Jumat, 20 Mei 2022

Panduan Setting EMA Terbaik Untuk Scalping

Strategi EMA untuk scalping buy

 

Menggunakan strategi EMA terbaik untuk scalping bisa memudahkan Anda saat mencari posisi buy maupun sell. Artikel ini membahas penggunaan 3 EMA beda periode yang bisa Anda manfaatkan.DI

EMA atau Exponential Moving Average merupakan salah satu indikator teknikal yang paling populer di kalangan trader. Sama seperti indikator Moving Average lainnya, EMA merupakan lagging indikator. Maksudnya, sinyal yang dikirimkan oleh EMA bergantung pada harga sebelumnya untuk bisa memprediksi arah trend yang akan datang. Meskipun memiliki sifat yang lagging, EMA bisa membantu trader untuk memahami pergerakan harga sehingga mereka dapat membuat strategi trading yang solid.

Karena kesederhanaanya, EMA juga bisa dimanfaatkan untuk scalping. Lalu seperti apakah setting EMA terbaik untuk scalping?

3 EMA Untuk Scalping

Agar scalping semakin sukses, Anda bisa menggunakan 3 macam EMA. Dengan demikian, sinyal yang muncul juga akan semakin akurat. Lalu, EMA apa saja yang dibutuhkan?

  1. EMA 9: Moving Average ini berfungsi sebagai indikator jangka pendek. Jika garis EMA 9 melintas ke atas garis EMA 21, tetapi masih berada di atas EMA 55, itu berarti pasar akan uptrend dan ada kesempatan untuk buy. Sebaliknya, jika EMA 9 melintas ke bawah EMA 21 dan EMA 55, maka pasar akan downtrend dan Anda bisa sell.
  2. EMA 21: Ini adalah indikator jangka menengah. Apabila garis EMA 21 berada di bawah EMA 9 dan di atas EMA 55, maka pasar akan uptrend. Sebaliknya, jika EMA 21 berada di atas EMA 9 dan 55, maka pasar akan downtrend.
  3. EMA 55: Sebagai indikator jangka panjang, EMA 55 menunjukkan sinyal downtrend apabila posisinya berada di bawah EMA 9 dan 21. Tetapi, jika posisinya berada di atas EMA yang lain, maka tren akan berubah menjadi bearish.

Sebelum mempelajari cara menggunakan strategi EMA untuk scalping, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Ketika EMA terkecil mulai menjauh dari yang lain, itu berarti ada kesempatan untuk memasuki pasar.
  • Saat semua indikator saling berjajar, itu berarti sedang ada tren yang sangat kuat.

Setelah Anda memahami kondisi pasar, akan lebih mudah untuk menganalisis pergerakan harga menggunakan strategi 3 EMA di bawah ini:

 

1. Untuk Buy

  • Tunggu hingga EMA 9 menyilang di atas EMA 55, lalu EMA 9 dan EMA 21 berada di atas EMA 55.
  • Perhatikan swing high yang muncul sebelumnya, beli hanya jika candlestick lebih tinggi dari swing high tersebut.

Contoh di atas menggunakan pair XAU/USD dengan time frame 30 menit. Awalnya terjadi crossing EMA 9 (garis biru gelap) terhadap EMA 55 (garis kuning). Kemudian tunggu hingga EMA 9 dan EMA 21 (garis biru muda) berada di atas EMA 55. Setelahnya tinggal menunggu kemunculan candlestick yang posisinya lebih tinggi dari swing high sebelumnya.

Baca juga: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat, Tak Perlu Hafalan

 

2. Untuk Sell

  • Pastikan bahwa EMA 9 telah menyilang di bawah EMA 55. Tunggu sampai EMA 9 dan EMA 21 berada di bawah EMA 55.
  • Anda bisa sell pada candlestick yang muncul setelah persilangan. Namun, posisinya harus berada di bawah swing low.

Strategi EMA untuk Scalping sell

Setelah kemunculan crossing EMA 9 ke bawah EMA 55, tunggu sampai EMA 9 dan EMA 21 berada di bawah EMA 55. Sell pada candlestick yang muncul usai terjadi crossing, namun posisinya harus menembus batas bawah dari swing low yang muncul sebelumnya.

Jangan Lupa Pasang Stop Loss

Sebetulnya, ada banyak cara untuk menempatkan stop loss dalam strategi ini. Tetapi, Anda harus memastikan agar jarak stop loss tidak terlalu sempit, sehingga harga masih memiliki ruang untuk bergerak. Anda juga harus konsisten saat menentukan stop loss.

Saat buy, Anda bisa menempatkan stop loss setidaknya 2-5 pips di bawah Low candlestick yang menembus titik swing high. Anda juga dapat meletakkan stop loss beberapa pips di bawah garis support terdekat (jika ada). Sedangkan untuk sell, Anda bisa memasangnya 5 pips di atas titik high candlestick entry.

 

Tips Penting Tentang Scalping

Selain menggunakan strategi EMA untuk scalping, ada beberapa hal yang berperan penting dalam memastikan kesuksean trading Anda. Faktor-faktor berikut ini mungkin terkesan remeh, tetapi memiliki peran yang cukup besar pada kegiatan scalping yang Anda lakukan.

 

1. Memilih Broker

Perlu diingat bahwa tidak semua broker memperbolehkan kegiatan scalping. Beberapa broker melarang scalping karena dapat berpengaruh pada kelancaran server. Semakin banyak trader yang melakukan scalping, semakin besar pula kemungkinan server terganggu. Broker juga bisa kewalahan mengantisipasi order klien. Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk scalping, sebaiknya cari broker yang memperbolehkan atau bahkan mendukung strategi tersebut.

Baca juga: 5 Broker Lokal Untuk Scalping Yang Wajib Anda Ketahui

 

2. Kecepatan Platform

Scalping sangat bergantung pada kecepatan eksekusi order, karena hal ini menentukan apakah posisi Anda bisa dieksekusi dengan tepat atau tidak. Oleh karena itu, kecepatan eksekusi yang dimiliki oleh platform trading Anda sangat menentukan kesuksesan scalping.

 

3. Pilih Waktu yang Tepat

Harga sering bergejolak ketika ada rilis berita high impact. Jika Anda ingin scalping, sebaiknya hindari melakukannya saat sedang ada berita berdampak tinggi terhadap aset yang diperdagangkan. Selain itu, Anda juga wajib memilih waktu trading yang tepat agar profit yang didapatkan bisa semakin maksimal. Kebanyakan scalper lebih memilih trading pada saat sesi Asia, tetapi ada juga yang mengincar waktu menjelang dibukanya sesi Eropa (sekitar pukul 12:00 s/d 15:00 WIB) dan Amerika (sekitar pukul 20:00 s/d 22:00 WIB).

Akhir Kata

Seperti halnya strategi trading yang lain, memanfaatkan strategi EMA untuk scalping tak bisa menjamin bahwa semua posisi trading Anda akan langsung sukses. EMA juga memiliki beberapa kekurangan, tetapi karena strategi ini sangat sederhana, penggunaannya sangat cocok untuk trader pemula. Selain itu, memanfaatkan strategi EMA untuk scalping bisa menjadi sangat efektif jika diaplikasikan secara tepat.

Jadi selain menerapkan aturan-aturan strategi di atas dengan disiplin, pastikan Anda juga menerapkan stop loss untuk mengantisipasi kerugian, memilih broker yang tepat, trading di platform yang dapat diandalkan, serta menyesuaikan waktu trading dengan baik. Apabila sudah memahami kunci strategi ini, Anda bisa mencoba kombinasi 3 EMA dengan periode lain dan menguji efektivitasnya di akun demo terlebih dulu.

 

 Sumber : https://www.inbizia.com/panduan-setting-ema-terbaik-untuk-scalping-288714

 

 

 

 

 

Rabu, 11 Mei 2022

Strategi Day Trading Dengan Indikator Moving Average

Moving Average dapat menjadi indikator yang powerfull jika dapat menggunakannya dengan tepat.
 

Dari sekian banyak indikator yang tersedia, Moving Average (MA) adalah indikator trend yang paling populer. Banyak kesalahan pada penggunaan indikator ini, terutama bagi trader pemula. Baca lebih lengkap tentang fungsi Moving Average.

Berikut adalah strategi menggunakan indikator Moving Average (MA)

Strategi Moving Average Untuk Day Trading

1. Pengaturan metatrader insert->indicators->trend->Moving Average

- Periode 8

- Method Exponential

- Warna Biru

2. Pengaturan metatrader insert->indicators->trend->Moving Average

- Periode 21

- Method Exponential

- Warna Hijau

3. Pengaturan metatrader insert->indicators->trend->Moving Average

- Periode 125

- Method Exponential

- Warna Kuning

Aturan Buy & Sell 

Aturan Sell :

- EMA 8 Memotong ke bawah EMA 21

- EMA 8 & 21 Berada di bawah EMA 125

- EMA 125 mengarah turun 

Aturan Buy:

- EMA 8 Memotong ke atas EMA 21

- EMA 8 & 21 Berada di atas EMA 125

- EMA 125 mengarah naik

Silahkan Baca Juga :

Strategi ini juga dapat digunakan pada timeframe yang lebih tinggi. Untuk meningkatkan akurasi pada penggunaan strategi EMA (8,21,125) dapat ditambahkan indikator lainny.
 
 
Sumber : https://asiaprofx.com/strategi-day-trading-dengan-indikator-moving-average

Senin, 09 Mei 2022

Kegunaan dan cara menggunakan Indikator MACD

 MACD adalah indikator yang sangat populer digunakan oleh para trader. MACD adalah indikator yang sudah disediakan pada platform trading MT4. Apa sih kegunaan indikator MACD dan cara menggunakannya?.
Sebelum kita bahas, apa sih arti dari kata MACD?,,.MACD adalah singkatan dari Moving Averages Convergence Divergence. MACD berguna untuk mengidentifikasi Moving Averages, dimana  yang mengindikasikan akan dimulainya sebuah trend baru.Untuk membaca Trend dan support resistense, kita bisa menggunakan Indikator Bolinger Bands.

Dengan MACD kita sudah dapat melihat tiga buah fungsi indikator, yaitu garis MA periode pendek (fast),  garis MA periode panjang (slow) dan susunan histogram yaitu garis yang menggambarkan ukuran jarak antara kedua MA tersebut.

 

Sifat sifat , kegunaan dan cara menganalisa menggunakan Indikator MACD

MACD Crossover

Kegunaan dan cara menggunakan Indikator MACDKedua Moving Average (MA) memiliki kecepatan yang berbeda, MA fast lebih cepat bereaksi terhadap perubahan harga, sedangkan  MA slow lebih lambat bereaksinya.

Jika MA fast mulai menyilang (cross) MA slow, maka hal ini mengindikasikan jika trend baru mulai terbentuk. Dan jika sudah terjadi crossover , maka ini menandakan bahwa trend baru mulai terjadi. Signal kedua terjadi yaitu ketika  MA pada MACD telah menembus garis centerline MACD.

 

Kelebihan dan kekurangan indikator MACD

Kelemahan indikator MACD: MACD lambat dalam memberikan signal. Karena walau bagaimanapun, MACD terbentuk dari ratarata harga yang sudah terjadi sebelumnya.

Kelebihannya indikator MACD: MACD  jarang memberikan false signal,  karena lebih halus pergerakannya. MACD tidak menunjukan signal pada kondisi oversold atau overbought.

Prinsip dasar dari Indikator MACD yang penting untuk diperhatikan:

1. MACD akan bergerak dan membentuk puncak tertinggi hingga mencapai lembah terendah, dan begitu juga sebaliknya.

2. Ada tiga kemungkinan pergerakan harga terhadap MACD :

  • Harga akan bergerak sesuai MACD
  • Harga bergerak berlawanan MACD, akan tetapi kemudian akan mengikuti sesuai MACD. Ini yang disebut Divergent Covergent.
  • Harga akan bergerak sideway hingga akhir trend MACD. 

Dengan memperhatikan prinsip ini, kita akan berpeluang besar untuk mendapatkan profit yang maksimal dan kemungkinan loss yang kecil.

Sebagai indikator untuk mendukung MACD, kita dapat menggunakan indikator Stochastic dengan Slow 8,3,3. Ini bertujuan untuk menentukan puncak & lembah MACD atau area oversold-overbought. Happy Trading!

Sumber : https://www.spiderbeat.com/kegunaan-dan-cara-menggunakan-indikator-macd/

Minggu, 08 Mei 2022

Cara Membaca Candlestick Chart dengan Lebih Simpel dan Akurat

Bagi yang terjun ke dunia trading, pasti tidak asing lagi dengan chart atau grafik yang menyajikan informasi harga. Apa pun platform trading yang digunakan, pergerakan harga akan tampil dalam bentuk naik-turunnya grafik. Data historis tersebut menjadi media untuk melakukan analisis secara teknikal.

Ada berbagai jenis grafik yang kerap diandalkan para trader. Masing-masing memiliki karakteristik dan keunggulannya sendiri. Salah satu grafik favorit para trader adalah Candlestick.

Candlestick dikenal dengan bentuknya yang menyerupai batang lilin. Media ini umum dipakai untuk menganalisis pergerakan saham, forex, hingga komoditas. Namun, tidak jarang trader terbelit dengan pola-pola yang rumit saat mencoba membacanya. Padahal, ada cara membaca Candlestick yang lebih simpel dan akurat.

 

Mengenal Candlestick Chart

Sebelum belajar cara membaca Candlestick, Anda harus mengenali karakteristiknya terlebih dahulu. Anatomi yang menyerupai batang lilin bukan tanpa makna, melainkan citra dari elemen-elemen penting dalam saham. Anda bisa memperhatikan gambar di bawah ini.

Gambar di atas menunjukkan dinamika Open High Low Close (OHLC) dalam kurun waktu satu minggu. Garis yang ada di atas batang lilin merepresentasikan harga tertinggi (high) dan dijuluki upper shadow. Sebaliknya, garis di bawah batang lilin mewakili harga terendah (low), sehingga disebut lower shadow

Bodi atau batang lilin merupakan perwujudan dari harga pembukaan dan harga penutupan. Apabila lilin berwarna merah, artinya harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan. Namun, jika lilin berwarna hijau, maka harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan.

Sejarah Candlestick Chart

Munehisa Honma adalah sosok di balik eksistensi Candlestick. Pria berkebangsaan Jepang ini merupakan trader komoditas beras pada abad ke-18. Setiap hari, ia mencatat pergerakan harga beras di atas perkamen padi. Lambat laun, ia menemukan pola berulang dari balok-balok harga yang ia gambar. 

Honma kerap menulis tentang hukum-hukum trading. Metode yang ia kembangkan berevolusi menjadi grafik Candlestick yang dikenal hingga sekarang.

Candlestick terkenal sampai ke dunia barat berkat peran Steve Nison. Ia menemukan metode tersebut saat berkenalan dengan pialang berkebangsaan Jepang, pada tahun 1987. Tak lama kemudian, ia menuliskan buku yang berjudul Japanese Candlestick Charting Techniques. Karya tersebut dikenal luas di seluruh dunia.

Keunggulan Candlestick Chart

Apa saja keunggulan grafik berbentuk lilin ini?

  • Visual Candlestick tampak impresif sehingga nyaman dipandang. Hal ini membuat orang-orang lebih betah menganalisis pergerakannya.
  • Candlestick tidak hanya menunjukkan fluktuasi harga saham, tetapi juga memberikan sinyal terkait perubahan harga di masa depan.
  • Pada dasarnya, cara membaca Candlestick cukup mudah. Tidak harus mempelajari puluhan pola, cukup dengan mengenali elemen-elemennya.
  • Candlestick mampu menampilkan psikologi pasar secara jelas. Artinya, trader bisa mengidentifikasi pihak mana yang mendominasi, apakah pembeli atau penjual. Hal ini bisa diamati melalui ukuran body dan shadow

Baca juga: Inilah Indikator Forex yang Paling Sering Dipilih Oleh Trader

Cara Membaca Candlestick dengan Mudah dan Akurat

Asumsikan dinamika harga terjadi akibat pertempuran antara penjual dan pembeli. Setiap elemen lilin menunjukkan pihak mana yang unggul, siapa yang mengalah, siapa yang memegang kendali, dan pihak mana yang memiliki peluang besar untuk memenangkan pertempuran selanjutnya.

Lalu, bagaimana cara membaca Candlestick dengan lebih simpel dan akurat. Lakukan analisis pada empat elemen berikut ini:

  • Ukuran badan 

Melalui ukuran badan Candlestick, Anda bisa mendapatkan informasi mengenai kekuatan masing-masing pihak. Jika badan memanjang, berarti momentum sedang menguat. Namun, jika badan mengecil, maka momentum juga makin pelan.

  • Panjang sumbu 

Panjang sumbu atau ekor Candlestick berkaitan dengan volatilitas harga. Sumbu panjang menandakan harga yang bergerak cepat selama durasi Candlestick, tetapi mendapat penolakan akibat adanya perlawanan.

cara membaca candlestick

  • Rasio antara panjang badan dan sumbu

Perhatikan rasio ukuran badan dan sumbu. Ketika pasar mengalami tren dengan momentum tinggi, Anda akan sering menemukan Candlestick berukuran panjang tetapi dengan sumbu yang lebih kecil. 

Saat kondisi pasar tidak pasti, volatilitas akan meningkat. Di sini, badan Candlestick akan mengecil, tetapi sumbunya justru lebih panjang.

  • Posisi badan Candlestick

Bila Anda mendapati batang lilin bersumbu panjang dengan posisi badan yang berada di salah satu ujungnya, berarti mengindikasikan perlawanan.  Sementara itu, posisi batang lilin yang berada di tengah sumbu bawah dan sumbu atas menunjukkan ketidakpastian di pasar. 

Anda boleh saja membaca referensi mengenai macam-macam pola Candlestick. Namun, wawasan terhadap elemennya tetap harus diprioritaskan. Jika Anda mengenal masing-masing elemen dengan baik, maka Anda bisa menguasai cara membaca Candlestick yang lebih simpel dan akurat.

 

Sumber : https://www.akseleran.co.id/blog/cara-membaca-candlestick/

 

Sabtu, 07 Mei 2022

Spread dan pengaruhnya terhadap Take Profit / Stop Loss

 

Apa itu spread dalam trading forex?

Spread dalam trading forex adalah biaya yang dibebankan oleh broker untuk mengantarkan transaksi yang Anda lakukan. Dalam platform MT4 Anda, spread dibedakan menjadi “Bid” dan “Ask”.

Bid adalah harga jual dan Ask adalah harga beli.

 

Apa itu spread Bid / Ask ?

Analogi simple dari spread Bid / Ask ini adalah kurs / nilai tukar mata uang. Mari kita ambil pair EURUSD sebagai contoh :

Bid : 1.2400
Ask : 1.2402

Perbedaan antara Bid (harga jual) dan Ask (harga beli) adalah spread dari pair EURUSD, dimana spreadnya (selisih) adalah 2 pips.

Ketika Anda melakukan trading forex di MT4, Anda akan memulainya dengan -2 pips. Dimana spread ini merupakan nilai yang diambil broker atas transaksi yang Anda lakukan. Karena ketika Anda melakukan transaksi tersebut, broker juga harus membayar nilai spread ini ke pasar mata uang internasional.

 

Floating spread

Broker yang menjadi partner di Traders Family menggunakan model eksekusi STP. Dimana dalam model ini, spread akan berubah-ubah sesuai dengan kekuatan supply dan demand yang ada di pasar uang international.

Sebagai contoh, EURUSD mempunyai spread normal sebesar 0.8 sampai 2 pips. Namun pada kondisi tertentu (jarang terjadi) seperti pengumuman suku bunga dari Bank Sentral ataupun berita NFP (tingkat pengangguran), spread dapat melebar lebih besar dari normal, dimana ini bukanlah kesalahan sistem, melainkan murni disebabkan oleh volatilitas pasar yang terjadi sebagai akibat pengumuman berita besar tersebut.

 

Bagaimana spread mempengaruhi Take Profit / Stop Loss Anda

Mari kita ambil contoh,

Transaksi BUY :
EURUSD buy di harga 1.2700
Take Profit : 1.2800
Stop Loss : 1.2650

Harga yang akan digunakan untuk memicu take profit / stop loss Anda adalah harga Bid. Harga yang Anda lihat di chart adalah harga Bid. Jadi ketika EURUSD mencapai 1.2800 (titik take profit), transaksi Anda akan ditutup (close position). Hal yang sama akan terjadi untuk Stop Loss Anda.

Ketika Anda melakukan BUY EURUSD, artinya Anda menjual US dollar untuk membeli EURO. Ketika Anda close position, Anda menukarkan EURO yang Anda beli menjadi US dollar kembali.

Harap diperhatikan!
Ketika Anda melakukan SELL, harga Ask akan digunakan sebagai pemicu bagi Take Profit / Stop Loss Anda.
Mari kita lihat ilustrasi dibawah,

Transaksi SELL :
EURUSD sell di harga 1.2700
Take Profit : 1.2600
Stop Loss : 1.2750

Jika Anda melihat chart EURUSD telah mencapai harga 1.2600 (titik take profit) namun transaksi Anda tidak close position secara otomatis, ingatlah bahwa hal ini disebabkan oleh nilai spread yang terjadi di market pada saat itu.

Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya, harga Ask adalah acuan yang akan digunakan sistem untuk memicu titik take profit / stop loss Anda.

Harga yang Anda lihat di chart adalah harga Bid, bukan harga Ask. Dalam usaha memicu titik take profit di 1.2600, harga EURUSD harus mencapai 1.2600 + spread saat itu. Untuk stop loss, harga harus mencapai 1.2750 + spread saat itu.

Jika spread saat itu adalah 2 pips, maka take profit dari transaksi SELL EURUSD ini berada di titik 1.2602 dan stop loss akan berada di titik 1.2752.

Sekarang, apa yang akan terjadi jika spread saat itu melebar sebanyak +10 pips?
Anda membutuhkan EURUSD mencapai harga 1.2590 untuk memicu titik take profit, dan 1.2760 sebagai pemicu stop loss, dimana bernilai 10 pips diatas stop loss yang telah diatur sebelumnya.

 

Sumber :  https://tradersfamily.co.id/spread-dan-pengaruhnya-terhadap-take-profit-stop-loss/

Jumat, 06 Mei 2022

Broker Penipu Mencurangi Anda Dengan Legal?

 Ada banyak iklan dagang di berbagai media untuk menarik perhatian potensial customer mereka dengan berbagai iming – iming. Fitur dan produk atau harga yang kompetitif yang mereka tawarkan sayangnya masih menunjukan iklan hanyalah sebatas iklan, beserta syarat dan ketentuan berlaku.

Tidak berbeda jauh dari perumpamaan diatas, banyak broker berlomba – lomba menarik perhatian para investor / trader untuk memilih jasa mereka dengan berbagai iming – iming iklan. Begitu banyak daya tarik yang mereka berikan kepada anda yang terkadang tidak lagi rasional.

Banyak trader yang mengeluh akibat transaksi yang mereka lakukan pada broker tertentu tidak berjalan dengan semestinya. Penulis mengalami secara langsung hal ini dan menemukan keluhan serupa di media- media online seperti forum.

Apakah masalah tersebut murni keteledoran kita para trader atau memang ada kesalahan yang disengaja untuk mempermainkan para trader ?

Well, in the investment world,  “If something sounds too good to be true, it definitely is.” – Washington Times 3 June 97

Broker vs Trader

Broker berfungsi sebagai perantara yang menjembatani trader untuk melakukan transaksi di pasar finansial. Di dalamnya pihak broker maupun trader sama – sama mencari keuntungan. Broker mendapatkan pendapatan dari layanan yang mereka berikan dan trader mendapatkan keuntungan dari akses dan layanan yang mereka terima.

Ketika trader melakukan order beli atau jual,  broker mendapatkan komisi atau biaya lainnya yang dibebankan atas layanan dan sistem dari broker.

Kembali ke pembahasan mengenai iklan dari broker, jika anda menemukan broker yang memberikan iming iming dengan nilai spread yang kecil, leverage yang tinggi, termasuk dengan fasilitas free swap serta welcome bonus yang lumayan wah, maka ada baiknya anda mempertanyakan hal tersebut.

Mengapa broker mau mengurangi hak- hak yang layaknya mereka terima dan mengembalikannya ke trader ?

Broker seperti itu tidak memberikan trader akses langsung ke market yang sesungguhnya. Broker tersbut adalah market marker, dimana mereka menciptakan transaksi pasar sendiri (dealing desk/ bandar/ bucket shop). Kemungkinan broker jenis ini untuk melakukan kecurangan kepada trader sangatlah besar. Disini trader akan bertrading melawan broker tempat dimana trader tersebut trading. Kekalahan trader berarti keuntungan bagi broker. Dan sebaliknya, membayar dari kas mereka sendiri bila trader mereka mendapatkan profit.

Jadi bisa dipastikan dengan alasan apapun broker seperti ini akan berusaha mengalahkan trader mereka bahkan dengan cara terburuk dengan melakukan kecurangan ataupun manipulasi.

Broker Penipu

Bagaimana Broker Penipu Mencurangi Anda?

Broker berjenis bandar/ dealing desk rata- rata jarang ada yang memiliki izin dan berada dibawah regulasi resmi, meskipun memiliki izin hanya sebatas izin perusahaan biasa hingga mereka bebas menawarkan apapun agar bisa lebih banyak menggaet nasabah didalamnya.

Leverage yang tinggi, spread yang rendah dan bonus- bonus lainnya adalah kemudahan yang ditawarkan diluar batas kondisi normal, yang tidak bisa diberikan broker resmi pada umumnya. Beberapa hal terlihat begitu mudah namun sebenarnya berbahaya karena tidak sesuai dengan standar keamanan semestinya. Nilai bonus yang anda dapatkan sebagai kabut pengabur kerugian yang akan anda derita.

Berikut beberapa hal curang yang dapat dilakukan oleh broker penipu untuk mengakali dan memanipulasi transaksi para trader mereka:

Adanya Requote ataupun Slippage

Memperlambat eksekusi orderan adalah salah satu trik yang biasa dilakukan oleh para broker penipu. Slippage ketika anda memasang pending order ataupun dengan terjadinya requote ketika anda langsung mengakusisi posisi yang anda inginkan.

Pada situasi seperti itu biasanya broker penipu akan mengatakan ketidaksediaan harga yang mengakibatkan pesanan meleset (karena kehabisan stock) ataupun karena konektivitas jaringan internet anda yang mengalami masalah / lamban.

Meski sebenarnya requote ataupun slippage adalah hal yang wajar di perdagangan bursa, namun terkadang ini dimanfaatkan oleh broker penipu untuk:

  • Pelebaran Spread: Hal ini merupakan bagian terfavorit bagi para broker penipu. Pada beberapa kasus volatilitas pasar yang tinggi memang dapat menyebabkan pelebaran spread. Namun pada beberapa broker penipu yang menggunakan variable spread terkadang mereka juga ikut melebarkan nilai spread mereka diluar batas toleransi.
  • Memanipulasi Chart: Dalam hal ini biasanya para broker penipu menutup peluang bagi para trader mereka untuk mendapatkan posisi yang menguntungkan. Bisa dengan membuat para trader mereka tidak bisa melakukan closing profit atau dengan memanipulasi agar chart tidak berjalan dengan semestinya (chart yang terlihat melompat lompat). Misalkan trader memasang pending order di harga 110 namun broker tempat dimana mereka bermain menjalankan order yang dipesan oleh para trader tersebut diharga 115. Dengan alasan karena ketidaktersedian harga maka posisi yang didapatkan adalah yang ditentukan oleh broker penipu ini. Hal seperti ini biasanya dilakukan oleh broker penipu untuk memburu stop loss para trader mereka.

Proses WD yang Sulit

Ada banyak kasus dimana para trader dipersulit untuk melakukan penarikan dana mereka (withdrawal) dengan berbagai alasan, dan mungkin tidak bisa dilakukan dengan alasan tertentu yang tidak masuk diakal hingga anda harus kembali trading yang sebenarnya tidak perlu.

Menghapus Posisi Secara Sepihak.

Berdalih bahwa trader mereka telah melakukan transaksi yang terlarang alias tidak sah, banyak broker penipu yang berjenis dealing desk sering membatalkan transaksi trader mereka yang berada dalam posisi profit secara sepihak. Biasanya hal ini dilakukan karena adanya penggunaan teknik trading tertentu yang dilarang oleh para broker penipu tersebut.

“They said I was a valued customer, now they send me hate mail.” – Sophie Kinsella

Memilih Broker dengan Cerdas dan Teliti.

Mencari broker yang dapat diandalkan adalah faktor penting pertama yang harus diperhatikan sebelum memulai trading. Sebaiknya para trader mengetahui terlebih dahulu bagaimana dan seperti apa broker tempat dimana mereka menanamkan modal.

Apakah broker tersebut termasuk broker yang berkompetent, teregulasi secara resmi dan legal atau hanya broker – broker penipu (scam) sama seperti janji palsu dalam mempromosikan nama mereka. Banyak promosi menarik bukan berarti sepadan dengan kualitas yang akan didapatkan.

“Discounts always attract too many attention but it doesn’t always worthy”- Repentance Shopaholic

 

Sumber : https://tradersfamily.co.id/broker-penipu/

Kamis, 05 Mei 2022

Forex Factory: cawan suci bagi para trader Forex

Trader lama mengetahui sumber utama analitik dan berita Forex – Forex Factory. Ini adalah salah satu situs terbesar tentang Forex dan trading dengan komunitas trader terbesar di seluruh dunia. Misi utamanya adalah untuk menyatukan para trader dan membantu mereka dengan ide-ide trading dan mendapatkan lebih banyak pengetahuan. Hal baik lainnya tentang Forex Factory adalah mereka berjuang untuk melawan informasi yang menyesatkan dan tidak tepercaya. Fakta dan kejujuran adalah nilai utama yang penting bagi Fair Economy Inc., pencipta portal tersebut.

Fitur apa saja yang dimiliki Forex Factory?

Situs web Forex Factory dibagi menjadi tujuh bagian: Forum Forex, Trade Forex, Berita Forex, Kalender Forex, Pasar Forex, Broker Forex, dan Trade Explorer.

Di Forum Forex, Anda dapat bergabung dalam diskusi tentang berbagai topik trading. Di sini, Anda dapat menemukan berbagai strategi trading yang cocok untuk semua jenis trader, mendiskusikan kegiatan trading Anda, serta berbagi pengalaman. Meskipun ada banyak utas di sana, Anda dapat menemukan apa pun yang Anda minati. Komunitas trader yang ramah saling berkonsultasi dan membimbing para pemula dalam membuat langkah pertama mereka dalam trading.

1.png

Jendela Trade Forex menampilkan akun broker secara langsung dari banyak trader. Di sini Anda bisa mendapatkan ide trading yang bagus untuk aset tertentu. Selain itu, ada feed streaming tentang kegiatan trading para anggota dan bahkan papan peringkat untuk melacak pengembalian terbaik bulan ini! Dengan menggunakan sumber yang luar biasa ini, Anda tidak hanya dapat melatih trading Anda tetapi juga dapat memeriksa apakah prediksi Anda benar.

2.png

Di bagian Berita Forex, Anda dapat menemukan laporan terbaru terkini yang diperlukan untuk membuat keputusan trading. Perhatikan bahwa semua laporan terus dipantau dan diperiksa faktanya oleh tim Forex Factory.

3.png

Pasar Forex berisi informasi tentang berbagai instrumen yang dilacak secara langsung dari berbagai sumber data. Bagian tersebut memberikan akses untuk menganalisis berbagai mata uang dengan logam, (contohnya Emas/GBP), energi (contohnya WTI/EUR), dan mata uang kripto (contohnya BTC/JPY).

4.png

Bagian dari situs web tentang Broker Forex memiliki daftar broker forex teregulasi teratas yang diyakinkan tidak terlibat dalam penipuan forex. Di sini, Anda dapat membandingkan broker berdasarkan kantor pusat, regulator, ketentuan trading, spread secara waktu nyata, dan deposit minimal.

5.png

Lihat apa yang ada di sini!

Kalender Forex adalah bagian situs web paling favorit oleh para trader. Dengan bantuan alat yang luar biasa ini, Anda dapat menemukan rilis ekonomi utama, melihat dampaknya terhadap pasar, dan prediksi para analis. Selain itu, bagian ini menunjukkan data paling relevan yang diperbarui secara instan.

6.png

Terakhir, ada Trade Explorer yang memberikan akses bagi para trader untuk menganalisis kinerja trading mereka. Produk ini berguna untuk memeriksa kinerja historis dan menyinkronkan data dengan akun broker yang terhubung.

Apa keuntungan dan kerugian utama dari Forex Factory?

Seperti halnya platform yang didedikasikan untuk trader, Forex Factory memiliki pro dan kontra.

Di antara keuntungan utama, kami dapat menyebutkan berbagai alat untuk menganalisis pasar, komunitas unik trader yang berbagi strategi dan memberikan ide trading, dan salah satu kalender Forex terbaik yang dapat Anda temukan di internet.

Adapun kekurangannya, kami dapat menyebutkan desain kuno dan tidak adanya informasi yang relevan pada beberapa broker.

Secara keseluruhan, Forex Factory adalah sumber informasi yang layak bagi seorang trader dan harus dikunjungi oleh setiap analis keuangan.

 

Sumber : https://fbsbrokerind.com/analytics/tips/forex-factory-the-holy-grail-for-forex-traders-33199
Penulis : Ekaterina Gorbatenko

Rahasia setting Bollinger Bands Scalping Paling Akurat

 Rahasia setting bollinger bands scalping paling akurat adalah cara membaca dan melakukan edit parameter pada indikator sehingga menghasilkan sinyal yang lebih valid – Jurnal forex.

 Halo sobat sekalian, bertemu kembali dalam pembahasan menarik hari ini yaitu tentang indikator trend akurasi tinggi.

Alat tersebut sudah ada dalam bawaan metatrader 4 sebagai alat trading default. Alat ini sangat digemari  banyak orang khususnya scalper.

Kita tahu, bahwa langkah awal seorang trader dalam membangun sistem trading adalah mencari alat trading aman, nyaman dan mampu meberikan profit konsisten.

Maka dari itu, bollinger bands adalah salah satu indikator favorit karena mudah untuk dibaca dan memberikan sinyal akurat untuk membangung sistem tersebut. Kemudian bagaimana untuk setting bollinger bands akurat?

Sebelum membahas lebih lanjut tentang alat tersebut, berikut penjelasan singkat tentang scalping.

 

Apa Itu Scalping?

Dalam perdagangan forex ada tiga istilah umum yaitu scalping, forex harian dan swing. Tiga istilah tersebut dipakai untuk membedakan waktu dan cara trading dalam forex.

Scalping adalah cara trading dimana mengutamakan kecepatan baik untuk masuk atau keluar market. Ciri khusus dalam scalping adalah mengambil keuntungan beberapa pip (sekitar 5 – 10) dengan frekuensi trading berulang-ulang.

Sebagai pelaku scalping, biasanya mereka menggunakan time frame M5, M15 dan H1. Hal ini didasari oleh kecepatan waktu yang dibutuhkan untuk melihat formasi indikator jangka pendek.

Keuntungan menggunakan scalping adalah mampu memberikan profit dengan cepat sehingga bisa mengurangi beban psikologi, tetapi disamping kelebihan tersebut tentu saja ada kelemahan yang dimiliki yaitu pergerakan keluar dari prediksi akibat dari berita fundamental.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan jika Anda ingin menekuni teknik scalping:

  • Harus memiliki waktu lebih dalam memantau pergerakan harga tiap 15 menit karena jika tidak maka Anda akan kehilangan banyak momen karena tidak fokus.
  • Harus memiliki ketenangan psikologi lebih karena kadang harga bergerak tidak sesuai prediksi.
  • Memperhatikan jadwal rilis berita setiap saat untuk menghindari pergerakan harga diluar prediksi.
  • Tetap konsisten pada rule, karena ketika terlalu sering melihat grafik akan banyak godaan secara psikologi.
  • Harus memakai broker degan spreads rendah karena mengingat target profit yang ingin diambil sangat kecil.
  • Memakai jaringan internet kuat agar cepat dalam melakukan eksekusi masuk atau keluar market.

 Itu tadi beberapa hal penting bagi Anda untuk membangun sistem scalping. Dengan memperhatikan hal tersebut maka akan lebih mudah untuk mencapai profit secara konsisten.

Banyak trader gagal dalam tahap ini karena tidak memiliki psikologi kuat dan sering berubah-ubah dalam menggunakan indikator dan sistem trading.

Dengan selalu bersabar dan fokus dalam mempelajari cara kerja indikator maka dalam beberapa saat Anda akan menemukan kelebihan dan kekurangan alat tersebut untuk membangun sistem trading.

Rahasia Bollinger Bands.

Bollinger bands sebagai salah satu indikator trend, sebetulnya memiliki rahasia umum kenapa alat ini sangat digemari. Rahasia paling umum adalah alat forex ini mampu untuk membaca arah trend serta volatilitas market.

Dua rahasia tadi sering digunakan para scalper untuk mencari keuntungan. Bollinger bands scalping mampu memberikan hasil positif, namun untuk meningkatan kinerja agar memberikan efek maksimal, alat tersebut harus disertai dengan indikator lain sebagai pemandu kekuatan market seperti oscillator. 

 

Oscillator berfungsi sebagai rambu-rambu dalam memasuki market. Ketika sudah berada di area jenuh beli maka bukan waktu ideal untuk melakukan buy begitu juga ketika di area jenuh jual bukan waktu ideal untuk melakuan sell.

Ketelitian dan kehati-hatian sangat penting dalam menggunakan indikator ini mengingat jumlah profit yang di ambil hanya beberapa pip, sehingga ketika jumlah kerugian lebih besar dari profit yang diperoleh maka sistem trading ini akan gagal.

Setting Bollinger Bands Akurat

Cara untuk melakukan setting secara akurat bisa dilakukan secara mudah yaitu:

Buka indikator dan masukan beberapa parameter sebagai berikut. Pertama buka terlebih dahulu bollinger bands seperti gambar di bawah ini:

cara setting bollinger bands dengan akurat

Setelah itu, maka akan terbuka jendela properti seperti gambar di bawah ini:

indikator bollinger bands untuk scalping

Dari form properti tersebut terdapat beberapa parameter yang harus diisi yaitu:

Periode: Parameter ini sebagai input peridoe Moving Average (MA) pada garis tengah indikator bollinger bands sebagai alat pembaca trend.

Deviation: Parameter ini sebagai input jarak atara pita bawah atau pita atas dengan garis MA. Parameter ini berfungsi sebagai alat pembaca volatilitas dengan ketentuan semakin lebar jarak antara pita bawah atau pita atas dengan garis MA maka nilai volatilitas semakin tinggi dalam artian trend masih berjalan dengan kuat. Begitu juga sebaliknya.

Apply to: Parameter ini berfungsi sebagai pembaca data input. Sebagai contoh opsi close, maka data tersebut di input dari harga penutupan candlestick.

Untuk Setting Bollinger Bands akurat bisa menggunakan parameter default atau Periode=20, Deviation=2.00, Shift=0, Apply to=0 karena nilai tersebut sudah memberikan hasil bagus asal digabung dengan alat oscillator seperti stochastick (9,3,5).

Biasanya bollinger bands dipakai untuk scalping pada time frame M15, M30 atau H1.

Itu tadi beberapa langkah sederhana untuk mengatur parameter dalam bollinger bands agar memberikan efek akurat dalam menganalisis pergerakan. Dengan menggunakan parameter bawaan metatrader, Anda sudah bisa melakukan trading dengan baik asal dijalankan dengan benar dan disiplin.

Cara Menggunakan

Langkah untuk memakai bollinger bands dan stochastic bisa dilihat seperti gambar berikut:

cara setting bollinger bands paling akurat

Aksi Jual: Trader bisa melakukan sell ketika harga sudah menyentuh pita atas dan indikator stochastick berpotongan diarea jenuh beli.

 Aksi Beli: Trader bisa melakuan buy ketika harga sudah menyentuh pita bawah dan indikator stochastick berpotongan di area jenuh jual.

Langkah tersebut merupakan cara paling simpel dalam menggunakan bollinger bands scalping untuk range waktu yang pendek seperti M15, M30 dan H1.

Ada beberapa catatan dalam menggunakan indikator tersebut, maka dari itu simak terus pembahasan berikut.

Kelemahan dan Kelebihan

Setiap indikator pasti memiliki kelemahan, tidak ada indikator mampu berdiri sendiri secara sempurna untuk mengalahkan market.

Dalam hal ini, bollinger bands memiliki kelemahan sebagai berikut:

  • Susah untuk memprediksi harga jika sedang trending atau ada berita fundamental berdampak kuat.
  • Teknik ini tergolong melawan trend, sehingga resiko terbawa arus lumayan besar.

Namun selain kelemahan, ada kelebihan dari sistem trading ini:

  • Sangat akurat jika dipakai pada saat market sedang sideways atau tidak ada pengeruh kuat fundamental.
  • Memberikan hasil baik jika dipakai pada area support atau resistance.
  • Nilai profitable bisa mencapai 70% jika dilakukan dengan benar dan berpegang pada sistem rule yang telah ditetapkan.

Kelemahan bukan menjadi kendala dalam menggunakan alat ini mengingat tidak ada indikator yang profitable 100%. Kesalahan baca atau noise tetap akan ada, namun bagaimana Anda membaca kelemahan tersebut sebagai rambu-rambu dalam menggunakannya maka alat tersebut tetap akan berkerja dengan baik.

 

Poin Penting.

Dari poin kelebihan dan kekurangan tadi maka bisa diambil beberapa hal penting sebagai catatan yaitu:

  • Hindari berita fundamental berdampak kuat, karena ini menjadi musuh terberat bagi para scalper.
  • Jangan terburu-buru masuk market jika setup forsmasi indikator belum terlihat dengan pasti.
  • Perhatikan area support dan resistance sebagai acuan transaksi.
  • Perpaduan dengan indikator oscillator akan memberik efek lebih baik dalam melakuan scalping.

Kesimpulan.

Setiap indikator pasti memiliki kelemahan, dengan tetap berpegang pada rule permainan akan memberikan hasil lebih baik. Setting bollinger bands scalping paling akurat ini memberikan gambaran dasar bagaimana melakukan input pada properti parameter agar memberikan hasil maksimal dengan dipadukan indikator lainn agar memberi efek maksimal.


Sumber : https://www.jurnalforex.com/2018/09/setting-bollinger-bands-scalping-paling-akurat.html

 

 

 

 

 

 

 

 

Apa itu Leverage dalam Trading: Panduan Utama untuk Pemula

Leverage adalah sejenis pinjaman tanpa bunga yang disediakan oleh broker. Anda dapat menggunakan leverage untuk meningkatkan besaran posisi Anda dan dengan demikian, meningkatkan keuntungannya. Atau, Anda dapat menggunakan leverage untuk mengurangi margin (jaminan yang diminta oleh broker untuk posisi terbuka).

Baca terus dan Anda akan mempelajari apa itu leverage dan cara kerjanya. Anda juga akan belajar bagaimana cara untuk menghitung dan mengetahui leverage yang paling optimal. Saya akan membahas semua pro dan kontra dari perdagangan dengan leverage dan memberikan contoh nyata dari perdagangan forex leverage.

Apa itu leverage? Definisi Leverage & Artinya

Bayangkan Anda membeli apel di pasar grosir di kota besar dan menjualnya di pasar lokal di kota kecil. Jelas ada biaya tambahan tertentu untuk menyediakan layanan pemindahan apel dari pasar grosir ke kota kecil.

Dan semakin banyak apel yang dapat Anda beli di pasar grosir maka semakin banyak yang akan Anda peroleh dari markup (asalkan semua apel terjual habis). Tetapi Anda memiliki uang tunai dalam jumlah terbatas. Anda memahami bahwa Anda dapat menjual apel 5 kali lebih banyak di pasar lokal dan Anda pergi ke bank untuk mengambil pinjaman.

Leverage forex yang dijelaskan secara sederhana adalah sejenis pinjaman bank yang diberikan oleh broker kepada trader forex. Jika Anda memiliki deposit yang relatif kecil dan menggunakan leverage maka Anda dapat membeli beberapa kali lebih banyak mata uang atau saham dan karenanya dengan menghasilkan keuntungan beberapa kali lebih banyak.

Apa itu Leverage di Forex?

Tetapi ada perbedaan yang signifikan antara pinjaman bank dan leverage forex. Seorang trader forex dapat menggunakan leverage kapan saja secara gratis, broker memberikan pinjaman tanpa bunga yang dibebankan pada jumlah hutang.

Leverage keuangan dalam perdagangan FX adalah:

  • Pilihan yang memungkinkan seorang trader untuk memasuki perdagangan dengan volume beberapa kali lebih besar dari jumlah uang sebenarnya pada deposit perdagangan.
  • Instrumen perdagangan margin, yaitu dana yang Anda pinjam untuk meningkatkan volume posisi dan juga untuk meningkatkan keuntungan Anda, jika ekuitas Anda tidak cukup.
  • Rasio antara deposit Anda dan volume posisi yang Anda buka.

Leverage Forex maksimum ditentukan dalam kondisi perdagangan untuk setiap jenis akun perdagangan. Misalnya, leverage maksimum untuk satu akun adalah 1:200; untuk akun lain, akan menjadi 1: 1000.

Contoh leverage di forex:

  1. Leverage 1: 1 berarti trader hanya trading dengan dana sendiri. Rasio antara deposit trader dan jumlah uang yang diperdagangkan. Artinya, jika trader memiliki $100, dia tidak dapat membuka posisi dengan total volume lebih dari $100.
  2. Leverage 1:1000 berarti bahwa trader dapat membuka posisi 1000 kali lebih banyak volume daripada dana yang dimilikinya. Artinya, jika Anda memiliki $100 maka Anda dapat membuka posisi $100*1000 = $100 000.

 

Leverage mana yang paling aman? Leverage minimum yang diperbolehkan adalah 1: 1.

Secara teori, tidak ada batas atas, itulah sebabnya Anda dapat menemukan leverage Forex 1:3000. Namun, regulator keuangan sangat menyarankan broker untuk menurunkan batas maksimum leverage untuk mengurangi risiko kehilangan deposit trader.

 

Leverage vs. Margin - Perbedaan & Hubungan

Definisi leverage lainnya adalah pilihan untuk meningkatkan dana trader yang diberikan sebagai jaminan untuk membuka dan mempertahankan posisi.

Sebagai contoh, leverage operasi 1:100, dalam hal ini, berarti untuk membuka posisi 1000 unit mata uang dasar, trader akan membutuhkan uang 100 kali lebih sedikit, yaitu 10 unit.

Jumlah uang ini disebut margin, yaitu jumlah yang ditahan oleh broker sampai posisi terbuka ditutup.

Margin adalah uang yang dibutuhkan sebagai jaminan yang harus Anda miliki di akun Anda untuk dapat trading Forex menggunakan leverage.

Rumus umum untuk menghitung margin terlihat seperti ini:

Margin = volume posisi (ukuran kontrak, lot) / leverage

Misalnya, jika Anda menggunakan leverage 1:2 untuk memasuki perdagangan $100 dengan persyaratan margin adalah 00/2 = $50.

Mari kita pelajari posisi terbuka pada EUR/USD dengan leverage 1: 1 sebagai contoh:

 

LiteFinance: Apa itu Leverage dalam Trading: Panduan Utama | LiteFinance (ex. LiteForex)

 

Total aset. Ini adalah jumlah dana pada deposit trader yang sama dengan saldo (jumlah deposit pada saat pembukaan posisi + keuntungan / kerugian yang dihasilkan oleh posisi terbuka). Itu adalah jumlah yang akan ada di akun jika posisi segera ditutup. Saat posisi terbuka, jumlahnya masih mengambang.

Aset yang digunakan (margin, jaminan). Ini adalah dana yang ditahan oleh broker saat Anda memasuki perdagangan. Ini adalah jumlah deposit Anda yang terkait langsung dengan leverage.

Dana yang tersedia untuk transaksi adalah jumlah uang bebas yang dapat digunakan trader. Ini dihitung sebagai perbedaan antara ekuitas dan margin. Jumlahnya mengambang, karena memperhitungkan untung/rugi saat ini pada posisi terbuka.

Dalam contoh ini, saya memasuki perdagangan lot minimum 0.01 (volume yang lebih kecil tidak disediakan oleh kondisi perdagangan), yang membutuhkan $1.127.21. Jumlah ini tercermin dalam baris "ASET YANG DIGUNAKAN" dan saya memiliki sedikit lebih dari $872 uang bebas. Artinya saya tidak bisa masuk yang lain, saya hanya tidak punya cukup uang.

Saya membuka akun demo yang sama, tetapi dengan leverage 1:10 dan memasuki tiga perdagangan dengan volume 0.01 lot. Dengan leverage 1:10, saya membutuhkan uang 10 kali lebih sedikit untuk memasuki perdagangan serupa dengan efek yang sama. Jadi, saya bisa memasuki 10 perdagangan dengan volume 0.01 lot pada saat yang sama (misalnya, untuk beberapa instrumen). Atau saya bisa masuk satu perdagangan, tetapi dengan volume 0.1 lot.

 

LiteFinance: Apa itu Leverage dalam Trading: Panduan Utama | LiteFinance (ex. LiteForex)

Kami harus memiliki deposit minimum lebih dari $1127.21 untuk memasuki perdagangan dengan volume minimum 0.01 lot dengan leverage 1:1. Dengan leverage 1:1000, marginnya menjadi $1.1272. Artinya, jumlah dana saya sendiri sebesar $1.13 akan cukup untuk memasuki perdagangan semacam itu.

 Kesimpulan lain didapat dari contoh ini. Semakin tinggi leverage maka semakin rendah margin, yang berarti trader memiliki lebih banyak dana tersisa untuk trading.

 LiteFinance: Apa itu Leverage dalam Trading: Panduan Utama | LiteFinance (ex. LiteForex)

Ringkasan singkat. Margin adalah jumlah uang yang disisihkan oleh broker saat trader memasuki perdagangan. Ini dapat disajikan sebagai tabel:

 

Jika Anda trading dengan leverage 1: 1, persyaratan margin sama dengan volume posisi (broker menahan dana jaminan 100% dari jumlah penuh posisi).

Dengan leverage 1: 100, jika Anda memasuki perdagangan dengan volume yang sama, broker hanya menyisihkan 1% dari jumlah penuh posisi.

Mengapa Trading dengan Leverage di Pasar Forex?

Anda dapat trading tanpa leverage sama sekali. Namun, ada situasi ketika leverage membuatnya lebih mudah untuk mencapai target keuangan Anda atau/dan meningkatkan keuntungan Anda. Sebagai contoh:

  • Anda dapat membuka posisi dengan volume minimum yang diperbolehkan (biasanya 0.01 lot) meskipun Anda memiliki deposit kecil. Anda tidak dapat memasuki perdagangan pada beberapa aset tanpa leverage jika Anda memiliki deposit $10 (atau bahkan $100). JADI, leverage keuangan bisa menjadi satu-satunya kesempatan bagi seorang pemula untuk memulai perdagangan. Anda akan mengetahui lebih banyak tentang ini di bagian selanjutnya.
  • Anda dapat meningkatkan volume posisi Anda. Bayangkan bahwa deposit Anda memungkinkan Anda untuk memasuki perdagangan pada EUR/USD dengan volume 0.01 lot, di mana 1 pip adalah 10 sen (untuk harga empat digit).

Berikut contohnya: Anda 100% yakin bahwa harga akan mencakup 10 poin ke arah yang diperlukan. Tanpa leverage, Anda akan mendapatkan 10*10 = 100 sen ($1). Ambil leverage Forex 1:100 dan masukkan perdagangan 100 kali lebih besar, volume perdagangannya adalah 1 lot. Keuntungan Anda dari 10 poin tertutup juga akan 100 kali lebih banyak - $100. Namun, aturan manajemen risiko mengatakan Anda tidak boleh memasuki perdagangan untuk seluruh jumlah deposit Anda, tetapi ini hanya sebuah contoh, untuk menunjukkan bagaimana leverage bekerja dalam perdagangan Forex.

  • Anda dapat memasuki lebih banyak perdagangan, dan karenanya, tingkatkan deposit Anda. Contoh: Anda memiliki $100. Saat Anda membuka posisi dengan volume $100 (tanpa leverage), broker segera menyimpan semuanya untuk menjaga posisi Anda tetap terbuka. Seluruh jumlah deposit ditahan dan Anda tidak dapat memasuki lebih banyak perdagangan.

Jika Anda menggunakan leverage 1:10, maka broker hanya akan menyisihkan $10 untuk perdagangan $100. Kemudian Anda dapat menggunakan sisa $90 untuk memasuki perdagangan baru. Misalnya, Anda dapat memasuki perdagangan pada aset lain dan dengan demikian mendiversifikasi risikonya.

Anda akan lebih memahami apa itu leverage Forex jika Anda membuka beberapa akun demo dengan deposit berbeda, leverage berbeda dan memasuki beberapa perdagangan berbeda.

Anda dapat melakukannya dengan melalui beberapa langkah mudah:

  • daftarkan profil dengan LiteFinance (klik tombol Pendaftaran di pojok kanan atas). Ini tidak akan memakan waktu lebih dari beberapa menit.
  • klik pada tab METATRADER di sebelah kanan grafik perdagangan Anda di profil klien Anda.

 LiteFinance: Apa itu Leverage dalam Trading: Panduan Utama | LiteFinance (ex. LiteForex)

Klik tombol BUKA AKUN, pilih leverage dan setelah membuat akun, tetapkan sebagai Akun utama. Oleh karena itu, Anda akan membuka akun real dan demo. Untuk beralih dari satu akun ke akun lainnya, buka tab Metatrader lagi dan ubah akun yang diperlukan menjadi akun utama.

 LiteFinance: Apa itu Leverage dalam Trading: Panduan Utama | LiteFinance (ex. LiteForex)

 

Akun demo menyediakan rentang leverage dari 1: 1 hingga 1:1000. Pada akun perdagangan nyata (Classic dan ECN), kisaran leverage juga dari 1:1 hingga 1:1000.

Bagaimana cara memeriksa leverage akun Anda di platform MT4? Tidak ada pilihan seperti itu secara langsung di MT4 (tidak masuk akal untuk menghitung berdasarkan level margin).

Pilihan seperti itu disediakan di profil trader, di mana Anda juga dapat membuka akun MT4 dan melampirkannya ke terminal dengan login dan kata sandi. Anda dapat melihat leverage untuk setiap akun di profil Anda. Anda juga dapat mengubah leverage dengan memasuki menu Metatrader di sebelah kanan.

 LiteFinance: Apa itu Leverage dalam Trading: Panduan Utama | LiteFinance (ex. LiteForex)

 

Bagaimana Leverage Bekerja dalam Perdagangan Forex?

Mari kita lihat bagaimana leverage Forex bekerja pada contoh situasi nyata dari platform perdagangan LiteFinance.

Misalkan Anda telah mendepositkan $100 di akun investor Anda dan ingin melakukan perdagangan pada pasangan mata uang EUR/USD, yang pertukarannya saat ini adalah 1.13. Berdasarkan kondisi perdagangan, volume perdagangan minimum adalah 0.01 lot.

Berdasarkan kondisi perdagangan, volume transaksi minimum adalah 0.01 lot. Karena 1 lot adalah 100,000 unit mata uang dasar, volume perdagangan 0.01 lot akan sesuai dengan 1000 unit. Artinya, volume perdagangan 0.01 lot berarti Anda dapat membeli setidaknya 1000 euro, yang mana Anda akan membutuhkan lebih dari $1130. Tetapi Anda hanya memiliki $100 di akun Anda dan platform tidak akan membiarkan Anda membuka order.

 LiteFinance: Apa itu Leverage dalam Trading: Panduan Utama | LiteFinance (ex. LiteForex)

Jika Anda menggunakan leverage 1:10, Anda sudah dapat mengelola $1000. Tapi itu belum cukup. Jelas dari angka tersebut, memiliki deposit $1000 Anda menerima pesan dana di akun Anda tidak cukup? Dan Anda tidak bisa membuka posisi.

Saat Anda menggunakan leverage 1:20 (ini adalah leverage yang cukup aman untuk trader pemula dalam hal manajemen risiko), Anda akan dapat melakukan perdagangan dengan volume 0.02 lot.

 

 

Keuntungan Leverage

Kelebihan dari perdagangan leverage di Forex:

  1. Anda dapat memasuki perdagangan dengan volume yang jauh lebih besar dari modal Anda sendiri.
  2.  Leverage adalah pinjaman tanpa bunga. Untuk meningkatkan jumlah deposit Anda dan memasuki perdagangan dengan volume yang lebih besar maka Anda dapat mengambil pinjaman di bank, tetapi Anda harus membayar bunga.Broker forex tidak memungut bunga untuk memberi Anda leverage.
  3. Anda dapat meningkatkan keuntungan Anda menggunakan leverage. Jika Anda meningkatkan volume perdagangan Anda sebanyak 10 kali dengan menggunakan leverage, Anda akan meningkatkan keuntungan Anda juga sepuluh kali lipat (saya menulis ini sebelumnya).
  4.  Dengan volume perdagangan yang sama untuk aset yang sama, deposit tanpa leverage akan dihentikan lebih cepat daripada deposit perdagangan dengan leverage.

Kekurangan Leverage

Kekurangan  perdagangan dengan leverage Forex meliputi:

  1. Risiko lebih tinggi terkait dengan peningkatan total volume perdagangan terbuka. Peningkatan volume posisi juga meningkatkan nilai suatu poin. Oleh karena itu, potensi kerugian Anda juga meningkat. Leverage tinggi menyiratkan potensi keuntungan tinggi serta potensi kerugian tinggi.
  2.  Margin call/stop-out. Masalah ini berasal dari poin sebelumnya. Jika Anda memasuki perdagangan EUR/USD dengan volume 1 lot, satu poin berharga $10.Jika volume posisi 0.01 lot, satu poin berharga 10 sen. Dalam kasus pertama, deposit akan dihentikan lebih cepat.
  3. Jebakan psikologis. Bila Anda memiliki dana bebas yang terhindar dari persyaratan margin dengan bantuan leverage. Ini dapat mendorong Anda untuk meningkatkan volume posisi Anda hingga perdagangan yang merugi jika Anda ingin memenangkan kembali kerugian Anda. Hal ini juga dapat menyebabkan kepercayaan yang tidak dapat dibenarkan atas potensi keuntungan.

Penting! Semua kekurangan leverage di atas adalah kekurangan yang hanya jika trader lupa tentang aturan managemen resiko  dan meningkatkan volume posisi yang diatur oleh adanya emosi. Jika Anda menggunakan leverage broker (bahkan leverage tinggi) tanpa memperbesar volume posisi maka itu tidak terkait dengan risiko apa pun.

Produk Leverage (bagaimana menghitung leverage untuk berbagai aset perdagangan)

Jadi, sekarang saya yakin Anda mengerti arti secara umum dari margin dan leverage. Izinkan saya meringkas secara singkat:

  • Leverage keuangan adalah pinjaman tanpa bunga yang disediakan oleh broker, yang memungkinkan pembelian lebih banyak aset atau untuk mengurangi margin, menghemat dana yang akan dipesan oleh broker sebagai jaminan.
  • Margin adalah dana trader yang disimpan oleh broker sebagai jaminan (dana nyata di akun Anda) saat memasuki perdagangan. Ini dihitung berdasarkan rumus posisi Volume/Leverage.
  • Stop out di Forex adalah level di mana semua posisi aktif trader ditutup secara otomatis oleh broker mereka, Ini dihitung sebagai persentase dari Level yang ditetapkan oleh kondisi perdagangan. Level tersebut, pada gilirannya yang dihitung sebagai total Aset (atau total dana)/Aset yang digunakan (Margin, jaminan)*100.

Konsep di atas diperlukan untuk mengembangkan sistem manajemen risiko dan menghitung tingkat risiko yang dapat diterima. Rumus di atas hanya relevan untuk CFD mata uang yang diperdagangkan di Forex. Untuk instrumen perdagangan lainnya, rumus perhitungannya berbeda. Begitu juga konsep leverage di bursa saham misalnya berbeda dengan pengertian leverage Forex sebagai dana pinjaman yang disediakan oleh broker.

1. Perdagangan mata uang (harga langsung, harga tidak langsung dan nilai tukar silang)

1.1. Harga langsung.

Harga langsung adalah nilai tukar mata uang asing di mana USD berada di posisi kedua dalam pecahan.

Margin = Volume posisi*Ukuran kontrak/Leverage*Harga terbuka (nilai tukar)

Sebuah contoh. Pasangan mata uang EUR/USD mengacu pada harga langsung. Nilai tukar 1.13 berarti bahwa trader membutuhkan $113,000 untuk membeli 1 lot (100000 euro).

Atau $1130 untuk volume perdagangan minimum 0.01 (1000 euro).Dengan leverage 1:100, margin akan menjadi 0.01*100,000/100*1,13,  di mana:

  • 1000 - euro, volume mata uang yang dibeli (volume posisi).
  • 100 - Leverage.
  • 1.13 - nilai tukar.

Persyaratan margin adalah $ 11,3.

Itu adalah seperseratus dari jumlah uang yang akan dihabiskan trader untuk membeli 1000 euro (0.01 lot).

1.2. Harga tidak langsung

Harga tidak langsung adalah harga mata uang di mana USD berada di tempat pertama.

Margin = Ukuran posisi/leverage

Contoh: Pasangan mata uang USD/CAD adalah harga tidak langsung.

Karena dana jaminan dihitung dalam mata uang pertama untuk pasangan mata uang ini, dalam hal ini, akan dihitung dalam USD.

Perdagangan dengan 0.01 lot berarti bahwa trader akan membutuhkan $1000 untuk membeli dollar Kanada.

Dengan leverage 1:100, marginnya adalah: 0.01*100.000/100 = $10.

1.3. Nilai tukar silang.

Nilai tukar silang adalah nilai tukar mata uang yang tidak termasuk USD. Tapi jaminan di sini juga dihitung dalam mata uang yang pertama dalam rasio.

Margin = Volume posisi*Ukuran kontrak/Leverage* harga mata uang pertama dalam USD

 

Sebuah contoh. Pasangan mata uang GBP/CAD adalah nilai tukar silang.

0.01 lot berarti seorang trader membeli 1000 pound untuk dollar Kanada sesuai dengan kurs nilai tukar pasar.

Karena mata uang dasar trader adalah dollar AS, jumlah uang yang ditunjukkan di bagian Aset yang Digunakan akan dinyatakan dalam USD.

 

Dengan leverage 1:200, marginnya adalah 0.0 *100000/200*1.2639 = 6.319

  • 1000 - lot minimum (0.01).
  • 200 - leverage.
  • 1.2639 - Nilai tukar GBP/USD (sedikit deviasi dari angka di hasil tangkapan layar dari nilai tukar floating).

Nilai margin ini Anda lihat di layar, di tab Aset yang Digunakan.

2. ETF

Ada perbedaan signifikan dalam bagaimana leverage diterapkan ke pasar pertukaran, yang diotorisasi dan diatur, dan pasar over-the-counter.

2.1. Exchange-traded indexes.

ETF adalah dana indeks yang sahamnya diperdagangkan di bursa. Ini didasarkan pada portofolio aset terstruktur, seringkali memiliki biaya tetap.Membeli saham dari dana ETF, trader sebenarnya berinvestasi dalam portofolio investasi terkonsolidasi, yang dapat memiliki struktur yang terdiversifikasi atau terdiri dari instrumen segmen tertentu.

ETF leverage memungkinkan Anda meningkatkan profitabilitas saham dengan ukuran leverage. Misalnya, jika Anda berinvestasi di NASDAQ ETF tanpa leverage maka Anda akan mendapat keuntungan 1% jika indeks naik 1%. Jika Anda berinvestasi dalam ETF menggunakan leverage, Anda akan mendapat untung 2% -3% dari pertumbuhan indeks sebesar 1%. ETF semacam itu juga disebut sebagai perdagangan margin.

2.2 Indeks Forex.

Anda juga dapat memperdagangkan indeks dengan broker Forex. Keuntungan dari perdagangan indeks Forex adalah ada ambang masuk yang lebih rendah dan prosedur yang kurang formal. Perdagangan masuk dalam beberapa klik.

Margin = Volume posisi*Ukuran kontrak*harga/ukuran tick*nilai tick* persentase margin/100

Semua data yang diperlukan untuk perhitungan dari spesifikasi kontrak, yang dapat Anda temukan di informasi instrumen perdagangan di situs LiteFinance.

Pilih instrumen yang ingin Anda ketahui spesifikasinya. Dalam hal ini, ini adalah indeks FTSE.

 LiteFinance: Apa itu Leverage dalam Trading: Panduan Utama | LiteFinance (ex. LiteForex)

Volume posisi adalah volume yang akan Anda beli dalam lot. Ukuran kontrak, ukuran poin, persentase margin - semua data ini ditemukan dalam spesifikasi kontrak. Persentase margin 1% berarti leverage 1:100 digunakan pada instrumen.

LiteFinance: Apa itu Leverage dalam Trading: Panduan Utama | LiteFinance (ex. LiteForex)

 

Dana jaminan (margin) = 1*1*6111.7/0.1*0.01*1/100 = 6.1117, di mana:

  • 1 - volume posisi. Ini sesuai dengan 1 lot, Anda tidak dapat mengatur volume yang lebih kecil.
  • 1 - ukuran kontrak, data spesifikasi.
  • 6111.7 - harga kontrak.
  • 0.1 - ukuran tick harga.
  • 0,01 - nilai tick. Perhatikan bahwa screenshot MT4 menampilkan 0 di bagian ini. Ini adalah kelemahan platform, yang mana membulatkan nilai ke bawah untuk kontrak ini.
  • 1 - persentase margin. Ini adalah analogi leverage.

Karena mata uang margin adalah GBP dan mata uang depositnya adalah dollar AS. Kami akan mengoreksi nilai tukar, 6.1117*1.2639 = 7.73. Itu adalah persyaratan margin untuk kontrak yang dinyatakan dalam USD.

Penting! Perhatikan bahwa dalam perdagangan indeks Forex, leverage tidak menjadi masalah, karena tidak mengambil bagian dalam rumus perhitungan margin.

Persentase margin dipertimbangkan di sini. Persentase margin ditentukan oleh broker untuk setiap indeks. Persentasenya tergantung pada penyedia likuiditas. Jumlah posisi dikoreksi oleh koefisien ini.

Dalam hal ini, persentase margin bisa disebut analog leverage. Ini adalah persentase yang diambil dari margin jika diasumsikan tidak ada leverage.

Misalnya, persentase margin 10% sesuai dengan leverage 1:10. Persentase margin 1% sesuai dengan leverage 1:100. Anda akan melihat cara kerjanya lebih detail lebih lanjut ketika saya menjelaskan contoh aset tertentu.

3. CFDs

CFD adalah contract for difference, ini adalah instrumen utama yang diperdagangkan di Forex (juga populer di pasar bursa).

Perdagangan produk CFD tidak memerlukan pertukaran nyata saham, logam atau komoditas lain, misalnya minyak. Ketika transaksi berakhir, harga saat ini dibandingkan dengan harga yang relevan pada saat kesepakatan kontrak. Pembeli dan penjual membuat kesepakatan bersama.

Keuntungan lain dari perdagangan CFD Forex adalah leverage yang tinggi, yang memungkinkan peningkatan volume posisi hingga 100 dan bahkan 1000 kali lipat. Ini mengacu pada CFD pada pasangan mata uang. Dalam perdagangan CFD atau saham minyak, leverage bekerja secara berbeda.

Margin = Volume posisi*ukuran kontrak*persentase margin/100

Anda mengambil semua data yang dibutuhkan dari spesifikasi kontrak. Perhatikan bahwa dalam spesifikasi kontrak oil, Anda harus menentukan jenis kalkulasi margin. Itu tergantung pada penyedia likuiditas dan dapat dihitung dengan menggunakan rumus indeks yang ditampilkan di bagian sebelumnya.

 LiteFinance: Apa itu Leverage dalam Trading: Panduan Utama | LiteFinance (ex. LiteForex)

 

Margin (aset yang digunakan) = 0.1*10*43.3*10/100 =4.33, di mana

  • 0.1 - volume posisi seminimal mungkin.
  • 10 - ukuran kontrak ditemukan dalam spesifikasi.
  • 43.3 - harga.
  • 10 - persentase margin dari spesifikasi.

Leverage akun perdagangan tidak menjadi masalah di sini juga. Namun kenyataannya, leverage di sini adalah 1 hingga 10, yang tidak disediakan oleh bursa mana pun.

4. Option

Option adalah kontrak pertukaran yang disepakati antara dua pihak dan memberi pembeli hak untuk membeli atau menjual aset di masa depan dengan harga dan tanggal yang telah ditentukan (tanggal kedaluwarsa).

Leverage bekerja dalam perdagangan option dengan cara berikut: biaya kontrak option biasanya jauh lebih rendah daripada biaya keamanan yang mendasarinya.

Pembelian kontrak option memungkinkan Anda untuk mengelola jumlah yang lebih besar dari keamanan yang mendasarinya, seperti saham daripada yang Anda bisa dengan benar-benar memperdagangkan saham itu sendiri.

Misalnya, memiliki jumlah uang yang sama, Anda dapat membeli 10 saham atau option untuk mengontrol 100 saham. Jika Anda menggunakan leverage dalam option trading, Anda dapat menciptakan potensi keuntungan yang jauh lebih tinggi melalui option pembelian daripada melalui pembelian saham.

5. Crypto

5.1. Pertukaran Cryptocurrency

Dalam pertukaran crypto, leverage bekerja dengan cara yang sama seperti dalam perdagangan Forex, digunakan untuk meningkatkan volume posisi yang Anda buka. Namun, pertukaran tidak sebanyak broker. Paling sering ada leverage 1: 2 -1: 5.

5.2. Trading crypto dengan broker Forex

Dibandingkan dengan pertukaran crypto, perdagangan mata uang crypto dengan broker Forex memiliki beberapa keunggulan:

  1. Verifikasi jauh lebih mudah di sini, ada regulasi dan perlindungan saldo klien, sementara pertukaran cryptocurrency telah berulang kali diretas dan ditipu.
  2. Anda dapat membuka posisi pendek (jual perdagangan) dengan broker.
  3. Broker memiliki leverage yang lebih tinggi (persentase margin). Persentase margin tertentu berfungsi sebagai leverage dan itu dari 1 sampai 10. Mari kita lihat bagaimana margin dalam perdagangan crypto dengan broker dihitung
Margin = Volume posisi*ukuran kontrak*persentase margin/100

 LiteFinance: Apa itu Leverage dalam Trading: Panduan Utama | LiteFinance (ex. LiteForex)

 

Dana jaminan = 0.01*1*9213.12*10/100 = 9.21, di mana

  • 0.01 - Volume posisi (lot minimum adalah 0.01, akan lebih mudah digunakan instrumen perdagangan di mana volume lot dimulai dengan nilai bilangan bulat).
  • 1 - Ukuran kontrak, diambil dari spesifikasi di MT4.
  • 9213.12 - harga BTC/USD.
  • 10 - persentase margin, juga diambil dari spesifikasi.

Mata uang margin adalah USD, jadi hasilnya akan sesuai dengan mata uang deposit.

6. Kontrak Berjangka (Futures)

Seperti indeks saham, kontrak berjangka diperdagangkan di bursa dan over-the-counter.

6.1. Pasar bursa

Berbeda dengan leverage dalam perdagangan saham, di mana broker memberikan leverage maksimum 1:2 dan membebankan bunga ketika posisi digulirkan ke hari berikutnya, leverage dalam perdagangan berjangka adalah gratis. Hal ini mengikuti konsep kontrak berjangka itu sendiri, dimana penyelesaian dilakukan pada akhir kontrak.

Misalnya, jika biaya kontrak berjangka CAD/USD adalah $7.370, Anda tidak perlu membayar seluruh jumlah sekaligus. Cukup dengan deposit jaminan di bursa, misalnya, $737 dengan leverage 1:10.

6.2. Pasar OTC

Di sini, semuanya juga tergantung pada persentase Margin yang ditetapkan oleh broker.

Margin = Volume posisi * ukuran kontrak * harga * persentase margin / 100

7. Logam

Ini adalah contoh lain betapa pentingnya memperhatikan jenis kalkulasi margin dalam spesifikasi. Hal ini mendefinisikan rumus untuk menghitung margin. Logam dan minyak disebut sebagai pasar komoditas.

Namun, rumus CFD digunakan untuk menghitung persyaratan margin untuk minyak, emas, dan perak, sedangkan paladium, misalnya, merupakan pengecualian. Ini menggunakan rumus CFD-Leverage, yaitu leverage Forex diperhitungkan.

Margin = Volume posisi * ukuran kontrak * harga / Leverage

 LiteFinance: Apa itu Leverage dalam Trading: Panduan Utama | LiteFinance (ex. LiteForex)

 

Margin = 0.01*100*1949.16 / 200 = 9.75, dimana:

  • 0.01 - volume posisi (lot minimum - 0.01).
  • 100 - ukuran kontrak yang ditentukan dalam spesifikasi.
  • 1946.16 - harga saat ini di mana posisi dibuka.
  • 200 - leverage 1:200.

Tidak seperti minyak atau indeks, leverage penting dalam perdagangan logam. Saya ingin menekankan bahwa Andalah yang memilih leverage dan Anda dapat mengubahnya kapan saja.

Persentase margin adalah nilai tetap yang ditentukan oleh broker dan ditentukan dalam spesifikasi instrumen

8. Saham

Seperti jenis sekuritas lainnya, dimungkinkan untuk menghasilkan uang dari perubahan nilai saham baik di bursa maupun di pasar over-the-counter.

8.1. Ekuitas perdagangan di bursa saham

Saat membeli saham di bursa, trader menjadi pemilik langsungnya.

Namun, deposit minimum untuk trading di bursa dapat dimulai dari beberapa ribu dollar AS dan biaya komisi untuk trader pemula terkadang terlalu tinggi. Leverage disediakan oleh broker, tetapi biasanya rendah, sekitar 1:2.

8.2. Ekuitas perdagangan di Forex

Tidak seperti perdagangan di pasar saham, ada deposit awal yang rendah. Malahan leverage, margin bergantung pada persentase margin.

Rumus perhitungan margin untuk perdagangan saham di Forex mirip dengan rumus perhitungan margin untuk CFD

Margin = Volume posisi*ukuran kontrak*harga*persentase margin / 100

 LiteFinance: Apa itu Leverage dalam Trading: Panduan Utama | LiteFinance (ex. LiteForex)

 

Margin = 0.01*1*117.23*2/100 = 0.0234, dimana:

  • 0.01 - volume posisi minimum untuk instrumen ini.
  • 1 - ukuran kontrak. Ini adalah tetap yang diambil dari spesifikasi.
  • 117.23 - harga pembukaan posisi.
  • 2 - persentase margin. Ini ditentukan dalam spesifikasi.

Rasio Leverage: Apa ini?

Dalam ilmu ekonomi, rasio leverage keuangan menunjukkan rasio nyata dana milik dan pinjaman dalam sebuah bisnis. Indikator ini memungkinkan Anda untuk menilai stabilitas perusahaan dan tingkat profitabilitasnya. Dalam Forex, istilah ini memiliki arti yang sedikit berbeda. Leverage forex adalah rasio ekuitas untuk pembelian margin.

Rumus rasio leverage

Rumus koefisiennya sederhana: 1 / leverage. Misalnya, rasio leverage untuk leverage 1:2 adalah 1/2 = 0.5. Untuk leverage 1:100, rasio leverage 1/100 = 0.01.

Contoh penghitungan persyaratan margin dan saldo akun:

  1. Anda memiliki deposit $3000. Anda ingin membeli 1 lot euro (100 000 EUR) dengan harga 1,2 USD. Pialang menawarkan untuk pasangan ini leverage maksimum 1:50.

    Rasio leverage 1/50 = 0.02.

    Margin = 100,000 * 1.2 * 0.02 = $2400 - ini adalah jumlah uang yang akan dipesan oleh broker dengan leverage 1:50.

  2. Dana bebas (tersedia untuk transaksi) adalah 3000-2400 = $600.
  3. Dengan leverage 1:50, Anda dapat mengelola dana 600 * 50 = $30,000. Dengan uang ini, Anda dapat membeli 30,000 / 1.2 = 25,000 euro. Dengan kata lain, margin untuk membeli 25.000 euro dengan leverage 1:50 adalah $600.

Untuk jumlah $3000 dengan leverage 1:50, Anda dapat membeli total 125,000 euro. Perhitungan yang disederhanakan akan terlihat seperti ini: jumlah pembelian = 3000 * 50 / 1.2 = 125,000 EUR.

Sebelum menghitung leverage Forex yang optimal, saya menyarankan untuk menggunakan kalkulator forex, yang memiliki banyak informasi berguna lainnya selain data margin. Ini terlihat seperti ini:

Kalkulator leverage forex

Tidak tahu cara menghitung leverage di pasar Forex? Gunakan kalkulator leverage. Sangat mudah digunakan:

  1. Pilih pasangan mata uang atau aset lain yang akan Anda tradingkan.
  2. Pilih leverage yang akan Anda gunakan.
  3. Pilih ukuran lot dari posisi yang akan Anda buka.

Itu dia. Kalkulator akan menunjukkan jumlah margin yang Anda perlukan untuk membuka perdagangan dengan leverage yang dipilih dan selain itu, biaya sebenarnya dari perdagangan tersebut jika tidak ada modal pinjaman yang digunakan.

Misalnya, untuk membuka posisi beli pada EUR/USD  dengan volume 0.01 lot dan leverage 1:100, marginnya adalah $11.32. Dengan kata lain, untuk membeli 1000 EUR, Anda membutuhkan $1132, tetapi 1/100 dari jumlah ini, $11.32, sudah cukup untuk memasuki perdagangan.

Cobalah sendiri:

 

dari 0.01 hingga 100
Menghitung
Baca lebih lanjut tentang leverage dan perhitungan lot di sini.

 

 

Anda mungkin juga tertarik dengan artikel lain yang akan membantu Anda menghitung volume posisi optimal, dengan mempertimbangkan tingkat risiko individu:

Bagaimana cara menghitung lot di Forex?

Bagaimana cara menghitung tingkat margin di Forex?

Contoh Rasio Leverage dalam Trading

Untuk menjelaskan kepada Anda perbedaan antara perdagangan leverage rendah dan perdagangan leverage forex tinggi, saya akan kembali menggunakan pasangan mata uang EUR/USD sebagai contoh. Saya akan menggunakan leverage 1:10 dan leverage Forex 1: 1000.

Ada sedikit kurang dari $10,000 pada deposit. Artinya dengan leverage 1:10, saya dapat memasuki perdagangan dengan volume 0.8 lot (dana jaminan = 80,000 / 10 * 1.13 = 9040).

Aset yang tersedia untuk transaksi sedikit kurang dari $1000. Perhatikan perubahan saat ini. Dalam beberapa menit perdagangan diadakan di pasar, kerugian floating dengan berjumlah dua digit.

 LiteFinance: Apa itu Leverage dalam Trading: Panduan Utama | LiteFinance (ex. LiteForex)

Sekarang, saya mengubah leverage saya menjadi 1: 1000. Dengan deposit yang sama, saya dapat membuka posisi untuk 80 (!) Lot (dana jaminan = 8,000,000 / 1,000 * 1.13 = 9040). Artinya, memiliki deposit kurang dari 10,000 USD, saya dapat membeli 8 juta EUR.

LiteFinance: Apa itu Leverage dalam Trading: Panduan Utama | LiteFinance (ex. LiteForex)

Nah, untung/rugi saat ini adalah angka tiga digit, meski jumlah aset yang digunakan sama. Namun, jumlah aset yang tersedia untuk transaksi  jauh lebih sedikit, karena nilai poinnya jauh lebih tinggi karena leverage yang lebih tinggi. Saya menunggu beberapa menit dan keluar dari perdagangan.

 LiteFinance: Apa itu Leverage dalam Trading: Panduan Utama | LiteFinance (ex. LiteForex)

Gambar di atas menampilkan hasil dari dua perdagangan dengan leverage 1:10 dan 1:1000. Posisi itu ditahan hanya beberapa menit. Depositnya sama, begitu pula dana jaminannya. Dalam kasus pertama, keuntungannya adalah $0.8, dalam kasus kedua, itu adalah $2800.

Pada awalnya, keuntungan dari leverage yang tinggi tampak jelas. Tetapi ingat bahwa ketika ukuran perdagangan meningkat, nilai pip juga meningkat.

Dalam kasus leverage yang lebih rendah, dana yang tersedia hampir $900. Dalam kasus leverage yang sangat tinggi dengan kurang dari $150 tersedia untuk transaksi.

Jika harga bergerak hanya beberapa poin ke arah yang berlawanan, perdagangan aka terjadi stop-outi. Dengan leverage 1:10, kisaran harga jauh lebih lama, sehingga perdagangan jauh lebih aman.

Kesimpulan. Semakin tinggi leverage yang digunakan untuk meningkatkan volume transaksi maka semakin besar potensi keuntungannya. Namun, ada juga risiko yang lebih besar bahwa perdagangan akan terjadi stop-out dan deposit akan hilang.

Saya akan menjelaskan lebih lanjut bagaimana memilih tingkat leverage dan bagaimana menggunakan leverage dalam perdagangan Forex.

Menggunakan Contoh Leverage Maksimum

Contoh 1. Bayangkan Anda mengambil momen yang baik ketika tren EUR/USD dimulai. Anda memiliki $120 pada deposit Anda dan nilai tukar saat ini adalah 1.2. Anda mengambil leverage 1: 1000 dan Anda sudah memiliki $120,000 dan Anda dapat membeli 100,000 EUR (yaitu 1 lot). Nilai pip EUR/USD untuk volume perdagangan 1 lot adalah $ 10.

Artinya, jika harga hanya mencakup 12 pips, semua deposit akan hilang (anggap saja level stop out adalah 0). Anda membuka kalkulator volatilitas dan melihat bahwa rata-rata volatilitas EUR/USD adalah sekitar 80 pip.

Kesimpulan. Jika Anda menggunakan leverage 1:1000, Anda kemungkinan besar akan kehilangan seluruh deposit. Jika terjadi pembalikan tren atau koreksi lokal maka harga pasti akan menutupi 12 pips.

Contoh 2. Bayangkan Anda memiliki $1200 dalam deposit Anda, Jadi, Anda dapat memasuki satu perdagangan dengan volume 0.01 lot. Tanpa leverage (leverage 1: 1), margin akan menjadi $1200. Tetapi Anda ingin melakukan hedging terhadap risiko dan memasuki perdagangan lain untuk aset berkorelasi negatif.

Anda mengambil leverage 1:1000, marginnya akan menjadi $1.2. Anda dapat dengan bebas mengontrol sisa $1198.8 dan melakukan perdagangan untuk aset lain dengan volume yang sama yaitu 0.01 lot.

Kesimpulan. Dengan menggunakan leverage Forex maksimum, Anda tidak mengambil risiko apa pun, karena total volume perdagangan yang dimasukkan adalah 0.02 lot (nilai pip akan dihitung dalam cent dan pergerakan harga yang berlawanan tidak akan menghabiskan deposit). Di sisi lain, keuntungan Anda juga tidak banyak.

Contoh 3. Jumlah posisi untuk masing-masing 2 order adalah $5000. Posisi pertama dibuka dengan leverage 1:1, marginnya $5000. Posisi kedua dibuka dengan leverage 1:100 dan marginnya $50. Rumus levelnya adalah Ekuitas/Margin*100%. Stop-out adalah level di mana semua posisi akan ditutup secara paksa (misalnya, level stop-out 20% berarti bahwa setelah mencapai Level 20%, semua posisi akan ditutup secara otomatis).

Karena jumlah posisi terbuka (pembilang) sama dalam kedua kasus, satu-satunya perbedaan adalah pada penyebutnya. Oleh karena itu, dalam kasus pertama, nilai Level akan lebih besar dari pada kasus kedua.

Kesimpulan. Dengan volume posisi yang sama jika terjadi kerugian, posisi dengan leverage akan dihentikan lebih lama daripada tanpanya. Secara berbeda, penggunaan leverage akan mengurangi risiko stop-out.

Risiko Leverage Tinggi

Hanya ada satu risiko utama trading dengan leverage. Jika leverage digunakan untuk meningkatkan total volume posisi, potensi kerugian tumbuh secara proporsional. Di satu sisi, leverage yang tinggi adalah peluang untuk menghasilkan banyak uang di Forex, di sisi lain, Anda dapat dengan cepat kehilangan deposit Anda.

Saran:

Untuk menurunkan risiko trading dengan leverage tinggi, jangan gunakan semua deposit sekaligus. Gunakan tidak lebih dari 2% dari deposit Anda untuk setiap perdagangan.

Contoh Menggunakan Leverage yang Rendah

Contoh 1. Nilai tukar EUR/USD adalah 1.2. Setoran Anda $ 1200. Jika Anda membuka posisi dengan kemungkinan volume minimal 0.01 lot, margin akan menjadi $ 1200, dana bebas yang tersedia untuk operasi sama dengan nol.

Misalkan Anda meragukan arah pergerakan harga dan ingin mengunci posisi ini tanpa menambah deposit dengan uang sungguhan.

Anda mengambil leverage 1: 2. Hal ini mengurangi setengah dari jumlah agunan. Jadi, Anda akan memiliki lebih banyak aset yang tersedia untuk operasi dan Anda dapat membuka posisi kedua yang setara untuk mengunci perdagangan pertama.

Kesimpulan. Leverage rendah dapat bermanfaat dalam beberapa kasus ketika Anda tidak memiliki cukup dana Anda sendiri.

Contoh 2. Dengan input yang sama, Anda membuka posisi dengan volume 0.01 poin. Tetapi perkiraan Anda salah dan harga bergerak 10 pips ke arah yang berlawanan. Nilai pip untuk 0.01 lot EUR/USD dengan harga 4 digit adalah 10 sen, kerugian Anda adalah $ 1. Selanjutnya, Anda mengambil leverage 1: 2 dan membuka posisi 0.02 lot dengan margin yang sama. Pergerakan harga sebesar 10 pips memberi Anda keuntungan $ 2, mengkompensasi kerugian sebelumnya.

Kesimpulan. Dalam beberapa kasus, leverage Forex dapat membantu Anda mengkompensasi kerugian, dengan menggandakan volume posisi sesuai dengan cara Martingale.

Apa Leverage Terbaik untuk Trading Forex?

Seperti yang diperlihatkan dalam praktik, lebih dari 40% trader lebih memilih leverage hingga 1:10, sekitar 17% menggunakan leverage lebih dari 1: 100. Regulator Eropa untuk beberapa instrumen perdagangan merekomendasikan broker Forex untuk membatasi leverage maksimum menjadi 1:20 - 1:50.

Pertukaran Cryptocurrency paling sering menetapkan leverage 1: 2 - 1: 5. Leverage hingga 1: 1000 dipilih oleh trader yang diatur oleh keinginan emosional untuk meningkatkan volume posisi semaksimal mungkin tanpa dana sendiri yang cukup di deposit. Saya biasanya tidak serius mempertimbangkan broker, yang menawarkan leverage lebih dari 1000.

Saya akan merekomendasikan pemula untuk memulai dengan nilai leverage minimum 1: 1 di akun demo.

Sebelum trading dengan dana pinjaman, seorang trader harus terlebih dahulu:

  • Belajar untuk membangun dan menyesuaikan strategi manajemen risiko untuk setiap sistem trading. Trader harus hati-hati meningkatkan risiko di pasar yang sedang tren dan mengurangi risiko jika terjadi volatilitas yang kuat.
  • Belajar menggunakan sistem trading yang berbeda, menggunakan indikator, beroperasi di platform trading, dan sebagainya.
  • Belajar mengendalikan emosi, menghilangkan keserakahan, kegembiraan, dan keinginan untuk memenangkan kembali kerugian.

Hanya ketika pemula yakin dengan keterampilan dan kemampuan mereka dan dapat melakukan semua hal di atas, mereka dapat mulai trading di akun nyata. Di akun real, leverage yang baik untuk pemula adalah 1:10. Leverage forex ini akan memungkinkan mereka untuk membuka posisi dengan lot minimal 0.01 dengan setoran yang relatif kecil.

Leverage apa yang digunakan trader profesional? Hanya trader berpengalaman sendiri yang dapat menjawab pertanyaan ini. Trader yang menggunakan strategi pipsing dan scalping forex sering menggunakan leverage tinggi. Keuntungan mereka adalah beberapa pip dengan pemberhentian pendek, jadi nilai pip yang tinggi penting bagi mereka, yang ditentukan oleh volume posisi yang besar.

Trader yang lebih memilih strategi trading jangka panjang mencoba untuk tidak menggunakan leverage tinggi. Jadi, Anda sendiri harus mempertimbangkan apakah akan menggunakan leverage tinggi atau leverage rendah. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang cara memilih leverage terbaik untuk trading Forex di sini.

Bagaimana Mengelola Risiko Leverage di Forex: 5 Tips untuk Pemula

Beberapa tip untuk trader pemula:

  • Ikuti aturan utama manajemen risiko "jangan mengambil risiko lebih dari 5% dari deposit per trading”. Ini tentang rasio volume posisi dan ukuran stop loss. Misalnya, untuk setoran $ 1000, risiko per trading tidak boleh lebih dari $ 50. Ini sesuai dengan 5 poin untuk volume trading 1 lot (leverage 1: 100) atau 500 poin untuk posisi 0.01 lot (leverage 1: 2). Menurut kalkulator volatilitas, perubahan harga harian untuk pasangan EUR/USD adalah 80 pips. Artinya, dengan volume trading 1 lot, aturan “risiko 5%” akan dilanggar.
  • Gunakan kalkulator forex untuk menghitung lot dan margin. Mereka akan membantu Anda mengetahui jumlah dana bebas dan leverage apa yang aman untuk situasi Anda.
  • Gunakan stop loss. Jika Anda melakukan kesalahan dengan leverage dan nilai pip ternyata jauh lebih tinggi, stop loss akan menutup posisi tepat waktu. Anda akan belajar pelajaran tanpa kehilangan deposit Anda.
  • Kendalikan emosi Anda. Jangan gunakan leverage untuk meningkatkan volume posisi Anda dalam trading dengan cara Martingale. Jangan meningkatkan volume posisi jika bertentangan dengan aturan manajemen risiko, meskipun Anda yakin 100% akan menguntungkan.
  • Latih keterampilan trading Anda di akun demo. Pilih leverage yang paling sesuai, yang sesuai dengan gaya trading Anda, dan trading di akun demo.

Apa leverage terbaik untuk digunakan di Forex? Leverage inilah yang akan memberi Anda keuntungan tinggi dengan setoran awal Anda dan tingkat risiko yang optimal.

Ringkasan. Semua hal di atas mungkin tampak terlalu rumit pada awalnya. Leverage, margin, formula kalkulasi berbeda, manajemen risiko.

Semua ini tampaknya sulit sampai Anda mencobanya dalam praktik. Ini adalah konsep dasar yang tidak dapat Anda lakukan tanpanya dalam trading. Jika Anda ingin belajar bagaimana menghasilkan uang di Forex dan pasar lainnya, izinkan saya memberi Anda beberapa rekomendasi lagi:

  1. Buka akun demo. Ini akan memakan waktu beberapa menit dan tidak memerlukan verifikasi. Pelajari fungsi-fungsi dari profil klien LiteFinance.
  2. Cobalah memasuki trading pertama dengan leverage berbeda. Lihat perbedaannya, bandingkan dengan instrumen trading yang berbeda. Anda harus mencatat semua pesanan Anda di buku harian trader.
  3. Ajukan pertanyaan dan bagikan ide Anda! Anda dapat menuliskannya di bagian komentar dibawah artikel ini. Anda juga dapat belajar dengan mentor / tutor trading, yang dapat Anda temukan di antara kolega Anda yang lebih berpengalaman yang telah terbukti sukses.

FAQ Leverage

Kesimpulan

Leverage keuangan adalah alat yang memungkinkan trader untuk meningkatkan volume posisi atau untuk mengurangi persyaratan margin (jaminan), sehingga menghemat dana untuk membuka posisi lain. Leverage adalah alat trading berisiko tinggi jika total volume posisi melebihi persentase setoran yang disarankan oleh sistem manajemen risiko.

Untuk menghitung leverage optimal, seseorang dapat menggunakan kalkulator margin forex atau membuat tabel Excel, yang akan menunjukkan perubahan volume posisi dengan peningkatan leverage. Sehingga Anda akan melihat pergerakan harga terbesar dalam pip untuk mencapai level stop-out.

Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang cara trading Forex dengan leverage? Tulis pertanyaan atau kesimpulan Anda di kolom komentar!


P.S. Apakah kamu menyukai artikel saya? Bagikan di jaringan social media: itu akan menjadi "terimakasih" terbaik :)

Ajukan pertanyaan ke saya dan komentar di bawah ini. Saya akan dengan senang hati untuk menjawab pertanyaan anda dan memberikan penjelasan yang dibutuhkan.

Link yang bermanfaat:

  • Saya merekomendasikan mencoba untuk trading dengan broker yang handal disini. Sistem memungkinkan untuk anda trading sendiri atau copy trader yang sukses dari seluruh belahan dunia.
  • Gunakan kode promo BLOG saya untuk mendapatkan bonus deposit 50% di platform LiteFinance. Cukup masukkan kode ini di kolo, yang sesuai saat deposit akun trading Anda.
  • Channel Telegram dengan analitis berkualitas tinggi, ulasan forex, artikel pelatihan dan banyak hal lain yang bermanfaat untuk trader https://t.me/forex_hari_ini_trading_blog
Apa itu Leverage dalam Trading: Panduan Utama untuk Pemula

Isi dari artikel ini mencerminkan pendapat penulis dan belumtentu menggambarkan posisi resmi LiteFinance. Materi yang dipublikasikan di halaman ini disediakan untuk tujuan informasi saja dan tidak boleh dianggap sebagai pemberian nasihat investasi untuk keperluan 2004/39 / EC.

 

Sumber : http://178.248.238.82/blog/for-beginners/apa-itu-leverage/

 

 

Panduan Setting EMA Terbaik Untuk Scalping

  Menggunakan strategi EMA terbaik untuk scalping bisa memudahkan Anda saat mencari posisi buy maupun sell. Artikel ini membahas penggunaa...