. Namun, jika badan mengecil, maka momentum juga makin
pelan.
Panjang sumbu
Panjang
sumbu atau ekor Candlestick berkaitan dengan volatilitas harga. Sumbu
panjang menandakan harga yang bergerak cepat selama durasi Candlestick,
tetapi mendapat penolakan akibat adanya perlawanan.
Rasio antara panjang badan dan sumbu
Perhatikan
rasio ukuran badan dan sumbu. Ketika pasar mengalami tren dengan
momentum tinggi, Anda akan sering menemukan Candlestick berukuran
panjang tetapi dengan sumbu yang lebih kecil.
Saat
kondisi pasar tidak pasti, volatilitas akan meningkat. Di sini, badan
Candlestick akan mengecil, tetapi sumbunya justru lebih panjang.
Posisi badan Candlestick
Bila
Anda mendapati batang lilin bersumbu panjang dengan posisi badan yang
berada di salah satu ujungnya, berarti mengindikasikan perlawanan.
Sementara itu, posisi batang lilin yang berada di tengah sumbu bawah dan
sumbu atas menunjukkan ketidakpastian di pasar.
Anda boleh
saja membaca referensi mengenai macam-macam pola Candlestick. Namun,
wawasan terhadap elemennya tetap harus diprioritaskan. Jika Anda
mengenal masing-masing elemen dengan baik, maka Anda bisa menguasai cara membaca Candlestick yang lebih simpel dan akurat.
Sumber : https://www.akseleran.co.id/blog/cara-membaca-candlestick/
Spread dalam
trading forex adalah biaya yang dibebankan oleh broker untuk
mengantarkan transaksi yang Anda lakukan. Dalam platform MT4 Anda,
spread dibedakan menjadi “Bid” dan “Ask”.
Bid adalah harga jual dan Ask adalah harga beli.
Apa itu spread Bid / Ask ?
Analogi simple dari spread Bid / Ask ini adalah kurs / nilai tukar mata uang. Mari kita ambil pair EURUSD sebagai contoh :
Bid : 1.2400
Ask : 1.2402
Perbedaan antara Bid (harga jual) dan Ask (harga beli) adalah spread dari pair EURUSD, dimana spreadnya (selisih) adalah 2 pips.
Ketika Anda
melakukan trading forex di MT4, Anda akan memulainya dengan -2 pips.
Dimana spread ini merupakan nilai yang diambil broker atas transaksi
yang Anda lakukan. Karena ketika Anda melakukan transaksi tersebut,
broker juga harus membayar nilai spread ini ke pasar mata uang
internasional.
Floating spread
Broker yang menjadi
partner di Traders Family menggunakan model eksekusi STP. Dimana dalam
model ini, spread akan berubah-ubah sesuai dengan kekuatan supply dan
demand yang ada di pasar uang international.
Sebagai contoh,
EURUSD mempunyai spread normal sebesar 0.8 sampai 2 pips. Namun pada
kondisi tertentu (jarang terjadi) seperti pengumuman suku bunga dari
Bank Sentral ataupun berita NFP (tingkat pengangguran), spread dapat
melebar lebih besar dari normal, dimana ini bukanlah kesalahan sistem,
melainkan murni disebabkan oleh volatilitas pasar yang terjadi sebagai
akibat pengumuman berita besar tersebut.
Bagaimana spread mempengaruhi Take Profit / Stop Loss Anda
Mari kita ambil contoh,
Transaksi BUY :
EURUSD buy di harga 1.2700
Take Profit : 1.2800
Stop Loss : 1.2650
Harga yang akan
digunakan untuk memicu take profit / stop loss Anda adalah harga Bid.
Harga yang Anda lihat di chart adalah harga Bid. Jadi ketika EURUSD
mencapai 1.2800 (titik take profit), transaksi Anda akan ditutup (close
position). Hal yang sama akan terjadi untuk Stop Loss Anda.
Ketika Anda
melakukan BUY EURUSD, artinya Anda menjual US dollar untuk membeli EURO.
Ketika Anda close position, Anda menukarkan EURO yang Anda beli menjadi
US dollar kembali.
Harap diperhatikan!
Ketika Anda melakukan SELL, harga Ask akan digunakan sebagai pemicu bagi Take Profit / Stop Loss Anda.
Mari kita lihat ilustrasi dibawah,
Transaksi SELL :
EURUSD sell di harga 1.2700
Take Profit : 1.2600
Stop Loss : 1.2750
Jika Anda melihat
chart EURUSD telah mencapai harga 1.2600 (titik take profit) namun
transaksi Anda tidak close position secara otomatis, ingatlah bahwa hal
ini disebabkan oleh nilai spread yang terjadi di market pada saat itu.
Seperti yang sudah
kami jelaskan sebelumnya, harga Ask adalah acuan yang akan digunakan
sistem untuk memicu titik take profit / stop loss Anda.
Harga yang Anda
lihat di chart adalah harga Bid, bukan harga Ask. Dalam usaha memicu
titik take profit di 1.2600, harga EURUSD harus mencapai 1.2600 + spread
saat itu. Untuk stop loss, harga harus mencapai 1.2750 + spread saat
itu.
Jika spread saat
itu adalah 2 pips, maka take profit dari transaksi SELL EURUSD ini
berada di titik 1.2602 dan stop loss akan berada di titik 1.2752.
Sekarang, apa yang akan terjadi jika spread saat itu melebar sebanyak +10 pips?
Anda membutuhkan EURUSD mencapai harga 1.2590 untuk memicu titik take
profit, dan 1.2760 sebagai pemicu stop loss, dimana bernilai 10 pips
diatas stop loss yang telah diatur sebelumnya.
Sumber : https://tradersfamily.co.id/spread-dan-pengaruhnya-terhadap-take-profit-stop-loss/
Ada banyak iklan dagang di berbagai media untuk menarik perhatian
potensial customer mereka dengan berbagai iming – iming. Fitur dan
produk atau harga yang kompetitif yang mereka tawarkan sayangnya masih
menunjukan iklan hanyalah sebatas iklan, beserta syarat dan ketentuan
berlaku.
Tidak berbeda jauh dari perumpamaan diatas, banyak broker berlomba –
lomba menarik perhatian para investor / trader untuk memilih jasa mereka
dengan berbagai iming – iming iklan. Begitu banyak daya tarik yang
mereka berikan kepada anda yang terkadang tidak lagi rasional.
Banyak trader yang mengeluh akibat transaksi yang mereka lakukan pada
broker tertentu tidak berjalan dengan semestinya. Penulis mengalami
secara langsung hal ini dan menemukan keluhan serupa di media- media
online seperti forum.
Apakah masalah tersebut murni keteledoran kita para trader atau
memang ada kesalahan yang disengaja untuk mempermainkan para trader ?
Well, in the investment world, “If something sounds too good to be true, it definitely is.” – Washington Times 3 June 97
Broker vs Trader
Broker berfungsi
sebagai perantara yang menjembatani trader untuk melakukan transaksi di
pasar finansial. Di dalamnya pihak broker maupun trader sama – sama
mencari keuntungan. Broker mendapatkan pendapatan dari layanan yang
mereka berikan dan trader mendapatkan keuntungan dari akses dan layanan
yang mereka terima.
Ketika trader melakukan order beli atau jual, broker mendapatkan
komisi atau biaya lainnya yang dibebankan atas layanan dan sistem dari
broker.
Kembali ke pembahasan mengenai iklan dari broker, jika anda menemukan
broker yang memberikan iming iming dengan nilai spread yang kecil,
leverage yang tinggi, termasuk dengan fasilitas free swap serta welcome
bonus yang lumayan wah, maka ada baiknya anda mempertanyakan hal
tersebut.
Mengapa broker mau mengurangi hak- hak yang layaknya mereka terima dan mengembalikannya ke trader ?
Broker seperti itu tidak memberikan trader akses langsung ke market
yang sesungguhnya. Broker tersbut adalah market marker, dimana mereka
menciptakan transaksi pasar sendiri (dealing desk/ bandar/ bucket shop).
Kemungkinan broker jenis ini untuk melakukan kecurangan kepada trader
sangatlah besar. Disini trader akan bertrading melawan broker tempat
dimana trader tersebut trading. Kekalahan trader berarti keuntungan bagi
broker. Dan sebaliknya, membayar dari kas mereka sendiri bila trader
mereka mendapatkan profit.
Jadi bisa dipastikan dengan alasan apapun broker seperti ini akan
berusaha mengalahkan trader mereka bahkan dengan cara terburuk dengan
melakukan kecurangan ataupun manipulasi.
Bagaimana Broker Penipu Mencurangi Anda?
Broker berjenis bandar/ dealing desk rata- rata jarang ada yang
memiliki izin dan berada dibawah regulasi resmi, meskipun memiliki izin
hanya sebatas izin perusahaan biasa hingga mereka bebas menawarkan
apapun agar bisa lebih banyak menggaet nasabah didalamnya.
Leverage yang tinggi, spread yang rendah dan bonus- bonus lainnya
adalah kemudahan yang ditawarkan diluar batas kondisi normal, yang tidak
bisa diberikan broker resmi pada umumnya. Beberapa hal terlihat begitu
mudah namun sebenarnya berbahaya karena tidak sesuai dengan standar
keamanan semestinya. Nilai bonus yang anda dapatkan sebagai kabut
pengabur kerugian yang akan anda derita.
Berikut beberapa hal curang yang dapat dilakukan oleh broker penipu
untuk mengakali dan memanipulasi transaksi para trader mereka:
Adanya Requote ataupun Slippage
Memperlambat eksekusi orderan adalah salah satu trik yang biasa
dilakukan oleh para broker penipu. Slippage ketika anda memasang pending
order ataupun dengan terjadinya requote ketika anda langsung
mengakusisi posisi yang anda inginkan.
Pada situasi seperti itu biasanya broker penipu akan mengatakan
ketidaksediaan harga yang mengakibatkan pesanan meleset (karena
kehabisan stock) ataupun karena konektivitas jaringan internet anda yang
mengalami masalah / lamban.
Meski sebenarnya requote ataupun slippage adalah hal yang wajar di
perdagangan bursa, namun terkadang ini dimanfaatkan oleh broker penipu
untuk:
Pelebaran Spread: Hal ini merupakan bagian terfavorit bagi
para broker penipu. Pada beberapa kasus volatilitas pasar yang tinggi
memang dapat menyebabkan pelebaran spread. Namun pada beberapa broker
penipu yang menggunakan variable spread terkadang mereka juga ikut
melebarkan nilai spread mereka diluar batas toleransi.
Memanipulasi Chart: Dalam hal ini biasanya para broker penipu
menutup peluang bagi para trader mereka untuk mendapatkan posisi yang
menguntungkan. Bisa dengan membuat para trader mereka tidak bisa
melakukan closing profit atau dengan memanipulasi agar chart tidak
berjalan dengan semestinya (chart yang terlihat melompat lompat).
Misalkan trader memasang pending order di harga 110 namun broker tempat
dimana mereka bermain menjalankan order yang dipesan oleh para trader
tersebut diharga 115. Dengan alasan karena ketidaktersedian harga maka
posisi yang didapatkan adalah yang ditentukan oleh broker penipu ini.
Hal seperti ini biasanya dilakukan oleh broker penipu untuk memburu stop
loss para trader mereka.
Proses WD yang Sulit
Ada banyak kasus dimana para trader dipersulit untuk melakukan
penarikan dana mereka (withdrawal) dengan berbagai alasan, dan mungkin
tidak bisa dilakukan dengan alasan tertentu yang tidak masuk diakal
hingga anda harus kembali trading yang sebenarnya tidak perlu.
Menghapus Posisi Secara Sepihak.
Berdalih bahwa trader mereka telah melakukan transaksi yang terlarang
alias tidak sah, banyak broker penipu yang berjenis dealing desk sering
membatalkan transaksi trader mereka yang berada dalam posisi profit
secara sepihak. Biasanya hal ini dilakukan karena adanya penggunaan
teknik trading tertentu yang dilarang oleh para broker penipu tersebut.
“They said I was a valued customer, now they send me hate mail.” – Sophie Kinsella
Memilih Broker dengan Cerdas dan Teliti.
Mencari broker yang dapat diandalkan adalah faktor penting pertama
yang harus diperhatikan sebelum memulai trading. Sebaiknya para trader
mengetahui terlebih dahulu bagaimana dan seperti apa broker tempat dimana mereka menanamkan modal.
Apakah broker tersebut termasuk broker yang berkompetent, teregulasi secara resmi dan legal
atau hanya broker – broker penipu (scam) sama seperti janji palsu dalam
mempromosikan nama mereka. Banyak promosi menarik bukan berarti sepadan
dengan kualitas yang akan didapatkan.
“Discounts always attract too many attention but it doesn’t always worthy”- Repentance Shopaholic
Sumber : https://tradersfamily.co.id/broker-penipu/
Trader lama mengetahui sumber utama analitik dan berita Forex – Forex
Factory. Ini adalah salah satu situs terbesar tentang Forex dan trading
dengan komunitas trader terbesar di seluruh dunia. Misi utamanya adalah
untuk menyatukan para trader dan membantu mereka dengan ide-ide trading
dan mendapatkan lebih banyak pengetahuan. Hal baik lainnya tentang
Forex Factory adalah mereka berjuang untuk melawan informasi yang
menyesatkan dan tidak tepercaya. Fakta dan kejujuran adalah nilai utama
yang penting bagi Fair Economy Inc., pencipta portal tersebut.
Fitur apa saja yang dimiliki Forex Factory?
Situs web Forex Factory dibagi menjadi tujuh bagian: Forum Forex,
Trade Forex, Berita Forex, Kalender Forex, Pasar Forex, Broker Forex,
dan Trade Explorer.
Di Forum Forex, Anda dapat bergabung dalam diskusi
tentang berbagai topik trading. Di sini, Anda dapat menemukan berbagai
strategi trading yang cocok untuk semua jenis trader, mendiskusikan
kegiatan trading Anda, serta berbagi pengalaman. Meskipun ada banyak
utas di sana, Anda dapat menemukan apa pun yang Anda minati. Komunitas
trader yang ramah saling berkonsultasi dan membimbing para pemula dalam
membuat langkah pertama mereka dalam trading.
Jendela Trade Forex menampilkan akun broker secara
langsung dari banyak trader. Di sini Anda bisa mendapatkan ide trading
yang bagus untuk aset tertentu. Selain itu, ada feed streaming tentang
kegiatan trading para anggota dan bahkan papan peringkat untuk melacak
pengembalian terbaik bulan ini! Dengan menggunakan sumber yang luar
biasa ini, Anda tidak hanya dapat melatih trading Anda tetapi juga dapat
memeriksa apakah prediksi Anda benar.
Di bagian Berita Forex, Anda dapat menemukan laporan
terbaru terkini yang diperlukan untuk membuat keputusan trading.
Perhatikan bahwa semua laporan terus dipantau dan diperiksa faktanya
oleh tim Forex Factory.
Pasar Forex berisi informasi tentang berbagai
instrumen yang dilacak secara langsung dari berbagai sumber data. Bagian
tersebut memberikan akses untuk menganalisis berbagai mata uang dengan
logam, (contohnya Emas/GBP), energi (contohnya WTI/EUR), dan mata uang
kripto (contohnya BTC/JPY).
Bagian dari situs web tentang Broker Forex memiliki
daftar broker forex teregulasi teratas yang diyakinkan tidak terlibat
dalam penipuan forex. Di sini, Anda dapat membandingkan broker
berdasarkan kantor pusat, regulator, ketentuan trading, spread secara
waktu nyata, dan deposit minimal.
Lihat apa yang ada di sini!
Kalender Forex adalah bagian situs web paling
favorit oleh para trader. Dengan bantuan alat yang luar biasa ini, Anda
dapat menemukan rilis ekonomi utama, melihat dampaknya terhadap pasar,
dan prediksi para analis. Selain itu, bagian ini menunjukkan data paling relevan yang diperbarui secara instan.
Terakhir, ada Trade Explorer yang memberikan akses
bagi para trader untuk menganalisis kinerja trading mereka. Produk ini
berguna untuk memeriksa kinerja historis dan menyinkronkan data dengan
akun broker yang terhubung.
Apa keuntungan dan kerugian utama dari Forex Factory?
Seperti halnya platform yang didedikasikan untuk trader, Forex Factory memiliki pro dan kontra.
Di antara keuntungan utama, kami dapat menyebutkan berbagai alat
untuk menganalisis pasar, komunitas unik trader yang berbagi strategi
dan memberikan ide trading, dan salah satu kalender Forex terbaik yang dapat Anda temukan di internet.
Adapun kekurangannya, kami dapat menyebutkan desain kuno dan tidak adanya informasi yang relevan pada beberapa broker.
Secara keseluruhan, Forex Factory adalah sumber informasi yang layak
bagi seorang trader dan harus dikunjungi oleh setiap analis keuangan.
Sumber : https://fbsbrokerind.com/analytics/tips/forex-factory-the-holy-grail-for-forex-traders-33199 Penulis : Ekaterina Gorbatenko
Rahasia setting bollinger bands
scalping paling akurat adalah cara membaca dan melakukan edit parameter
pada indikator sehingga menghasilkan sinyal yang lebih valid – Jurnal forex.
Halo sobat sekalian, bertemu kembali dalam pembahasan menarik hari ini yaitu tentang indikator trend akurasi tinggi.
Alat
tersebut sudah ada dalam bawaan metatrader 4 sebagai alat trading
default. Alat ini sangat digemari banyak orang khususnya scalper.
Kita
tahu, bahwa langkah awal seorang trader dalam membangun sistem trading
adalah mencari alat trading aman, nyaman dan mampu meberikan profit
konsisten.
Maka dari itu, bollinger bands adalah salah satu indikator favorit karena mudah untuk dibaca dan memberikan sinyal akurat untuk membangung sistem tersebut. Kemudian bagaimana untuk setting bollinger bands akurat?
Sebelum membahas lebih lanjut tentang alat tersebut, berikut penjelasan singkat tentang scalping.
Apa Itu Scalping?
Dalam perdagangan forex ada tiga istilah umum yaitu scalping, forex harian dan swing. Tiga istilah tersebut dipakai untuk membedakan waktu dan cara trading dalam forex.
Scalping
adalah cara trading dimana mengutamakan kecepatan baik untuk masuk atau
keluar market. Ciri khusus dalam scalping adalah mengambil keuntungan
beberapa pip (sekitar 5 – 10) dengan frekuensi trading berulang-ulang.
Sebagai
pelaku scalping, biasanya mereka menggunakan time frame M5, M15 dan H1.
Hal ini didasari oleh kecepatan waktu yang dibutuhkan untuk melihat
formasi indikator jangka pendek.
Keuntungan menggunakan scalping
adalah mampu memberikan profit dengan cepat sehingga bisa mengurangi
beban psikologi, tetapi disamping kelebihan tersebut tentu saja ada
kelemahan yang dimiliki yaitu pergerakan keluar dari prediksi akibat
dari berita fundamental.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan jika Anda ingin menekuni teknik scalping:
Harus
memiliki waktu lebih dalam memantau pergerakan harga tiap 15 menit
karena jika tidak maka Anda akan kehilangan banyak momen karena tidak
fokus.
Harus memiliki ketenangan psikologi lebih karena kadang harga bergerak tidak sesuai prediksi.
Memperhatikan jadwal rilis berita setiap saat untuk menghindari pergerakan harga diluar prediksi.
Tetap konsisten pada rule, karena ketika terlalu sering melihat grafik akan banyak godaan secara psikologi.
Harus memakai broker degan spreads rendah karena mengingat target profit yang ingin diambil sangat kecil.
Memakai jaringan internet kuat agar cepat dalam melakukan eksekusi masuk atau keluar market.
Itu tadi beberapa hal penting bagi Anda untuk membangun sistem
scalping. Dengan memperhatikan hal tersebut maka akan lebih mudah untuk
mencapai profit secara konsisten.
Banyak trader gagal dalam tahap
ini karena tidak memiliki psikologi kuat dan sering berubah-ubah dalam
menggunakan indikator dan sistem trading.
Dengan selalu bersabar
dan fokus dalam mempelajari cara kerja indikator maka dalam beberapa
saat Anda akan menemukan kelebihan dan kekurangan alat tersebut untuk
membangun sistem trading.
Rahasia Bollinger Bands.
Bollinger
bands sebagai salah satu indikator trend, sebetulnya memiliki rahasia
umum kenapa alat ini sangat digemari. Rahasia paling umum adalah alat
forex ini mampu untuk membaca arah trend serta volatilitas market.
Dua
rahasia tadi sering digunakan para scalper untuk mencari keuntungan.
Bollinger bands scalping mampu memberikan hasil positif, namun untuk
meningkatan kinerja agar memberikan efek maksimal, alat tersebut harus
disertai dengan indikator lain sebagai pemandu kekuatan market seperti
oscillator.
Oscillator berfungsi sebagai rambu-rambu dalam memasuki market.
Ketika sudah berada di area jenuh beli maka bukan waktu ideal untuk
melakukan buy begitu juga ketika di area jenuh jual bukan waktu ideal
untuk melakuan sell.
Ketelitian dan kehati-hatian sangat penting
dalam menggunakan indikator ini mengingat jumlah profit yang di ambil
hanya beberapa pip, sehingga ketika jumlah kerugian lebih besar dari
profit yang diperoleh maka sistem trading ini akan gagal.
Setting Bollinger Bands Akurat
Cara untuk melakukan setting secara akurat bisa dilakukan secara mudah yaitu:
Buka
indikator dan masukan beberapa parameter sebagai berikut. Pertama buka
terlebih dahulu bollinger bands seperti gambar di bawah ini:
Setelah itu, maka akan terbuka jendela properti seperti gambar di bawah ini:
Dari form properti tersebut terdapat beberapa parameter yang harus diisi yaitu:
Periode:
Parameter ini sebagai input peridoe Moving Average (MA) pada garis
tengah indikator bollinger bands sebagai alat pembaca trend.
Deviation:
Parameter ini sebagai input jarak atara pita bawah atau pita atas
dengan garis MA. Parameter ini berfungsi sebagai alat pembaca
volatilitas dengan ketentuan semakin lebar jarak antara pita bawah atau
pita atas dengan garis MA maka nilai volatilitas semakin tinggi dalam
artian trend masih berjalan dengan kuat. Begitu juga sebaliknya.
Apply
to: Parameter ini berfungsi sebagai pembaca data input. Sebagai contoh
opsi close, maka data tersebut di input dari harga penutupan
candlestick.
Untuk Setting Bollinger Bands akurat bisa menggunakan
parameter default atau Periode=20, Deviation=2.00, Shift=0, Apply to=0
karena nilai tersebut sudah memberikan hasil bagus asal digabung dengan
alat oscillator seperti stochastick (9,3,5).
Biasanya bollinger bands dipakai untuk scalping pada time frame M15, M30 atau H1.
Itu
tadi beberapa langkah sederhana untuk mengatur parameter dalam
bollinger bands agar memberikan efek akurat dalam menganalisis
pergerakan. Dengan menggunakan parameter bawaan metatrader, Anda sudah
bisa melakukan trading dengan baik asal dijalankan dengan benar dan
disiplin.
Cara Menggunakan
Langkah untuk memakai bollinger bands dan stochastic bisa dilihat seperti gambar berikut:
Aksi Jual: Trader bisa melakukan sell ketika harga sudah menyentuh pita atas dan indikator stochastick berpotongan diarea jenuh beli.
Aksi Beli: Trader bisa melakuan buy ketika harga sudah menyentuh pita bawah dan indikator stochastick berpotongan di area jenuh jual.
Langkah
tersebut merupakan cara paling simpel dalam menggunakan bollinger bands
scalping untuk range waktu yang pendek seperti M15, M30 dan H1.
Ada beberapa catatan dalam menggunakan indikator tersebut, maka dari itu simak terus pembahasan berikut.
Kelemahan dan Kelebihan
Setiap indikator pasti memiliki kelemahan, tidak ada indikator mampu berdiri sendiri secara sempurna untuk mengalahkan market.
Dalam hal ini, bollinger bands memiliki kelemahan sebagai berikut:
Susah untuk memprediksi harga jika sedang trending atau ada berita fundamental berdampak kuat.
Teknik ini tergolong melawan trend, sehingga resiko terbawa arus lumayan besar.
Namun selain kelemahan, ada kelebihan dari sistem trading ini:
Sangat akurat jika dipakai pada saat market sedang sideways atau tidak ada pengeruh kuat fundamental.
Memberikan hasil baik jika dipakai pada area support atau resistance.
Nilai profitable bisa mencapai 70% jika dilakukan dengan benar dan berpegang pada sistem rule yang telah ditetapkan.
Kelemahan
bukan menjadi kendala dalam menggunakan alat ini mengingat tidak ada
indikator yang profitable 100%. Kesalahan baca atau noise tetap akan
ada, namun bagaimana Anda membaca kelemahan tersebut sebagai rambu-rambu
dalam menggunakannya maka alat tersebut tetap akan berkerja dengan
baik.
Poin Penting.
Dari poin kelebihan dan kekurangan tadi maka bisa diambil beberapa hal penting sebagai catatan yaitu:
Hindari berita fundamental berdampak kuat, karena ini menjadi musuh terberat bagi para scalper.
Jangan terburu-buru masuk market jika setup forsmasi indikator belum terlihat dengan pasti.
Perhatikan area support dan resistance sebagai acuan transaksi.
Perpaduan dengan indikator oscillator akan memberik efek lebih baik dalam melakuan scalping.
Kesimpulan.
Setiap indikator pasti memiliki kelemahan, dengan tetap berpegang pada rule permainan akan memberikan hasil lebih baik. Setting bollinger bands scalping paling akurat
ini memberikan gambaran dasar bagaimana melakukan input pada properti
parameter agar memberikan hasil maksimal dengan dipadukan indikator
lainn agar memberi efek maksimal.
Sumber : https://www.jurnalforex.com/2018/09/setting-bollinger-bands-scalping-paling-akurat.html
Leverage adalah sejenis pinjaman tanpa bunga yang disediakan oleh
broker. Anda dapat menggunakan leverage untuk meningkatkan besaran
posisi Anda dan dengan demikian, meningkatkan keuntungannya. Atau, Anda
dapat menggunakan leverage untuk mengurangi margin (jaminan yang diminta
oleh broker untuk posisi terbuka).
Baca terus dan Anda akan
mempelajari apa itu leverage dan cara kerjanya. Anda juga akan belajar
bagaimana cara untuk menghitung dan mengetahui leverage yang paling
optimal. Saya akan membahas semua pro dan kontra dari perdagangan dengan
leverage dan memberikan contoh nyata dari perdagangan forex leverage.
Apa itu leverage? Definisi Leverage & Artinya
Bayangkan
Anda membeli apel di pasar grosir di kota besar dan menjualnya di pasar
lokal di kota kecil. Jelas ada biaya tambahan tertentu untuk
menyediakan layanan pemindahan apel dari pasar grosir ke kota kecil.
Dan
semakin banyak apel yang dapat Anda beli di pasar grosir maka semakin
banyak yang akan Anda peroleh dari markup (asalkan semua apel terjual
habis). Tetapi Anda memiliki uang tunai dalam jumlah terbatas. Anda
memahami bahwa Anda dapat menjual apel 5 kali lebih banyak di pasar
lokal dan Anda pergi ke bank untuk mengambil pinjaman.
Leverage
forex yang dijelaskan secara sederhana adalah sejenis pinjaman bank yang
diberikan oleh broker kepada trader forex. Jika Anda memiliki deposit
yang relatif kecil dan menggunakan leverage maka Anda dapat membeli
beberapa kali lebih banyak mata uang atau saham dan karenanya dengan
menghasilkan keuntungan beberapa kali lebih banyak.
Apa itu Leverage di Forex?
Tetapi
ada perbedaan yang signifikan antara pinjaman bank dan leverage forex.
Seorang trader forex dapat menggunakan leverage kapan saja secara
gratis, broker memberikan pinjaman tanpa bunga yang dibebankan pada
jumlah hutang.
Leverage keuangan dalam perdagangan FX adalah:
Pilihan
yang memungkinkan seorang trader untuk memasuki perdagangan dengan
volume beberapa kali lebih besar dari jumlah uang sebenarnya pada
deposit perdagangan.
Instrumen perdagangan margin, yaitu dana
yang Anda pinjam untuk meningkatkan volume posisi dan juga untuk
meningkatkan keuntungan Anda, jika ekuitas Anda tidak cukup.
Rasio antara deposit Anda dan volume posisi yang Anda buka.
Leverage
Forex maksimum ditentukan dalam kondisi perdagangan untuk setiap jenis
akun perdagangan. Misalnya, leverage maksimum untuk satu akun adalah
1:200; untuk akun lain, akan menjadi 1: 1000.
Contoh leverage di forex:
Leverage
1: 1 berarti trader hanya trading dengan dana sendiri. Rasio antara
deposit trader dan jumlah uang yang diperdagangkan. Artinya, jika trader
memiliki $100, dia tidak dapat membuka posisi dengan total volume lebih
dari $100.
Leverage 1:1000 berarti bahwa trader dapat membuka
posisi 1000 kali lebih banyak volume daripada dana yang dimilikinya.
Artinya, jika Anda memiliki $100 maka Anda dapat membuka posisi
$100*1000 = $100 000.
Leverage mana yang paling aman? Leverage minimum yang diperbolehkan adalah 1: 1.
Secara
teori, tidak ada batas atas, itulah sebabnya Anda dapat menemukan
leverage Forex 1:3000. Namun, regulator keuangan sangat menyarankan
broker untuk menurunkan batas maksimum leverage untuk mengurangi risiko
kehilangan deposit trader.
Leverage vs. Margin - Perbedaan & Hubungan
Definisi
leverage lainnya adalah pilihan untuk meningkatkan dana trader yang
diberikan sebagai jaminan untuk membuka dan mempertahankan posisi.
Sebagai
contoh, leverage operasi 1:100, dalam hal ini, berarti untuk membuka
posisi 1000 unit mata uang dasar, trader akan membutuhkan uang 100 kali
lebih sedikit, yaitu 10 unit.
Jumlah uang ini disebut margin, yaitu jumlah yang ditahan oleh broker sampai posisi terbuka ditutup.
Margin
adalah uang yang dibutuhkan sebagai jaminan yang harus Anda miliki di
akun Anda untuk dapat trading Forex menggunakan leverage.
Rumus umum untuk menghitung margin terlihat seperti ini:
Margin = volume posisi (ukuran kontrak, lot) / leverage
Misalnya, jika Anda menggunakan leverage 1:2 untuk memasuki perdagangan $100 dengan persyaratan margin adalah 00/2 = $50.
Mari kita pelajari posisi terbuka pada EUR/USD dengan leverage 1: 1 sebagai contoh:
Total aset. Ini adalah jumlah dana pada deposit
trader yang sama dengan saldo (jumlah deposit pada saat pembukaan posisi
+ keuntungan / kerugian yang dihasilkan oleh posisi terbuka). Itu
adalah jumlah yang akan ada di akun jika posisi segera ditutup. Saat
posisi terbuka, jumlahnya masih mengambang.
Aset yang digunakan (margin, jaminan).
Ini adalah dana yang ditahan oleh broker saat Anda memasuki
perdagangan. Ini adalah jumlah deposit Anda yang terkait langsung dengan
leverage.
Dana yang tersedia untuk transaksi
adalah jumlah uang bebas yang dapat digunakan trader. Ini dihitung
sebagai perbedaan antara ekuitas dan margin. Jumlahnya mengambang,
karena memperhitungkan untung/rugi saat ini pada posisi terbuka.
Dalam contoh ini, saya memasuki perdagangan lot minimum 0.01 (volume
yang lebih kecil tidak disediakan oleh kondisi perdagangan), yang
membutuhkan $1.127.21. Jumlah ini tercermin dalam baris "ASET YANG
DIGUNAKAN" dan saya memiliki sedikit lebih dari $872 uang bebas. Artinya
saya tidak bisa masuk yang lain, saya hanya tidak punya cukup uang.
Saya membuka akun demo yang sama, tetapi dengan leverage 1:10 dan
memasuki tiga perdagangan dengan volume 0.01 lot. Dengan leverage 1:10,
saya membutuhkan uang 10 kali lebih sedikit untuk memasuki perdagangan
serupa dengan efek yang sama. Jadi, saya bisa memasuki 10 perdagangan
dengan volume 0.01 lot pada saat yang sama (misalnya, untuk beberapa
instrumen). Atau saya bisa masuk satu perdagangan, tetapi dengan volume
0.1 lot.
Kami harus memiliki deposit minimum lebih dari $1127.21 untuk memasuki
perdagangan dengan volume minimum 0.01 lot dengan leverage 1:1. Dengan
leverage 1:1000, marginnya menjadi $1.1272. Artinya, jumlah dana saya
sendiri sebesar $1.13 akan cukup untuk memasuki perdagangan semacam itu.
Kesimpulan lain didapat dari contoh ini. Semakin tinggi
leverage maka semakin rendah margin, yang berarti trader memiliki lebih
banyak dana tersisa untuk trading.
Ringkasan singkat. Margin adalah jumlah uang yang disisihkan oleh broker saat trader memasuki perdagangan. Ini dapat disajikan sebagai tabel:
Jika Anda trading dengan leverage 1: 1, persyaratan margin sama
dengan volume posisi (broker menahan dana jaminan 100% dari jumlah penuh
posisi).
Dengan leverage 1: 100, jika Anda memasuki perdagangan
dengan volume yang sama, broker hanya menyisihkan 1% dari jumlah penuh
posisi.
Mengapa Trading dengan Leverage di Pasar Forex?
Anda
dapat trading tanpa leverage sama sekali. Namun, ada situasi ketika
leverage membuatnya lebih mudah untuk mencapai target keuangan Anda
atau/dan meningkatkan keuntungan Anda. Sebagai contoh:
Anda
dapat membuka posisi dengan volume minimum yang diperbolehkan (biasanya
0.01 lot) meskipun Anda memiliki deposit kecil. Anda tidak dapat
memasuki perdagangan pada beberapa aset tanpa leverage jika Anda
memiliki deposit $10 (atau bahkan $100). JADI, leverage keuangan bisa
menjadi satu-satunya kesempatan bagi seorang pemula untuk memulai
perdagangan. Anda akan mengetahui lebih banyak tentang ini di bagian
selanjutnya.
Anda dapat meningkatkan volume posisi Anda. Bayangkan bahwa deposit Anda memungkinkan Anda untuk memasuki perdagangan pada EUR/USD dengan volume 0.01 lot, di mana 1 pip adalah 10 sen (untuk harga empat digit).
Berikut
contohnya: Anda 100% yakin bahwa harga akan mencakup 10 poin ke arah
yang diperlukan. Tanpa leverage, Anda akan mendapatkan 10*10 = 100 sen
($1). Ambil leverage Forex 1:100 dan masukkan perdagangan 100 kali lebih
besar, volume perdagangannya adalah 1 lot. Keuntungan Anda dari 10 poin
tertutup juga akan 100 kali lebih banyak - $100. Namun, aturan
manajemen risiko mengatakan Anda tidak boleh memasuki perdagangan untuk
seluruh jumlah deposit Anda, tetapi ini hanya sebuah contoh, untuk
menunjukkan bagaimana leverage bekerja dalam perdagangan Forex.
Anda dapat memasuki lebih banyak perdagangan, dan karenanya, tingkatkan deposit Anda.
Contoh: Anda memiliki $100. Saat Anda membuka posisi dengan volume $100
(tanpa leverage), broker segera menyimpan semuanya untuk menjaga posisi
Anda tetap terbuka. Seluruh jumlah deposit ditahan dan Anda tidak dapat
memasuki lebih banyak perdagangan.
Jika Anda menggunakan
leverage 1:10, maka broker hanya akan menyisihkan $10 untuk perdagangan
$100. Kemudian Anda dapat menggunakan sisa $90 untuk memasuki
perdagangan baru. Misalnya, Anda dapat memasuki perdagangan pada aset
lain dan dengan demikian mendiversifikasi risikonya.
Anda akan
lebih memahami apa itu leverage Forex jika Anda membuka beberapa akun
demo dengan deposit berbeda, leverage berbeda dan memasuki beberapa
perdagangan berbeda.
Anda dapat melakukannya dengan melalui beberapa langkah mudah:
daftarkan profil dengan LiteFinance (klik tombol Pendaftaran di pojok kanan atas). Ini tidak akan memakan waktu lebih dari beberapa menit.
klik pada tab METATRADER di sebelah kanan grafik perdagangan Anda di profil klien Anda.
Klik tombol BUKA AKUN, pilih leverage dan setelah membuat akun, tetapkan
sebagai Akun utama. Oleh karena itu, Anda akan membuka akun real dan
demo. Untuk beralih dari satu akun ke akun lainnya, buka tab Metatrader
lagi dan ubah akun yang diperlukan menjadi akun utama.
Akun demo menyediakan rentang leverage dari 1: 1 hingga 1:1000. Pada akun perdagangan nyata (Classic dan ECN), kisaran leverage juga dari 1:1 hingga 1:1000.
Bagaimana
cara memeriksa leverage akun Anda di platform MT4? Tidak ada pilihan
seperti itu secara langsung di MT4 (tidak masuk akal untuk menghitung
berdasarkan level margin).
Pilihan seperti itu disediakan di
profil trader, di mana Anda juga dapat membuka akun MT4 dan
melampirkannya ke terminal dengan login dan kata sandi. Anda dapat
melihat leverage untuk setiap akun di profil Anda. Anda juga dapat
mengubah leverage dengan memasuki menu Metatrader di sebelah kanan.
Bagaimana Leverage Bekerja dalam Perdagangan Forex?
Mari kita lihat bagaimana leverage Forex bekerja pada contoh situasi nyata dari platform perdagangan LiteFinance.
Misalkan Anda telah mendepositkan $100 di akun investor Anda dan ingin melakukan perdagangan pada pasangan mata uang EUR/USD, yang pertukarannya saat ini adalah 1.13. Berdasarkan kondisi perdagangan, volume perdagangan minimum adalah 0.01 lot.
Berdasarkan
kondisi perdagangan, volume transaksi minimum adalah 0.01 lot. Karena 1
lot adalah 100,000 unit mata uang dasar, volume perdagangan 0.01 lot
akan sesuai dengan 1000 unit. Artinya, volume perdagangan 0.01 lot
berarti Anda dapat membeli setidaknya 1000 euro, yang mana Anda akan
membutuhkan lebih dari $1130. Tetapi Anda hanya memiliki $100 di akun
Anda dan platform tidak akan membiarkan Anda membuka order.
Jika Anda menggunakan leverage 1:10, Anda sudah dapat mengelola
$1000. Tapi itu belum cukup. Jelas dari angka tersebut, memiliki deposit
$1000 Anda menerima pesan dana di akun Anda tidak cukup? Dan Anda tidak
bisa membuka posisi.
Saat Anda menggunakan leverage 1:20 (ini
adalah leverage yang cukup aman untuk trader pemula dalam hal manajemen
risiko), Anda akan dapat melakukan perdagangan dengan volume 0.02 lot.
Keuntungan Leverage
Kelebihan dari perdagangan leverage di Forex:
Anda dapat memasuki perdagangan dengan volume yang jauh lebih besar dari modal Anda sendiri.
Leverage
adalah pinjaman tanpa bunga. Untuk meningkatkan jumlah deposit Anda dan
memasuki perdagangan dengan volume yang lebih besar maka Anda dapat
mengambil pinjaman di bank, tetapi Anda harus membayar bunga.Broker
forex tidak memungut bunga untuk memberi Anda leverage.
Anda
dapat meningkatkan keuntungan Anda menggunakan leverage. Jika Anda
meningkatkan volume perdagangan Anda sebanyak 10 kali dengan menggunakan
leverage, Anda akan meningkatkan keuntungan Anda juga sepuluh kali
lipat (saya menulis ini sebelumnya).
Dengan volume perdagangan
yang sama untuk aset yang sama, deposit tanpa leverage akan dihentikan
lebih cepat daripada deposit perdagangan dengan leverage.
Kekurangan Leverage
Kekurangan perdagangan dengan leverage Forex meliputi:
Risiko
lebih tinggi terkait dengan peningkatan total volume perdagangan
terbuka. Peningkatan volume posisi juga meningkatkan nilai suatu poin.
Oleh karena itu, potensi kerugian Anda juga meningkat. Leverage tinggi
menyiratkan potensi keuntungan tinggi serta potensi kerugian tinggi.
Margin
call/stop-out. Masalah ini berasal dari poin sebelumnya. Jika Anda
memasuki perdagangan EUR/USD dengan volume 1 lot, satu poin berharga
$10.Jika volume posisi 0.01 lot, satu poin berharga 10 sen. Dalam kasus
pertama, deposit akan dihentikan lebih cepat.
Jebakan
psikologis. Bila Anda memiliki dana bebas yang terhindar dari
persyaratan margin dengan bantuan leverage. Ini dapat mendorong Anda
untuk meningkatkan volume posisi Anda hingga perdagangan yang merugi
jika Anda ingin memenangkan kembali kerugian Anda. Hal ini juga dapat
menyebabkan kepercayaan yang tidak dapat dibenarkan atas potensi
keuntungan.
Penting! Semua kekurangan leverage di atas adalah kekurangan yang hanya jika trader lupa tentang aturan managemen resiko
dan meningkatkan volume posisi yang diatur oleh adanya emosi. Jika Anda
menggunakan leverage broker (bahkan leverage tinggi) tanpa memperbesar
volume posisi maka itu tidak terkait dengan risiko apa pun.
Produk Leverage (bagaimana menghitung leverage untuk berbagai aset perdagangan)
Jadi, sekarang saya yakin Anda mengerti arti secara umum dari margin dan leverage. Izinkan saya meringkas secara singkat:
Leverage
keuangan adalah pinjaman tanpa bunga yang disediakan oleh broker, yang
memungkinkan pembelian lebih banyak aset atau untuk mengurangi margin,
menghemat dana yang akan dipesan oleh broker sebagai jaminan.
Margin
adalah dana trader yang disimpan oleh broker sebagai jaminan (dana
nyata di akun Anda) saat memasuki perdagangan. Ini dihitung berdasarkan
rumus posisi Volume/Leverage.
Stop out di Forex adalah level di
mana semua posisi aktif trader ditutup secara otomatis oleh broker
mereka, Ini dihitung sebagai persentase dari Level yang ditetapkan oleh
kondisi perdagangan. Level tersebut, pada gilirannya yang dihitung
sebagai total Aset (atau total dana)/Aset yang digunakan (Margin,
jaminan)*100.
Konsep di atas diperlukan untuk mengembangkan
sistem manajemen risiko dan menghitung tingkat risiko yang dapat
diterima. Rumus di atas hanya relevan untuk CFD mata uang yang
diperdagangkan di Forex. Untuk instrumen perdagangan lainnya, rumus
perhitungannya berbeda. Begitu juga konsep leverage di bursa saham
misalnya berbeda dengan pengertian leverage Forex sebagai dana pinjaman
yang disediakan oleh broker.
1. Perdagangan mata uang (harga langsung, harga tidak langsung dan nilai tukar silang)
1.1. Harga langsung.
Harga langsung adalah nilai tukar mata uang asing di mana USD berada di posisi kedua dalam pecahan.
Sebuah contoh. Pasangan mata uang EUR/USD mengacu pada harga langsung. Nilai tukar 1.13 berarti bahwa trader membutuhkan $113,000 untuk membeli 1 lot (100000 euro).
Atau
$1130 untuk volume perdagangan minimum 0.01 (1000 euro).Dengan leverage
1:100, margin akan menjadi 0.01*100,000/100*1,13, di mana:
1000 - euro, volume mata uang yang dibeli (volume posisi).
100 - Leverage.
1.13 - nilai tukar.
Persyaratan margin adalah $ 11,3.
Itu adalah seperseratus dari jumlah uang yang akan dihabiskan trader untuk membeli 1000 euro (0.01 lot).
1.2. Harga tidak langsung
Harga tidak langsung adalah harga mata uang di mana USD berada di tempat pertama.
Margin = Ukuran posisi/leverage
Contoh: Pasangan mata uang USD/CAD adalah harga tidak langsung.
Karena dana jaminan dihitung dalam mata uang pertama untuk pasangan mata uang ini, dalam hal ini, akan dihitung dalam USD.
Perdagangan dengan 0.01 lot berarti bahwa trader akan membutuhkan $1000 untuk membeli dollar Kanada.
Dengan leverage 1:100, marginnya adalah: 0.01*100.000/100 = $10.
1.3. Nilai tukar silang.
Nilai
tukar silang adalah nilai tukar mata uang yang tidak termasuk USD. Tapi
jaminan di sini juga dihitung dalam mata uang yang pertama dalam rasio.
Margin = Volume posisi*Ukuran kontrak/Leverage* harga mata uang pertama dalam USD
Sebuah contoh. Pasangan mata uang GBP/CAD adalah nilai tukar silang.
0.01 lot berarti seorang trader membeli 1000 pound untuk dollar Kanada sesuai dengan kurs nilai tukar pasar.
Karena
mata uang dasar trader adalah dollar AS, jumlah uang yang ditunjukkan
di bagian Aset yang Digunakan akan dinyatakan dalam USD.
Dengan leverage 1:200, marginnya adalah 0.0 *100000/200*1.2639 = 6.319
1000 - lot minimum (0.01).
200 - leverage.
1.2639 - Nilai tukar GBP/USD (sedikit deviasi dari angka di hasil tangkapan layar dari nilai tukar floating).
Nilai margin ini Anda lihat di layar, di tab Aset yang Digunakan.
2. ETF
Ada
perbedaan signifikan dalam bagaimana leverage diterapkan ke pasar
pertukaran, yang diotorisasi dan diatur, dan pasar over-the-counter.
2.1. Exchange-traded indexes.
ETF
adalah dana indeks yang sahamnya diperdagangkan di bursa. Ini
didasarkan pada portofolio aset terstruktur, seringkali memiliki biaya
tetap.Membeli saham dari dana ETF, trader sebenarnya berinvestasi dalam
portofolio investasi terkonsolidasi, yang dapat memiliki struktur yang
terdiversifikasi atau terdiri dari instrumen segmen tertentu.
ETF
leverage memungkinkan Anda meningkatkan profitabilitas saham dengan
ukuran leverage. Misalnya, jika Anda berinvestasi di NASDAQ ETF tanpa
leverage maka Anda akan mendapat keuntungan 1% jika indeks naik 1%. Jika
Anda berinvestasi dalam ETF menggunakan leverage, Anda akan mendapat
untung 2% -3% dari pertumbuhan indeks sebesar 1%. ETF semacam itu juga
disebut sebagai perdagangan margin.
2.2 Indeks Forex.
Anda
juga dapat memperdagangkan indeks dengan broker Forex. Keuntungan dari
perdagangan indeks Forex adalah ada ambang masuk yang lebih rendah dan
prosedur yang kurang formal. Perdagangan masuk dalam beberapa klik.
Pilih instrumen yang ingin Anda ketahui spesifikasinya. Dalam hal ini, ini adalah indeks FTSE.
Volume posisi adalah volume yang akan Anda beli dalam lot. Ukuran
kontrak, ukuran poin, persentase margin - semua data ini ditemukan dalam
spesifikasi kontrak. Persentase margin 1% berarti leverage 1:100
digunakan pada instrumen.
Dana jaminan (margin) = 1*1*6111.7/0.1*0.01*1/100 = 6.1117, di mana:
1 - volume posisi. Ini sesuai dengan 1 lot, Anda tidak dapat mengatur volume yang lebih kecil.
1 - ukuran kontrak, data spesifikasi.
6111.7 - harga kontrak.
0.1 - ukuran tick harga.
0,01
- nilai tick. Perhatikan bahwa screenshot MT4 menampilkan 0 di bagian
ini. Ini adalah kelemahan platform, yang mana membulatkan nilai ke bawah
untuk kontrak ini.
1 - persentase margin. Ini adalah analogi leverage.
Karena
mata uang margin adalah GBP dan mata uang depositnya adalah dollar AS.
Kami akan mengoreksi nilai tukar, 6.1117*1.2639 = 7.73. Itu adalah
persyaratan margin untuk kontrak yang dinyatakan dalam USD.
Penting!
Perhatikan bahwa dalam perdagangan indeks Forex, leverage tidak menjadi
masalah, karena tidak mengambil bagian dalam rumus perhitungan margin.
Persentase
margin dipertimbangkan di sini. Persentase margin ditentukan oleh
broker untuk setiap indeks. Persentasenya tergantung pada penyedia
likuiditas. Jumlah posisi dikoreksi oleh koefisien ini.
Dalam hal
ini, persentase margin bisa disebut analog leverage. Ini adalah
persentase yang diambil dari margin jika diasumsikan tidak ada leverage.
Misalnya,
persentase margin 10% sesuai dengan leverage 1:10. Persentase margin 1%
sesuai dengan leverage 1:100. Anda akan melihat cara kerjanya lebih
detail lebih lanjut ketika saya menjelaskan contoh aset tertentu.
3. CFDs
CFD adalah contract for difference, ini adalah instrumen utama yang diperdagangkan di Forex (juga populer di pasar bursa).
Perdagangan
produk CFD tidak memerlukan pertukaran nyata saham, logam atau
komoditas lain, misalnya minyak. Ketika transaksi berakhir, harga saat
ini dibandingkan dengan harga yang relevan pada saat kesepakatan
kontrak. Pembeli dan penjual membuat kesepakatan bersama.
Keuntungan lain dari perdagangan CFD Forex
adalah leverage yang tinggi, yang memungkinkan peningkatan volume
posisi hingga 100 dan bahkan 1000 kali lipat. Ini mengacu pada CFD pada
pasangan mata uang. Dalam perdagangan CFD atau saham minyak, leverage
bekerja secara berbeda.
Anda
mengambil semua data yang dibutuhkan dari spesifikasi kontrak.
Perhatikan bahwa dalam spesifikasi kontrak oil, Anda harus menentukan
jenis kalkulasi margin. Itu tergantung pada penyedia likuiditas dan
dapat dihitung dengan menggunakan rumus indeks yang ditampilkan di
bagian sebelumnya.
Margin (aset yang digunakan) = 0.1*10*43.3*10/100 =4.33, di mana
0.1 - volume posisi seminimal mungkin.
10 - ukuran kontrak ditemukan dalam spesifikasi.
43.3 - harga.
10 - persentase margin dari spesifikasi.
Leverage
akun perdagangan tidak menjadi masalah di sini juga. Namun
kenyataannya, leverage di sini adalah 1 hingga 10, yang tidak disediakan
oleh bursa mana pun.
4. Option
Option adalah kontrak
pertukaran yang disepakati antara dua pihak dan memberi pembeli hak
untuk membeli atau menjual aset di masa depan dengan harga dan tanggal
yang telah ditentukan (tanggal kedaluwarsa).
Leverage bekerja
dalam perdagangan option dengan cara berikut: biaya kontrak option
biasanya jauh lebih rendah daripada biaya keamanan yang mendasarinya.
Pembelian
kontrak option memungkinkan Anda untuk mengelola jumlah yang lebih
besar dari keamanan yang mendasarinya, seperti saham daripada yang Anda
bisa dengan benar-benar memperdagangkan saham itu sendiri.
Misalnya,
memiliki jumlah uang yang sama, Anda dapat membeli 10 saham atau option
untuk mengontrol 100 saham. Jika Anda menggunakan leverage dalam option
trading, Anda dapat menciptakan potensi keuntungan yang jauh lebih
tinggi melalui option pembelian daripada melalui pembelian saham.
5. Crypto
5.1. Pertukaran Cryptocurrency
Dalam
pertukaran crypto, leverage bekerja dengan cara yang sama seperti dalam
perdagangan Forex, digunakan untuk meningkatkan volume posisi yang Anda
buka. Namun, pertukaran tidak sebanyak broker. Paling sering ada
leverage 1: 2 -1: 5.
5.2. Trading crypto dengan broker Forex
Dibandingkan dengan pertukaran crypto, perdagangan mata uang crypto dengan broker Forex memiliki beberapa keunggulan:
Verifikasi
jauh lebih mudah di sini, ada regulasi dan perlindungan saldo klien,
sementara pertukaran cryptocurrency telah berulang kali diretas dan
ditipu.
Anda dapat membuka posisi pendek (jual perdagangan) dengan broker.
Broker
memiliki leverage yang lebih tinggi (persentase margin). Persentase
margin tertentu berfungsi sebagai leverage dan itu dari 1 sampai 10.
Mari kita lihat bagaimana margin dalam perdagangan crypto dengan broker
dihitung
Dana jaminan = 0.01*1*9213.12*10/100 = 9.21, di mana
0.01 -
Volume posisi (lot minimum adalah 0.01, akan lebih mudah digunakan
instrumen perdagangan di mana volume lot dimulai dengan nilai bilangan
bulat).
1 - Ukuran kontrak, diambil dari spesifikasi di MT4.
10 - persentase margin, juga diambil dari spesifikasi.
Mata uang margin adalah USD, jadi hasilnya akan sesuai dengan mata uang deposit.
6. Kontrak Berjangka (Futures)
Seperti indeks saham, kontrak berjangka diperdagangkan di bursa dan over-the-counter.
6.1. Pasar bursa
Berbeda
dengan leverage dalam perdagangan saham, di mana broker memberikan
leverage maksimum 1:2 dan membebankan bunga ketika posisi digulirkan ke
hari berikutnya, leverage dalam perdagangan berjangka adalah gratis. Hal
ini mengikuti konsep kontrak berjangka itu sendiri, dimana penyelesaian
dilakukan pada akhir kontrak.
Misalnya, jika biaya kontrak berjangka CAD/USD
adalah $7.370, Anda tidak perlu membayar seluruh jumlah sekaligus.
Cukup dengan deposit jaminan di bursa, misalnya, $737 dengan leverage
1:10.
6.2. Pasar OTC
Di sini, semuanya juga tergantung pada persentase Margin yang ditetapkan oleh broker.
Margin = Volume posisi * ukuran kontrak * harga * persentase margin / 100
7. Logam
Ini
adalah contoh lain betapa pentingnya memperhatikan jenis kalkulasi
margin dalam spesifikasi. Hal ini mendefinisikan rumus untuk menghitung
margin. Logam dan minyak disebut sebagai pasar komoditas.
Namun,
rumus CFD digunakan untuk menghitung persyaratan margin untuk minyak,
emas, dan perak, sedangkan paladium, misalnya, merupakan pengecualian.
Ini menggunakan rumus CFD-Leverage, yaitu leverage Forex diperhitungkan.
Margin = Volume posisi * ukuran kontrak * harga / Leverage
Margin = 0.01*100*1949.16 / 200 = 9.75, dimana:
0.01 - volume posisi (lot minimum - 0.01).
100 - ukuran kontrak yang ditentukan dalam spesifikasi.
1946.16 - harga saat ini di mana posisi dibuka.
200 - leverage 1:200.
Tidak
seperti minyak atau indeks, leverage penting dalam perdagangan logam.
Saya ingin menekankan bahwa Andalah yang memilih leverage dan Anda dapat
mengubahnya kapan saja.
Persentase margin adalah nilai tetap yang ditentukan oleh broker dan ditentukan dalam spesifikasi instrumen
8. Saham
Seperti
jenis sekuritas lainnya, dimungkinkan untuk menghasilkan uang dari
perubahan nilai saham baik di bursa maupun di pasar over-the-counter.
8.1. Ekuitas perdagangan di bursa saham
Saat membeli saham di bursa, trader menjadi pemilik langsungnya.
Namun,
deposit minimum untuk trading di bursa dapat dimulai dari beberapa ribu
dollar AS dan biaya komisi untuk trader pemula terkadang terlalu
tinggi. Leverage disediakan oleh broker, tetapi biasanya rendah, sekitar
1:2.
8.2. Ekuitas perdagangan di Forex
Tidak
seperti perdagangan di pasar saham, ada deposit awal yang rendah.
Malahan leverage, margin bergantung pada persentase margin.
Rumus perhitungan margin untuk perdagangan saham di Forex mirip dengan rumus perhitungan margin untuk CFD
1 - ukuran kontrak. Ini adalah tetap yang diambil dari spesifikasi.
117.23 - harga pembukaan posisi.
2 - persentase margin. Ini ditentukan dalam spesifikasi.
Rasio Leverage: Apa ini?
Dalam
ilmu ekonomi, rasio leverage keuangan menunjukkan rasio nyata dana
milik dan pinjaman dalam sebuah bisnis. Indikator ini memungkinkan Anda
untuk menilai stabilitas perusahaan dan tingkat profitabilitasnya. Dalam
Forex, istilah ini memiliki arti yang sedikit berbeda. Leverage forex
adalah rasio ekuitas untuk pembelian margin.
Rumus rasio leverage
Rumus
koefisiennya sederhana: 1 / leverage. Misalnya, rasio leverage untuk
leverage 1:2 adalah 1/2 = 0.5. Untuk leverage 1:100, rasio leverage
1/100 = 0.01.
Contoh penghitungan persyaratan margin dan saldo akun:
Anda
memiliki deposit $3000. Anda ingin membeli 1 lot euro (100 000 EUR)
dengan harga 1,2 USD. Pialang menawarkan untuk pasangan ini leverage
maksimum 1:50.
Rasio leverage 1/50 = 0.02.
Margin = 100,000 * 1.2 * 0.02 = $2400 - ini adalah jumlah uang yang akan dipesan oleh broker dengan leverage 1:50.
Dana bebas (tersedia untuk transaksi) adalah 3000-2400 = $600.
Dengan
leverage 1:50, Anda dapat mengelola dana 600 * 50 = $30,000. Dengan
uang ini, Anda dapat membeli 30,000 / 1.2 = 25,000 euro. Dengan kata
lain, margin untuk membeli 25.000 euro dengan leverage 1:50 adalah $600.
Untuk
jumlah $3000 dengan leverage 1:50, Anda dapat membeli total 125,000
euro. Perhitungan yang disederhanakan akan terlihat seperti ini: jumlah
pembelian = 3000 * 50 / 1.2 = 125,000 EUR.
Sebelum menghitung
leverage Forex yang optimal, saya menyarankan untuk menggunakan
kalkulator forex, yang memiliki banyak informasi berguna lainnya selain
data margin. Ini terlihat seperti ini:
Kalkulator leverage forex
Tidak tahu cara menghitung leverage di pasar Forex? Gunakan kalkulator leverage. Sangat mudah digunakan:
Pilih pasangan mata uang atau aset lain yang akan Anda tradingkan.
Pilih leverage yang akan Anda gunakan.
Pilih ukuran lot dari posisi yang akan Anda buka.
Itu
dia. Kalkulator akan menunjukkan jumlah margin yang Anda perlukan untuk
membuka perdagangan dengan leverage yang dipilih dan selain itu, biaya
sebenarnya dari perdagangan tersebut jika tidak ada modal pinjaman yang
digunakan.
Misalnya, untuk membuka posisi beli pada EUR/USD
dengan volume 0.01 lot dan leverage 1:100, marginnya adalah $11.32.
Dengan kata lain, untuk membeli 1000 EUR, Anda membutuhkan $1132, tetapi
1/100 dari jumlah ini, $11.32, sudah cukup untuk memasuki perdagangan.
Cobalah sendiri:
Baca lebih lanjut tentang leverage dan perhitungan lot di sini.
Anda mungkin juga tertarik dengan artikel lain yang akan membantu
Anda menghitung volume posisi optimal, dengan mempertimbangkan tingkat
risiko individu:
Bagaimana cara menghitung tingkat margin di Forex?
Contoh Rasio Leverage dalam Trading
Untuk
menjelaskan kepada Anda perbedaan antara perdagangan leverage rendah
dan perdagangan leverage forex tinggi, saya akan kembali menggunakan
pasangan mata uang EUR/USD sebagai contoh. Saya akan menggunakan leverage 1:10 dan leverage Forex 1: 1000.
Ada
sedikit kurang dari $10,000 pada deposit. Artinya dengan leverage 1:10,
saya dapat memasuki perdagangan dengan volume 0.8 lot (dana jaminan =
80,000 / 10 * 1.13 = 9040).
Aset yang tersedia untuk transaksi
sedikit kurang dari $1000. Perhatikan perubahan saat ini. Dalam beberapa
menit perdagangan diadakan di pasar, kerugian floating dengan berjumlah
dua digit.
Sekarang,
saya mengubah leverage saya menjadi 1: 1000. Dengan deposit yang sama,
saya dapat membuka posisi untuk 80 (!) Lot (dana jaminan = 8,000,000 /
1,000 * 1.13 = 9040). Artinya, memiliki deposit kurang dari 10,000 USD,
saya dapat membeli 8 juta EUR.
Nah,
untung/rugi saat ini adalah angka tiga digit, meski jumlah aset yang
digunakan sama. Namun, jumlah aset yang tersedia untuk transaksi jauh
lebih sedikit, karena nilai poinnya jauh lebih tinggi karena leverage
yang lebih tinggi. Saya menunggu beberapa menit dan keluar dari
perdagangan.
Gambar
di atas menampilkan hasil dari dua perdagangan dengan leverage 1:10 dan
1:1000. Posisi itu ditahan hanya beberapa menit. Depositnya sama,
begitu pula dana jaminannya. Dalam kasus pertama, keuntungannya adalah
$0.8, dalam kasus kedua, itu adalah $2800.
Pada awalnya,
keuntungan dari leverage yang tinggi tampak jelas. Tetapi ingat bahwa
ketika ukuran perdagangan meningkat, nilai pip juga meningkat.
Dalam
kasus leverage yang lebih rendah, dana yang tersedia hampir $900. Dalam
kasus leverage yang sangat tinggi dengan kurang dari $150 tersedia
untuk transaksi.
Jika harga bergerak hanya beberapa poin ke arah
yang berlawanan, perdagangan aka terjadi stop-outi. Dengan leverage
1:10, kisaran harga jauh lebih lama, sehingga perdagangan jauh lebih
aman.
Kesimpulan. Semakin tinggi leverage yang
digunakan untuk meningkatkan volume transaksi maka semakin besar potensi
keuntungannya. Namun, ada juga risiko yang lebih besar bahwa
perdagangan akan terjadi stop-out dan deposit akan hilang.
Saya
akan menjelaskan lebih lanjut bagaimana memilih tingkat leverage dan
bagaimana menggunakan leverage dalam perdagangan Forex.
Menggunakan Contoh Leverage Maksimum
Contoh 1.
Bayangkan Anda mengambil momen yang baik ketika tren EUR/USD dimulai.
Anda memiliki $120 pada deposit Anda dan nilai tukar saat ini adalah
1.2. Anda mengambil leverage 1: 1000 dan Anda sudah memiliki $120,000
dan Anda dapat membeli 100,000 EUR (yaitu 1 lot). Nilai pip EUR/USD untuk volume perdagangan 1 lot adalah $ 10.
Artinya,
jika harga hanya mencakup 12 pips, semua deposit akan hilang (anggap
saja level stop out adalah 0). Anda membuka kalkulator volatilitas dan
melihat bahwa rata-rata volatilitas EUR/USD adalah sekitar 80 pip.
Kesimpulan.
Jika Anda menggunakan leverage 1:1000, Anda kemungkinan besar akan
kehilangan seluruh deposit. Jika terjadi pembalikan tren atau koreksi
lokal maka harga pasti akan menutupi 12 pips.
Contoh 2.
Bayangkan Anda memiliki $1200 dalam deposit Anda, Jadi, Anda dapat
memasuki satu perdagangan dengan volume 0.01 lot. Tanpa leverage
(leverage 1: 1), margin akan menjadi $1200. Tetapi Anda ingin melakukan
hedging terhadap risiko dan memasuki perdagangan lain untuk aset
berkorelasi negatif.
Anda mengambil leverage 1:1000, marginnya
akan menjadi $1.2. Anda dapat dengan bebas mengontrol sisa $1198.8 dan
melakukan perdagangan untuk aset lain dengan volume yang sama yaitu 0.01
lot.
Kesimpulan. Dengan menggunakan leverage
Forex maksimum, Anda tidak mengambil risiko apa pun, karena total volume
perdagangan yang dimasukkan adalah 0.02 lot (nilai pip akan dihitung
dalam cent dan pergerakan harga yang berlawanan tidak akan menghabiskan
deposit). Di sisi lain, keuntungan Anda juga tidak banyak.
Contoh 3.
Jumlah posisi untuk masing-masing 2 order adalah $5000. Posisi pertama
dibuka dengan leverage 1:1, marginnya $5000. Posisi kedua dibuka dengan
leverage 1:100 dan marginnya $50. Rumus levelnya adalah
Ekuitas/Margin*100%. Stop-out adalah level di mana semua posisi akan
ditutup secara paksa (misalnya, level stop-out 20% berarti bahwa setelah
mencapai Level 20%, semua posisi akan ditutup secara otomatis).
Karena
jumlah posisi terbuka (pembilang) sama dalam kedua kasus, satu-satunya
perbedaan adalah pada penyebutnya. Oleh karena itu, dalam kasus pertama,
nilai Level akan lebih besar dari pada kasus kedua.
Kesimpulan. Dengan
volume posisi yang sama jika terjadi kerugian, posisi dengan leverage
akan dihentikan lebih lama daripada tanpanya. Secara berbeda, penggunaan
leverage akan mengurangi risiko stop-out.
Risiko Leverage Tinggi
Hanya
ada satu risiko utama trading dengan leverage. Jika leverage digunakan
untuk meningkatkan total volume posisi, potensi kerugian tumbuh secara
proporsional. Di satu sisi, leverage yang tinggi adalah peluang untuk
menghasilkan banyak uang di Forex, di sisi lain, Anda dapat dengan cepat
kehilangan deposit Anda.
Saran:
Untuk
menurunkan risiko trading dengan leverage tinggi, jangan gunakan semua
deposit sekaligus. Gunakan tidak lebih dari 2% dari deposit Anda untuk
setiap perdagangan.
Contoh Menggunakan Leverage yang Rendah
Contoh 1. Nilai tukar EUR/USD
adalah 1.2. Setoran Anda $ 1200. Jika Anda membuka posisi dengan
kemungkinan volume minimal 0.01 lot, margin akan menjadi $ 1200, dana
bebas yang tersedia untuk operasi sama dengan nol.
Misalkan Anda meragukan arah pergerakan harga dan ingin mengunci posisi ini tanpa menambah deposit dengan uang sungguhan.
Anda
mengambil leverage 1: 2. Hal ini mengurangi setengah dari jumlah
agunan. Jadi, Anda akan memiliki lebih banyak aset yang tersedia untuk
operasi dan Anda dapat membuka posisi kedua yang setara untuk mengunci
perdagangan pertama.
Kesimpulan. Leverage rendah dapat bermanfaat dalam beberapa kasus ketika Anda tidak memiliki cukup dana Anda sendiri.
Contoh 2. Dengan
input yang sama, Anda membuka posisi dengan volume 0.01 poin. Tetapi
perkiraan Anda salah dan harga bergerak 10 pips ke arah yang berlawanan.
Nilai pip untuk 0.01 lot EUR/USD
dengan harga 4 digit adalah 10 sen, kerugian Anda adalah $ 1.
Selanjutnya, Anda mengambil leverage 1: 2 dan membuka posisi 0.02 lot
dengan margin yang sama. Pergerakan harga sebesar 10 pips memberi Anda
keuntungan $ 2, mengkompensasi kerugian sebelumnya.
Kesimpulan.
Dalam beberapa kasus, leverage Forex dapat membantu Anda mengkompensasi
kerugian, dengan menggandakan volume posisi sesuai dengan cara
Martingale.
Apa Leverage Terbaik untuk Trading Forex?
Seperti
yang diperlihatkan dalam praktik, lebih dari 40% trader lebih memilih
leverage hingga 1:10, sekitar 17% menggunakan leverage lebih dari 1:
100. Regulator Eropa untuk beberapa instrumen perdagangan
merekomendasikan broker Forex untuk membatasi leverage maksimum menjadi
1:20 - 1:50.
Pertukaran Cryptocurrency paling sering menetapkan
leverage 1: 2 - 1: 5. Leverage hingga 1: 1000 dipilih oleh trader yang
diatur oleh keinginan emosional untuk meningkatkan volume posisi
semaksimal mungkin tanpa dana sendiri yang cukup di deposit. Saya
biasanya tidak serius mempertimbangkan broker, yang menawarkan leverage
lebih dari 1000.
Saya akan merekomendasikan pemula untuk memulai dengan nilai leverage minimum 1: 1 di akun demo.
Sebelum trading dengan dana pinjaman, seorang trader harus terlebih dahulu:
Belajar
untuk membangun dan menyesuaikan strategi manajemen risiko untuk setiap
sistem trading. Trader harus hati-hati meningkatkan risiko di pasar
yang sedang tren dan mengurangi risiko jika terjadi volatilitas yang
kuat.
Belajar menggunakan sistem trading yang berbeda, menggunakan indikator, beroperasi di platform trading, dan sebagainya.
Belajar mengendalikan emosi, menghilangkan keserakahan, kegembiraan, dan keinginan untuk memenangkan kembali kerugian.
Hanya
ketika pemula yakin dengan keterampilan dan kemampuan mereka dan dapat
melakukan semua hal di atas, mereka dapat mulai trading di akun nyata.
Di akun real, leverage yang baik untuk pemula adalah 1:10. Leverage
forex ini akan memungkinkan mereka untuk membuka posisi dengan lot
minimal 0.01 dengan setoran yang relatif kecil.
Leverage apa yang
digunakan trader profesional? Hanya trader berpengalaman sendiri yang
dapat menjawab pertanyaan ini. Trader yang menggunakan strategi pipsing
dan scalping forex sering menggunakan leverage tinggi. Keuntungan mereka
adalah beberapa pip dengan pemberhentian pendek, jadi nilai pip yang
tinggi penting bagi mereka, yang ditentukan oleh volume posisi yang
besar.
Trader yang lebih memilih strategi trading jangka panjang
mencoba untuk tidak menggunakan leverage tinggi. Jadi, Anda sendiri
harus mempertimbangkan apakah akan menggunakan leverage tinggi atau
leverage rendah. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang cara
memilih leverage terbaik untuk trading Forex di sini.
Bagaimana Mengelola Risiko Leverage di Forex: 5 Tips untuk Pemula
Beberapa tip untuk trader pemula:
Ikuti aturan utama manajemen risiko "jangan mengambil risiko lebih dari 5% dari deposit per trading”.
Ini tentang rasio volume posisi dan ukuran stop loss. Misalnya, untuk
setoran $ 1000, risiko per trading tidak boleh lebih dari $ 50. Ini
sesuai dengan 5 poin untuk volume trading 1 lot (leverage 1: 100) atau
500 poin untuk posisi 0.01 lot (leverage 1: 2). Menurut kalkulator
volatilitas, perubahan harga harian untuk pasangan EUR/USD adalah 80
pips. Artinya, dengan volume trading 1 lot, aturan “risiko 5%” akan
dilanggar.
Gunakan kalkulator forex untuk menghitung lot dan margin. Mereka akan membantu Anda mengetahui jumlah dana bebas dan leverage apa yang aman untuk situasi Anda.
Gunakan stop loss.
Jika Anda melakukan kesalahan dengan leverage dan nilai pip ternyata
jauh lebih tinggi, stop loss akan menutup posisi tepat waktu. Anda akan
belajar pelajaran tanpa kehilangan deposit Anda.
Kendalikan emosi Anda. Jangan
gunakan leverage untuk meningkatkan volume posisi Anda dalam trading
dengan cara Martingale. Jangan meningkatkan volume posisi jika
bertentangan dengan aturan manajemen risiko, meskipun Anda yakin 100%
akan menguntungkan.
Latih keterampilan trading Anda di akun demo. Pilih leverage yang paling sesuai, yang sesuai dengan gaya trading Anda, dan trading di akun demo.
Apa
leverage terbaik untuk digunakan di Forex? Leverage inilah yang akan
memberi Anda keuntungan tinggi dengan setoran awal Anda dan tingkat
risiko yang optimal.
Ringkasan. Semua hal di atas mungkin tampak terlalu rumit pada awalnya. Leverage, margin, formula kalkulasi berbeda, manajemen risiko.
Semua
ini tampaknya sulit sampai Anda mencobanya dalam praktik. Ini adalah
konsep dasar yang tidak dapat Anda lakukan tanpanya dalam trading. Jika
Anda ingin belajar bagaimana menghasilkan uang di Forex dan pasar
lainnya, izinkan saya memberi Anda beberapa rekomendasi lagi:
Buka akun demo. Ini akan memakan waktu beberapa menit dan tidak memerlukan verifikasi. Pelajari fungsi-fungsi dari profil klien LiteFinance.
Cobalah
memasuki trading pertama dengan leverage berbeda. Lihat perbedaannya,
bandingkan dengan instrumen trading yang berbeda. Anda harus mencatat
semua pesanan Anda di buku harian trader.
Ajukan pertanyaan dan
bagikan ide Anda! Anda dapat menuliskannya di bagian komentar dibawah
artikel ini. Anda juga dapat belajar dengan mentor / tutor trading, yang
dapat Anda temukan di antara kolega Anda yang lebih berpengalaman yang
telah terbukti sukses.
FAQ Leverage
Kesimpulan
Leverage
keuangan adalah alat yang memungkinkan trader untuk meningkatkan volume
posisi atau untuk mengurangi persyaratan margin (jaminan), sehingga
menghemat dana untuk membuka posisi lain. Leverage adalah alat trading
berisiko tinggi jika total volume posisi melebihi persentase setoran
yang disarankan oleh sistem manajemen risiko.
Untuk menghitung
leverage optimal, seseorang dapat menggunakan kalkulator margin forex
atau membuat tabel Excel, yang akan menunjukkan perubahan volume posisi
dengan peningkatan leverage. Sehingga Anda akan melihat pergerakan harga
terbesar dalam pip untuk mencapai level stop-out.
Apakah Anda
memiliki pertanyaan tentang cara trading Forex dengan leverage? Tulis
pertanyaan atau kesimpulan Anda di kolom komentar!
P.S. Apakah kamu menyukai artikel saya? Bagikan di jaringan social media: itu akan menjadi "terimakasih" terbaik :)
Ajukan
pertanyaan ke saya dan komentar di bawah ini. Saya akan dengan senang
hati untuk menjawab pertanyaan anda dan memberikan penjelasan yang
dibutuhkan.
Link yang bermanfaat:
Saya merekomendasikan mencoba untuk trading dengan broker yang handal disini. Sistem memungkinkan untuk anda trading sendiri atau copy trader yang sukses dari seluruh belahan dunia.
Gunakan
kode promo BLOG saya untuk mendapatkan bonus deposit 50% di platform
LiteFinance. Cukup masukkan kode ini di kolo, yang sesuai saat deposit akun trading Anda.
Channel
Telegram dengan analitis berkualitas tinggi, ulasan forex, artikel
pelatihan dan banyak hal lain yang bermanfaat untuk trader https://t.me/forex_hari_ini_trading_blog
Isi
dari artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan belumtentu
menggambarkan posisi resmi LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di
halaman ini disediakan untuk tujuan informasi saja dan tidak boleh
dianggap sebagai pemberian nasihat investasi untuk keperluan 2004/39 /
EC.
Sumber : http://178.248.238.82/blog/for-beginners/apa-itu-leverage/